Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bola

Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat Permainan Korea Selatan: Tak Punya Ambisi Menang

Sarah Johnson - faktanaya.com 2 mins baca

Thierry Henry Kritik Kinerja Timnas Korea Selatan: Tidak Berambisi Menang Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat - Setelah mengalami kekalahan dari Afrika

Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat Permainan Korea Selatan: Tak Punya Ambisi Menang

Thierry Henry Kritik Kinerja Timnas Korea Selatan: Tidak Berambisi Menang

Thierry Henry Tak Habis Pikir Lihat – Setelah mengalami kekalahan dari Afrika Selatan dalam babak grup Piala Dunia 2026, legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, memberikan evaluasi tajam terhadap performa Timnas Korea Selatan. Hasil ini memaksa Taeguk Warriors mengandalkan hasil pertandingan lain untuk menentukan kemungkinan lolos ke babak 32 besar.

Strategi Defensif Jadi Penyebab Utama Kekalahan

Henry mengungkapkan bahwa tim yang dikomandani Hong Myung-bo terlalu pasif sejak awal laga. Menurutnya, fokus utama mereka adalah menghindari kekalahan, bukan memperjuangkan kemenangan. “Dari pertandingan melawan Republik Ceko, Korea Selatan bermain sepak bola untuk bertahan hidup, bukan untuk menang,” jelas Henry, dilansir Edaily.

“Pergeseran pasif ini sangat berbahaya di panggung Piala Dunia dan akhirnya menjadi penyebab kekalahan melawan Afrika Selatan,” tambahnya.

Kritik Henry menyoroti keputusan pelatih untuk tidak menurunkan Son Heung-min, kapten dan pemain andalan, sejak menit pertama. “Hal yang paling membingungkan adalah keputusan untuk tidak memasukkan Son Heung-min, yang sangat terampil dan berpengalaman, ke dalam susunan pemain inti dalam pertandingan penting,” ujarnya.

“Jika pemimpin tim tidak dapat bermain sebagai starter dalam pertandingan kritis, itu mengirimkan pesan negatif ke para pemain di ruang ganti,” terang mantan penyerang Arsenal tersebut.

Henry menilai tindakan mengistirahatkan Son bukan sekadar rotasi pemain. “Menghentikannya bukan hanya istirahat; itu sama saja dengan menyingkirkan satu-satunya pemain kunci yang mampu memimpin tim di situasi sulit,” katanya. Meski Son masuk di babak kedua, ia tidak mampu membalikkan keadaan karena kesalahan tim tidak hanya terletak pada susunan pemain.

Ikut berdiskusi