Nasional

Terungkap! Begini Kronologi Perundungan di Asrama Telkom University hingga Penanganan Korban

6acb52065437e-virtual-press-conference-pihak-telkom-university-bandung_gemini_1265_711

Telkom University Tangani Dugaan Perundungan di Asrama Putra

Faktanaya.com – Telkom University mengambil langkah penanganan setelah sebuah video dugaan perundungan terhadap mahasiswa baru di asrama putra menyebar luas di media sosial. Insiden itu terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00, dan memicu perhatian mahasiswa serta publik.

Rektor Telkom University Prof. Dr. Suyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri Telkom University, sementara tindakan yang terjadi melibatkan penyemprotan api menggunakan cairan semprot.

“Peristiwa tersebut terjadi jumat 9 Oktober pukul 20.00 di asrama putra Telkom University. Peristiwa berupa penyemprotan api menggunakan cairan semprot terhadap korban. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa fakultas rekayasa industry Telkom university,” kata Prof. Dr. Suyanto dalam konferensi pers virtual, Minggu, 11 Oktober 2026.

Situasi Asrama Diamankan Setelah Video Viral

Penanganan awal dilakukan ketika rekaman peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas. Pihak kampus melibatkan Direktorat Kemahasiswaan dan Karier, tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau PPAKPT, perwakilan fakultas, unsur sivitas akademika, serta bidang sumber daya untuk merespons situasi di lingkungan asrama.

Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Endowment Telkom University, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtias, menerangkan bahwa respons cepat diperlukan karena sejumlah mahasiswa berkumpul di area tower atau asrama tempat pihak-pihak yang terlibat tinggal. Mahasiswa menyampaikan protes setelah video itu beredar dan menimbulkan keresahan.

“Karena memang respon khususnya mahasiswa di asrama yang saat itu banyak berkumpul dan memprotes terkait video yang kemudian berkembang di masyarakat khususnya di area tower atau asrama dimana yang terlibat berada,” kata Ratri.

Dalam kondisi seperti ini, pengamanan korban menjadi prioritas kampus. Selain memastikan korban memperoleh rasa aman, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga keadaan asrama agar tidak semakin memanas. Kampus berupaya mengarahkan mahasiswa kembali ke area masing-masing sehingga situasi pada malam kejadian dapat dikendalikan.

Penanganan korban dalam dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan memiliki arti penting karena keselamatan dan hak mahasiswa harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama. Lingkungan asrama, yang menjadi ruang tinggal bersama, juga memerlukan kondisi yang tertib agar kegiatan akademik dan kehidupan mahasiswa tidak terganggu oleh konflik maupun rasa takut.

Konsultasi dan Pemeriksaan Awal Dilakukan

Setelah kondisi malam itu lebih kondusif, Telkom University melanjutkan proses konsultasi dan diskusi dengan korban maupun mahasiswa yang diduga terlibat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memahami kejadian secara menyeluruh serta menindaklanjuti persoalan tanpa mengabaikan kebutuhan korban.

“Ketika di situ yang Utama mengamankan para korban untuk memperoleh hak dan juga rasa aman. Kami mencoba mengamankan situasi sehingga situasi pada malam itu kondusif dan mahasiswa sudah Kembali ke area masing-masing di asrama. Ditindaklanjuti proses konsultasi dan diskusi baik dengan pelaku dan juga korban,” ujar Ratri.

Sehari sesudah kejadian, kampus meminta keterangan dari sejumlah pihak. Pendalaman dilakukan untuk menyusun kronologi secara lebih utuh, termasuk memastikan keterlibatan dan peran setiap orang dalam peristiwa tersebut. Proses klarifikasi diperlukan agar keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada potongan video yang tersebar di ruang publik.

Dari pemeriksaan awal, Telkom University menjatuhkan sanksi administratif kepada dua mahasiswa yang terlibat. Meski demikian, proses verifikasi dan pengumpulan informasi tambahan masih berlanjut. Kampus masih mendalami fakta untuk memastikan tindakan lanjutan sesuai dengan peran masing-masing pihak.

Pentingnya Ruang Aman bagi Mahasiswa

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan mahasiswa dari segala bentuk kekerasan dan perundungan, termasuk di tempat tinggal kampus. Asrama bukan semata fasilitas hunian, melainkan bagian dari lingkungan pendidikan yang seharusnya mendukung rasa aman, interaksi sehat, dan perkembangan mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan.

Penanganan yang melibatkan unsur kemahasiswaan, fakultas, tim pencegahan kekerasan, dan sivitas akademika menunjukkan bahwa persoalan semacam ini membutuhkan respons lintas unsur. Fokusnya tidak hanya pada penindakan terhadap pihak yang terlibat, tetapi juga pemulihan rasa aman korban serta pencegahan agar kejadian serupa tidak berkembang di lingkungan mahasiswa.

Bagi mahasiswa yang menyaksikan atau mengetahui adanya dugaan kekerasan, penyampaian informasi melalui jalur kampus yang tersedia dapat membantu proses penanganan berjalan lebih cepat dan lebih terarah. Pada saat yang sama, penghormatan terhadap proses pemeriksaan tetap dibutuhkan agar hak korban, saksi, dan pihak lain yang dimintai keterangan terlindungi.

Telkom University kini masih melanjutkan verifikasi atas insiden di asrama putra tersebut. Hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk memastikan tanggung jawab setiap pihak, sementara langkah pengamanan dan pendampingan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kampus tetap kondusif.

Frequently Asked Questions

What is Terungkap Begini Kronologi Perundungan di Asrama?

Terungkap Begini Kronologi Perundungan di Asrama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terungkap Begini Kronologi Perundungan di Asrama matter?

Terungkap Begini Kronologi Perundungan di Asrama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *