New Policy: Masuk Timnas Indonesia Kini Tak Cukup Punya Skill, John Herdman Utamakan Hal Ini
Masuk Timnas Indonesia Kini Tidak Cukup Hanya Berbakat, Fokus Utama pada Kekuatan Mental New Policy - Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia terus mencari cara baru
New Policy: Masuk Timnas Indonesia Kini Tidak Cukup Hanya Berbakat, Fokus Utama pada Kekuatan Mental
New Policy – Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia terus mencari cara baru untuk meningkatkan performa di Piala AFF. Meski sebelumnya dikenal memiliki pemain berbakat, kemenangan selalu elak dari Garuda. Kini, dengan adanya kebijakan baru yang diterapkan oleh Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih John Herdman, kriteria seleksi telah berubah. Selain kemampuan teknis, faktor mental menjadi bagian utama dalam proses pemilihan.
Perubahan Kriteria Seleksi yang Membawa Perubahan
Kebijakan baru ini menggabungkan tiga aspek: mental, fisik, dan teknik. Sumardji, ketua BTN, menjelaskan bahwa keterampilan fisik dan teknik masih diperlukan, tetapi sekarang diperkuat dengan penekanan pada karakter mental pemain. “Kita tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana pemain menghadapi tekanan dalam pertandingan,” tegasnya saat acara Water Break PSSI Pers di SCBD, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Kebijakan tersebut dirancang untuk mengatasi kegagalan berulang dalam turnamen Asia Tenggara. Meski sejumlah pemain memiliki kemampuan teknis terbaik, kurangnya kepercayaan diri dan ketahanan mental sering kali menjadi penyebab kekalahan. John Herdman, pelatih yang baru mengambil alih, mengatakan bahwa mental pemain adalah kunci utama untuk membangun tim yang kuat.
“New Policy ini mengubah cara kita melihat pemain. Selama ini kita hanya fokus pada skill, tetapi kini kita juga mengamati bagaimana mereka menghadapi tekanan di lapangan. Pemain yang mentalnya tangguh bisa menjadi faktor penentu dalam kesuksesan tim,” ujar Herdman dalam wawancara eksklusif dengan media.
Dalam program latihan, tim pelatih tidak hanya mengevaluasi kemampuan teknis, tetapi juga mengukur sikap mental pemain. Mereka diberi tugas untuk bertahan dalam situasi sulit, mengambil keputusan tepat di bawah tekanan, dan membangun kepercayaan diri. “New Policy ini mengharuskan pemain tidak hanya hebat dalam teknik, tetapi juga stabil dalam mental. Jika tidak, mereka mungkin akan gagal di saat kritis,” tambah Sumardji.
Analisis Mendalam untuk Membentuk Tim Kuat
Proses seleksi yang dijalani pemain sekarang lebih menyeluruh. Selama pemusatan latihan, setiap aspek dianalisis secara detail. Tim pelatih menggunakan metode khusus untuk mengukur kemampuan mental, seperti simulasi tekanan pertandingan dan evaluasi respons emosional pemain. “New Policy ini tidak hanya melibatkan teknis, tetapi juga menggali potensi mental mereka. Kita ingin melihat siapa yang bisa bertahan di tengah kesulitan,” jelas Sumardji.
Sumardji menambahkan bahwa kebijakan baru ini berdampak signifikan pada cara berlatih. Para pemain kini diberi tantangan untuk membangun mental di tengah persaingan ketat. “New Policy ini menciptakan lingkungan yang lebih kompetitif. Pemain harus berjuang lebih keras, karena kita tidak hanya mencari orang terbaik, tetapi juga yang paling matang secara mental,” katanya.
Program latihan juga melibatkan pelatihan individu yang terukur. Setiap pemain dianalisis berdasarkan hasil evaluasi mental dan fisik. “Kita tidak hanya menilai performa saat latihan, tetapi juga bagaimana mereka beradaptasi dalam situasi nyata. New Policy ini memberikan gambaran lebih jelas tentang pemain yang cocok untuk level internasional,” ujar pelatih Herdman.
Kebijakan ini diharapkan akan membawa perubahan signifikan untuk Piala AFF 2026. Dengan penekanan pada mental, Timnas Indonesia bisa menangani tekanan lawan dan kompetitor yang lebih baik. “New Policy ini bukan sekadar perubahan cara seleksi, tetapi juga peningkatan kualitas keseluruhan tim. Kita ingin membangun kompetensi mental sejak dini,” tutur Sumardji.
Sebagai contoh, pemain yang dikenal memiliki skill tinggi tetapi sering cemas di lapangan bisa mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan ketahanan mental. Pemusatan latihan akan berlangsung hingga akhir Juli 2026, dan evaluasi akhir akan menentukan siapa yang masuk skuad utama. “New Policy ini akan memastikan kita memilih pemain yang siap menghadapi segala situasi,” pungkas Herdman.