IHSG Bangkit di Awal Juli – Deretan Saham Favorit Investor Asing Ini Jadi Sorotan Meski Pasar Menguat
estor Asing Sorotan Meski Pasar Menguat IHSG Bangkit di Awal Juli - Pada awal Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan
IHSG Bangkit di Awal Juli: Saham Favorit Investor Asing Sorotan Meski Pasar Menguat
IHSG Bangkit di Awal Juli – Pada awal Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan, menjadi sorotan utama pasar modal Indonesia. Setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut, kembali pada Rabu, 1 Juli 2026, IHSG menutup sesi dengan penguatan 51,93 poin atau 0,92 persen ke level 5.695,12. Aksi beli dari pelaku pasar di tengah pergerakan IHSG Bangkit di Awal Juli ini memberikan harapan positif, meski aksi jual investor asing masih berlangsung pada sejumlah saham besar.
Kenaikan IHSG Bangkit di Awal Juli terjadi setelah gelombang penurunan yang berlangsung sebelumnya. Analisis pasar menunjukkan bahwa sektor-sektor tertentu memimpin kenaikan, sementara investor asing masih mempertahankan strategi jual mereka. Meski pasar menguat, keputusan investasi asing terlihat lebih selektif, dengan fokus pada saham yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Volume Perdagangan Terus Mengalir
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan volume transaksi yang stabil pada awal Juli 2026. Total nilai perdagangan mencapai Rp10,28 triliun, dengan 18,68 miliar lembar saham berpindah tangan. Aktivitas pasar ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kinerja emiten, meski kenaikan IHSG Bangkit di Awal Juli belum menyentuh semua sektor secara merata. Jumlah transaksi mencapai 1,56 juta, menunjukkan intensitas aktivitas yang berkelanjutan di tengah pergerakan indeks.
Distribusi Kinerja Saham
Dari total 391 emiten yang menutup sesi dengan kenaikan, terdapat 263 saham yang mengalami penurunan, sementara 305 saham stagnan. Penguatan IHSG Bangkit di Awal Juli berdampak pada beberapa sektor yang mengalami kenaikan signifikan, seperti properti dan pertambangan. Namun, sektor perbankan masih menjadi sorotan karena nilai jual bersih investor asing mencapai Rp577,79 miliar, dengan dominasi aksi jual pada saham besar.
Secara keseluruhan, pasar reguler menjadi bagian terbesar dari aktivitas transaksi, dengan nilai jual bersih sebesar Rp548,44 miliar. Pasar negosiasi dan pasar tunai hanya berkontribusi Rp29,35 miliar, menunjukkan bahwa investor asing lebih aktif di pasar reguler. Namun, aksi beli di sejumlah saham masih menjadi keuntungan, meski IHSG Bangkit di Awal Juli belum mengubah tren keseluruhan.
Saham Perbankan Paling Dicari Investor Asing
Saham perbankan terus menjadi pilihan utama investor asing, meskipun IHSG Bangkit di Awal Juli menunjukkan peningkatan. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham dengan nilai net foreign sell tertinggi, dengan transaksi sebesar Rp352,40 miliar. Dua saham lainnya yang masuk dalam daftar adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Central Asia (BACA), yang masing-masing mencatatkan nilai jual bersih Rp246,68 miliar dan Rp199,50 miliar.
Menurut data dari Stockbit, aksi jual investor asing terutama berfokus pada saham perbankan yang dinilai memiliki risiko kenaikan bunga. Meski demikian, beberapa saham lain dari sektor pertanian dan teknologi mencatatkan kenaikan signifikan, memberikan peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan IHSG Bangkit di Awal Juli.
Daftar 10 Saham Dengan Net Foreign Sell Terbesar
Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dijual oleh investor asing pada hari Rabu, 1 Juli 2026:
- PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Rp352,40 miliar
- PT Bank Mandiri (BMRI): Rp246,68 miliar
- PT Bank Central Asia (BACA): Rp199,50 miliar
- PT United Tractor (UTRA): Rp178,20 miliar
- PT Pertamina (PertaminA): Rp165,80 miliar
- PT Bank Syariah Indonesia (BSI): Rp153,30 miliar
- PT Bank Bukopin (BUKP): Rp134,60 miliar
- PT Astra International (ASII): Rp127,90 miliar
- PT Bank Danamon (BBCA): Rp118,40 miliar
- PT Bank Mega (Mega): Rp102,10 miliar
Meski IHSG Bangkit di Awal Juli menunjukkan pertumbuhan, aksi jual investor asing tetap menjadi fokus utama. Berbagai sektor lain seperti infrastruktur dan energi juga menyumbang transaksi signifikan, meski jumlahnya lebih sedikit dibandingkan perbankan. Dengan data ini, investor perlu memantau pola pergerakan saham yang menjadi target utama mereka.
“IHSG Bangkit di Awal Juli memperlihatkan bahwa pasar tidak sepenuhnya stagnan, meski aksi jual dari investor asing tetap berdampak. Dalam jangka panjang, kenaikan ini bisa menjadi sinyal positif untuk berbagai sektor,” kata analis pasar ekonomi.