Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Uang dari Hanania Travel ke Polisi – Sudah Ratusan Juta Disita
Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Dana dari Hanania Travel ke Polisi Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Uang - Kasus dugaan penipuan terkait
Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Dana dari Hanania Travel ke Polisi
Davina Karamoy hingga Awkarin Kembalikan Uang – Kasus dugaan penipuan terkait Hanania Travel terus berkembang, dengan sejumlah influencer seperti Davina Karamoy dan Awkarin akhirnya mengembalikan uang yang diduga terkait kegiatan tersebut. Menurut informasi terbaru dari Polda Metro Jaya, total dana yang dikembalikan mencapai Rp110 juta, yang kini disita sebagai bukti dalam penyelidikan. Langkah ini menggambarkan upaya masyarakat dan para figur publik untuk mendukung proses hukum serta menunjukkan kesadaran akan kecurangan dalam bisnis perjalanan.
Kasus Hanania Travel: Dari Penipuan Haji hingga Umrah
Penyelidikan terhadap Hanania Group, yang mencakup layanan haji dan umrah, telah memasuki tahap kritis. Masyarakat yang terkena iming-iming promo menarik mulai menyadari adanya penipuan, terutama setelah konsumen melaporkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Banyak dari mereka mengalami kesulitan memperoleh pembayaran sebagian atau seluruh biaya perjalanan, terutama ketika perusahaan mengalami kebangkrutan atau kesulitan keuangan. Dalam rangka menegakkan hukum, polisi mulai menelusuri dana yang masuk ke dalam sistem perusahaan dan mengidentifikasi para pelaku utama.
“Davina Karamoy hingga Awkarin dan sejumlah influencer lainnya telah mengembalikan dana yang diduga terkait dengan aktivitas Hanania Travel. Total dana yang disita mencapai Rp110 juta, yang menjadi bukti penting dalam menyelidiki skema penipuan tersebut,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Andaru Rahutomo, saat diwawancarai Rabu, 1 Juli 2026.
Kasus ini mengemuka setelah sejumlah pelanggan mempermasalahkan pembayaran yang tidak sesuai dengan kontrak. Hanania Travel, yang dikenal sebagai perusahaan penyelenggara jasa perjalanan, dikabarkan memberikan iming-iming diskon besar serta fasilitas menarik untuk menarik calon jamaah. Namun, setelah konsumen membayar, banyak dari mereka tidak menerima layanan yang dijanjikan. Akibatnya, reputasi perusahaan yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu penyedia jasa terbaik kini menjadi bahan sorotan.
Langkah Penyidik: Perluasan Investigasi ke TPPU
Pada tahap berikutnya, penyidik memperluas penelusuran ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Langkah ini dilakukan untuk memetakan aliran dana yang masuk dan keluar dari perusahaan, terutama sejak kasusnya mulai viral. Dalam investigasi, penyidik menemukan bahwa sebagian dana dari pelanggan dipergunakan untuk kebutuhan operasional yang tidak transparan. Dengan menyita total Rp110 juta dari influencer, tim penyidik berupaya memperkuat bukti serta mengungkap pola kecurangan yang mungkin terjadi dalam jaringan bisnis Hanania Group.
“Dana yang disita dari Davina Karamoy hingga Awkarin adalah bagian dari total Rp110 juta yang telah dikembalikan oleh sejumlah influencer. Dana ini akan digunakan sebagai bukti dalam menegakkan hukum dan menelusuri sumber dana yang terkait dengan aktivitas Hanania Travel,” tambah Andaru saat diwawancarai.
Menurut penyidik, penyitaan dana tersebut tidak hanya memperkuat kasus penipuan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menyelidiki apakah ada pelanggaran hukum terkait pencucian uang. Koordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Dana) juga dilakukan untuk melacak transaksi keuangan yang mungkin tersembunyi. Selain itu, penyidik juga memblokir tiga rekening perusahaan atas nama Hasanah Taman Internasional, serta dua rekening pribadi, sebagai bagian dari upaya mengendalikan alur dana.
“Kami telah memblokir tiga rekening perusahaan dan dua rekening pribadi sebagai langkah untuk mengendalikan aliran dana yang terkait dengan Hanania Travel. Selain itu, dana yang dikembalikan oleh Davina Karamoy hingga Awkarin menjadi bukti kuat dalam penyelidikan ini,” jelas Andaru.
Konsistensi Kesadaran Publik dan Langkah Selanjutnya
Kepedulian masyarakat terhadap kasus Hanania Travel menunjukkan bahwa transparansi dan kepercayaan dalam dunia influencer marketing kini semakin penting. Para influencer yang terlibat tidak hanya menjadi penghulu promosi, tetapi juga diharapkan dapat menjaga integritas keuangan. Dengan mengembalikan uang yang diduga terkait, Davina Karamoy hingga Awkarin menunjukkan komitmen mereka untuk memperbaiki kesalahan dan mendukung proses hukum. Langkah ini juga menjadi contoh bagaimana figur publik dapat berperan aktif dalam menyelamatkan konsumen dari penipuan.
Penyidik menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dengan rencana untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai skema kecurangan yang digunakan Hanania Travel. Dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, seperti dana yang dikembalikan oleh influencer, penyidik berharap dapat menemukan pelaku utama serta menegakkan hukum secara tegas. Selain itu, mereka juga akan memeriksa apakah ada hubungan antara dana yang disita dengan transaksi lain yang mungkin terjadi.
“Davina Karamoy hingga Awkarin menjadi bagian dari keseluruhan upaya mengembalikan uang yang diduga terkait penipuan oleh Hanania Travel. Kami terus melanjutkan penyelidikan untuk memastikan semua dana yang terlibat dijelaskan secara jelas,” ujar Andaru.
Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan kecurangan dalam industri jasa perjalanan dapat berdampak besar pada konsumen. Dengan kerja sama dari masyarakat, influencer, dan instansi pemerintah, penyelidikan terus berjalan untuk menegakkan keadilan. Dana yang dikembalikan oleh Davina Karamoy hingga Awkarin menjadi bukti bahwa kepercayaan publik dapat diubah menjadi kekuatan dalam mengungkap kebenaran. Langkah-langkah yang diambil oleh polisi diharapkan dapat menjadi contoh untuk kasus serupa di masa depan.