Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Special Plan: Gelar Welcome Dinner IIE 2026, Kemenpar Pacu RI Jadi Tujuan Wisata Halal Nomor 1 Dunia

Nancy Jones - faktanaya.com 3 mins baca

Gelar Welcome Dinner IIE 2026, Kemenpar Dorong Indonesia Jadi Tujuan Wisata Halal Nomor 1 Dunia Special Plan - Dalam upayanya mewujudkan Special Plan

Special Plan: Gelar Welcome Dinner IIE 2026, Kemenpar Pacu RI Jadi Tujuan Wisata Halal Nomor 1 Dunia

Gelar Welcome Dinner IIE 2026, Kemenpar Dorong Indonesia Jadi Tujuan Wisata Halal Nomor 1 Dunia

Special Plan – Dalam upayanya mewujudkan Special Plan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) menggelar acara Welcome Dinner sebagai bagian dari International Islamic Expo (IIE) 2026 yang berlangsung di Jakarta. Rencana spesial ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan bagi wisatawan Muslim.

Strategi Pariwisata Halal dalam Special Plan

IIE 2026, yang diadakan pada Jumat, 26 Juni 2026, adalah bagian dari rangkaian acara ke-16 yang diselenggarakan Kemenpar. Acara ini dirancang untuk menjadi platform strategis yang mempercepat pengembangan sektor pariwisata halal, termasuk pertunjukan kuliner, atraksi budaya, serta fasilitas ibadah. Pameran ini juga menekankan pentingnya memperluas jaringan kerja sama internasional untuk menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Kepala Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa Special Plan ini melibatkan kerja sama multidisiplin antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan. Tujuan utamanya adalah memastikan Indonesia menjadi tujuan wisata halal teratas dunia, dengan memperbaiki standar layanan, memperluas infrastruktur, dan memperkenalkan inovasi dalam industri halal. “Kami percaya bahwa dengan strategi ini, Indonesia akan terus meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi pariwisata Muslim,” ujarnya dalam pernyataan yang dilansir pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Hasil GMTI 2026 dan Penyempurnaan Destinasi Halal

Dalam pernyataannya, Vinsensius menekankan bahwa hasil Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, yang diumumkan di Singapura pada Kamis, 18 Juni 2026, menunjukkan kemajuan Indonesia. Negara ini berada di peringkat kedua, naik tiga tingkat dari posisi kelima pada tahun 2025. Penyempurnaan destinasi halal di berbagai daerah, seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur, menjadi salah satu faktor kunci dalam pencapaian ini.

Kemenpar menargetkan meningkatkan kualitas layanan selama Special Plan, termasuk akses ke makanan halal, fasilitas ibadah, dan sistem informasi yang mudah dipahami oleh wisatawan. Ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus wisatawan Muslim, seperti pengelolaan waktu shalat, ruang ibadah, dan kebersihan makanan. Selain itu, Kemenpar juga memperkenalkan inisiatif baru dalam promosi destinasi wisata halal, seperti kampanye digital dan kolaborasi dengan pihak swasta.

Dalam acara pembukaan IIE 2026, Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf menyoroti pentingnya Special Plan dalam memperkuat pariwisata halal. Menurutnya, beberapa daerah yang sudah menunjukkan kinerja baik dalam menyediakan fasilitas halal akan menjadi fokus utama. “Indonesia harus terus berinovasi untuk menjadi nomor satu, bukan hanya dalam kualitas, tetapi juga dalam pengalaman wisata yang holistik,” tambahnya.

Acara IIE 2026 juga melibatkan pembicaraan mengenai kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan industri halal. Kemenpar berencana mengeluarkan regulasi baru yang mempermudah pengelolaan destinasi halal dan menarik investasi dari luar negeri. Rencana ini sejalan dengan misi Special Plan, yaitu mendorong Indonesia menjadi pusat pariwisata halal global. Dengan fasilitas dan layanan yang lebih lengkap, Kemenpar yakin jumlah wisatawan Muslim ke Indonesia akan terus meningkat.

Menurut data yang disampaikan, IIE 2026 akan berlangsung selama tiga hari dan diestimasi menarik sekitar 18.000 pengunjung. Dari total pendapatan yang diproyeksikan mencapai Rp 115 miliar, sebagian besar akan berasal dari sektor pariwisata halal. “Special Plan tidak hanya fokus pada wisatawan, tetapi juga memperkuat ekosistem MICE yang lebih besar,” jelas Vinsensius. Ia menyoroti bahwa sektor MICE memiliki potensi pengeluaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan jenis pariwisata lainnya.

Dalam rangka mewujudkan Special Plan, Kemenpar juga menggandeng pihak terkait untuk mengembangkan destinasi halal yang lebih terjangkau. Dukungan dari pemerintah daerah, hotel, dan perusahaan jasa pariwisata menjadi faktor penting. Acara Welcome Dinner yang digelar pada malam hari juga menjadi sarana untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia dan keunggulan layanan wisata halal kepada para peserta IIE 2026.

Ikut berdiskusi