Special Plan: Presiden FIFA Gianni Infantino Dikritik Aktivis Lingkungan usai Hadiri 24 Laga Piala Dunia Pakai Jet Pribadi
Presiden FIFA Gianni Infantino Dikritik Aktivis Lingkungan Usai Hadiri 24 Laga Piala Dunia Pakai Jet Pribadi Special Plan - Sebagai bagian dari Special Plan
Presiden FIFA Gianni Infantino Dikritik Aktivis Lingkungan Usai Hadiri 24 Laga Piala Dunia Pakai Jet Pribadi
Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang ditetapkan FIFA, Gianni Infantino, presiden organisasi sepak bola dunia, mendapat sorotan kritis dari kelompok aktivis lingkungan setelah menggunakan jet pribadi untuk menghadiri 24 pertandingan dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Perjalanan ini, yang mencakup rute udara jarak jauh dan frekuensi penerbangan tinggi, menjadi bahan perdebatan terkait keselarasan Special Plan dengan komitmen lingkungan. Beberapa pihak menilai penggunaan jet pribadi selama kegiatan tersebut mengurangi upaya FIFA dalam mengurangi emisi karbon secara global.
Piala Dunia 2026: Penambahan Volume Pertandingan dan Lokasi
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan 16 kota menjadi tuan rumah. Dibandingkan edisi sebelumnya, jumlah pertandingan meningkat drastis karena penambahan 16 laga di babak grup, menciptakan rekor baru dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar dunia. Hal ini memerlukan koordinasi logistik yang lebih intensif, termasuk penyesuaian Special Plan untuk memastikan aksesibilitas bagi para pemimpin dan ofisial FIFA ke seluruh lokasi penyelenggaraan. Meski kehadiran di seluruh kota mungkin memperkuat komitmen untuk keberlanjutan, beberapa keberatan muncul dari perspektif lingkungan.
Kelancaran Perjalanan dan Pertanyaan tentang Efisiensi
Infantino menghadiri pertandingan di berbagai kota yang tersebar luas, termasuk melakukan tiga penerbangan terpisah dalam satu hari. Pesawat yang digunakan, Gulfstream G650ER, dikenal memiliki kinerja aerodinamis tinggi dan konsumsi bahan bakar yang optimal. Namun, dengan Special Plan yang mencakup perjalanan hingga 4.507 kilometer dari Vancouver ke Miami, para aktivis lingkungan menyoroti ketidakseimbangan antara komitmen FIFA untuk keberlanjutan dan kebutuhan transportasi yang bersifat eksklusif. Mereka menilai bahwa penggunaan jet pribadi selama kegiatan tersebut menghasilkan emisi yang signifikan, setara dengan total emisi tahunan 78 individu.
Investigasi oleh BBC Verify dan BBC Sport menunjukkan bahwa selama Piala Dunia 2026, terdapat 27 penerbangan yang dilakukan oleh FIFA, termasuk perjalanan Infantino. Data ini menyoroti kebutuhan akan transportasi udara dalam menjalankan tugas organisasi sepak bola tersebut. Meskipun Special Plan mencakup penggunaan teknologi ramah lingkungan, beberapa kekhawatiran tetap muncul terkait dampak lingkungan dari aktivitas berkala yang memerlukan sumber daya bumi yang besar.
Komitmen Lingkungan FIFA dalam Strategi 2026
Dalam dokumen Strategi Keberlanjutan dan Hak Asasi Manusia FIFA 2026, organisasi sepak bola tersebut menyatakan komitmen untuk mendukung isu lingkungan, termasuk mengurangi jejak karbon dan memperkuat pembangunan berkelanjutan. Namun, kehadiran Infantino dengan jet pribadi dianggap sebagai bentuk kontradiksi, karena perjalanan udara menjadi bagian dari Special Plan yang seharusnya meminimalkan dampak lingkungan. Aktivis menyoroti bahwa penggunaan pesawat yang mewah selama kegiatan tersebut memperbesar jejak karbon dibandingkan jika menggunakan transportasi alternatif.
Sejumlah pengamat menilai bahwa Special Plan yang diterapkan FIFA perlu diintegrasikan lebih baik dengan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, mereka juga mengkritik keputusan menghadirkan Infantino ke seluruh pertandingan, karena bisa memperbesar anggaran dan penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Kritik ini terutama terarah pada bagaimana Special Plan diimplementasikan selama pertandingan yang seharusnya menjadi simbol keberlanjutan global.
Kelompok Aktivis: Menuntut Transparansi dan Perubahan
Aktivis lingkungan menyatakan kekecewaan terhadap cara FIFA mengelola Special Plan untuk kehadiran Infantino. Mereka menilai bahwa keputusan ini harus dijelaskan secara transparan, termasuk penggunaan bahan bakar dan emisi karbon yang dihasilkan. Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut menegaskan bahwa Special Plan tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus diimplementasikan secara nyata. Mereka juga menyoroti bahwa penggunaan jet pribadi selama kegiatan tersebut mengurangi efektivitas upaya keberlanjutan, terutama jika dibandingkan dengan metode transportasi lain yang lebih ramah lingkungan.
Dalam rangka mendukung Special Plan, FIFA telah mengambil langkah-langkah seperti mengurangi penggunaan plastik dan menanam pohon sebagai bagian dari komitmen lingkungan. Namun, kehadiran Infantino menggunakan jet pribadi menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas organisasi tersebut. Selain itu, beberapa aktivis juga menyoroti bagaimana Special Plan diterapkan di negara-negara tuan rumah, apakah mereka benar-benar mendukung keberlanjutan, atau hanya sebagai bagian dari upaya promosi.
Kritik terhadap Special Plan ini tidak hanya terfokus pada emisi karbon, tetapi juga mencakup aspek lain seperti penggunaan energi dan dampak sosial dari kehadiran pihak-pihak penting. Dengan jumlah pertandingan yang meningkat, kelompok aktivis menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap Special Plan, termasuk komitmen untuk keberlanjutan dan keadilan lingkungan dalam setiap aspek penyelenggaraan Piala Dunia 2026.