Skip to content
Fresh Desk
Juni 19, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Key Discussion: Bahlil Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik

Daniel Taylor 3 mins baca

Bahlil Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Key Discussion - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas menyatakan bahwa

Key Discussion: Bahlil Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik

Bahlil Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik

Key Discussion – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas menyatakan bahwa pemadaman listrik tidak lagi menjadi opsi yang dipertimbangkan dalam strategi kebijakan energi nasional. Pernyataan ini diungkapkan dalam sebuah Key Discussion yang berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada hari Kamis. Dalam Key Discussion tersebut, Bahlil memberikan penjelasan terkait upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.

“Insya Allah nggak,” ujar Bahlil saat dikonfirmasi.

Bahlil menjelaskan bahwa Key Discussion yang diadakan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membahas berbagai strategi untuk mengatasi tantangan energi. Fokus utama Key Discussion melibatkan skema pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PT PLN (Persero), yang menjadi pilar penting dalam menjaga ketersediaan listrik nasional. Pemerintah berupaya untuk memperbaiki mekanisme yang selama ini dianggap tidak efisien, sehingga PLN bisa memenuhi kebutuhan energi dengan lebih terarah.

“Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah,” tambahnya.

Kapasitas Produksi dan Ketersediaan Batu Bara

Bahlil mengungkapkan bahwa pasokan batu bara tetap menjadi prioritas dalam Key Discussion. PLN membutuhkan 154 juta metrik ton batu bara per tahun untuk memenuhi kebutuhan listrik, namun hingga kini hanya berhasil mengamankan kontrak sebanyak 134 juta ton. Defisit sekitar 20 juta ton ini berpotensi mengganggu kinerja keuangan PLN, yang menjadi perhatian utama dalam Key Discussion.

“Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 15 Juni 2026.

Key Discussion yang dilakukan pemerintah menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antar lembaga. Tim pengadaan batu bara dibentuk untuk memastikan kebutuhan energi primer dapat terpenuhi tepat waktu. Bahlil menegaskan bahwa dengan adanya Key Discussion, pemerintah bertekad untuk menghindari pengurangan pasokan yang bisa memicu kekacauan di sektor energi.

Perbedaan Harga dan Langkah Koordinasi

Dalam Key Discussion, Bahlil juga membahas perbedaan harga batu bara yang menjadi penghambat kinerja PLN. Saat ini, harga jual batu bara ke PLN hanya sebesar 70 dolar AS per ton, sementara harga acuan (HBA) pada periode I Juni 2026 mencapai 121,83 dolar AS per ton. Perbedaan ini menyebabkan PLN kesulitan memenuhi kebutuhan listrik, terutama saat permintaan meningkat.

“Ini (pembentukan tim) agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain. Aku tahu ada sesuatu, tetapi udahlah. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara,” tambah Bahlil.

Key Discussion tersebut menjadi momen penting untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah, PLN, dan produsen batu bara. Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan kebijakan energi tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga mencegah risiko di masa depan. Langkah-langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem energi nasional dan meningkatkan keandalan pelayanan listrik kepada masyarakat.

Strategi Kebijakan dan Proyeksi Ke depan

Key Discussion yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tidak hanya fokus pada masalah batu bara, tetapi juga membahas strategi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan energi. Pemerintah berencana meningkatkan investasi dalam energi terbarukan dan mengoptimalkan penggunaan energi listrik dari berbagai sumber. Bahlil menyatakan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skenario yang lebih fleksibel untuk menghadapi perubahan iklim dan permintaan energi yang terus meningkat.

“Kami ingin agar Key Discussion ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi dasar bagi kebijakan energi yang lebih berkelanjutan,” lanjut Bahlil.

Key Discussion juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pembagian subsidi dan kompensasi. Bahlil mengatakan bahwa dengan adanya pembagian tugas yang jelas antara PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP, maka risiko kesalahan informasi bisa diminimalkan. Ia berharap Key Discussion ini bisa memberikan kejelasan bagi masyarakat dan mengurangi ketidakpuasan terhadap kebijakan energi yang selama ini dirasakan.

Ikut berdiskusi