Skip to content
Fresh Desk
Juni 19, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Topics Covered: Gibran Minta Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tak Rugikan Masyarakat

Lisa Moore 3 mins baca

Gibran Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Merugikan Masyarakat Topics Covered - Pada kunjungan kerja di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Wakil Presiden

Topics Covered: Gibran Minta Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tak Rugikan Masyarakat

Gibran Minta Koperasi Desa Merah Putih Tidak Merugikan Masyarakat

Topics Covered – Pada kunjungan kerja di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya memastikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak merugikan masyarakat. Acara ini berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, saat ia melakukan inspeksi di Sekolah Dasar Negeri Wolomoni, Desa Niawula. Lokasi sekolah tersebut sebelumnya direncanakan untuk diubah menjadi KDMP, sehingga Gibran menekankan perlunya pengelolaan yang matang dan transparan.

Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Proyek Pembangunan

Dalam pidatonya, Gibran menyampaikan bahwa pengambilan keputusan tentang lokasi KDMP harus melibatkan masyarakat secara aktif. “Penting untuk meninjau kembali titik lokasi ini agar tidak menimbulkan dampak negatif,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa masyarakat desa menjadi bagian kunci dalam mengawasi setiap tahap pengerjaan proyek tersebut. Menurut Gibran, keterlibatan warga tidak hanya memastikan keadilan, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah.

KDMP di Ende diharapkan menjadi pusat ekonomi lokal yang mendorong pengembangan usaha mikro dan kecil. Proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses ke layanan keuangan yang lebih baik. Namun, Gibran mengingatkan bahwa jika tidak dikelola dengan tepat, proyek ini bisa menimbulkan konflik antara kepentingan desa dan kebutuhan warga.

Kondisi Sekolah dan Dampak Pembangunan

Pada saat inspeksi, Gibran menyebutkan bahwa beberapa bagian Sekolah Dasar Negeri Wolomoni telah mengalami kerusakan akibat persiapan pembangunan KDMP. Ruang kelas, pagar, dan fondasi sekolah mengalami gangguan, sehingga kegiatan belajar mengajar sempat terhambat. Ia meminta pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini untuk menjaga kualitas pendidikan di daerah pedesaan.

Gibran juga mengingatkan bahwa KDMP harus dipilih secara strategis agar tidak mengganggu usaha lain yang sudah ada di desa. “Masyarakat sudah memiliki usaha-usaha kecil yang mendukung perekonomian mereka, jadi kita perlu memastikan proyek ini bisa berdampingan dan saling menguntungkan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang, bukan sekadar keuntungan sementara.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyoroti kebutuhan pengembangan infrastruktur pendukung, seperti akses internet dan ruang guru. “Sekolah juga harus memiliki fasilitas yang memadai agar masyarakat tetap bisa menikmati manfaat pendidikan,” tambahnya. Ia mengharapkan bahwa dengan keterlibatan masyarakat, proyek ini bisa menjadi contoh baik dalam pembangunan berkelanjutan.

Agenda Selanjutnya dan Harapan untuk Pembangunan Desa

Selain inspeksi di Ende, Gibran direncanakan melanjutkan agenda kerjanya ke Gorontalo untuk menghadiri Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Di sana, ia juga akan meninjau Bendungan Bulango Ulu yang dianggap sebagai infrastruktur strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi daerah. “Kita perlu memastikan bahwa setiap proyek pembangunan memiliki dampak positif yang luas,” katanya.

Kunjungan kerja ini sekaligus menunjukkan komitmen Gibran untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pembangunan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa koperasi desa adalah bagian dari upaya membangun ekosistem perekonomian lokal yang mandiri. “Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi wadah untuk masyarakat, bukan alat bagi kepentingan pihak tertentu,” tuturnya. Harapan Gibran adalah bahwa proyek ini bisa menciptakan keseimbangan antara kebutuhan desa dan kesejahteraan warga.

Sebagai penutup, Gibran menyampaikan bahwa pembangunan koperasi desa bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. “Kita perlu memastikan bahwa semua proyek yang dijalankan pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang optimal,” pungkasnya. Dengan meninjau ulang lokasi dan melibatkan masyarakat, KDMP di Ende diharapkan bisa menjadi model pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Ikut berdiskusi