Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Latest Program: Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung, Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut

Daniel Taylor - faktanaya.com 2 mins baca

een Warrior Bandung, Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Latest Program - Kampung Rajut Binong Jati, yang terletak di Kota Bandung, telah menjadi pusat

Latest Program: Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung, Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut

Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung, Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut

Latest Program – Kampung Rajut Binong Jati, yang terletak di Kota Bandung, telah menjadi pusat produksi rajut terbesar sejak era 1970-an. Awalnya, kawasan ini hanya dihuni sejumlah kecil perajin, tetapi seiring berjalannya waktu, kini berkembang menjadi kawasan kreatif yang mampu mengubah benang menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

Di samping menjaga tradisi merajut, Kampung Rajut juga menjadi tempat lahirnya inovasi daur ulang yang ramah lingkungan. Komunitas perajin di sini tidak hanya fokus pada karya seni, tetapi juga mengelola limbah dengan cara yang berkelanjutan.

Dengan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, semangat kreativitas ini semakin berkembang. Program tersebut membuka peluang bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam “Komunitas Fable” untuk berkarya secara mandiri.

Para anggota Komunitas Fable kini memiliki akses ke bahan baku, bimbingan, hingga jalur pemasaran, sehingga dapat bekerja dari rumah sesuai dengan kondisi mobilitas masing-masing. “Dulu kami kesulitan memasarkan hasil kerajinan. Sekarang kami bisa terus berkarya dan memiliki penghasilan yang lebih tetap. Di sini kami dipandang dari kemampuan, bukan dari keterbatasan,” ujar Koordinator Komunitas Fable, Elis Juwarsi.

Local Hero Kampung Rajut

Local Hero Kampung Rajut Binong Jati, Eka Rahmat Jaya, menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama kampung ini. “Limbah rajut dan botol plastik kami olah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru. Dengan begitu, warga mendapat tambahan penghasilan sekaligus mengurangi sampah,” katanya.

Kisah tersebut menjadi inspirasi bagi sekitar 15 pelajar SMA dari Bandung yang mengikuti program GreenBus Pertamina selama liburan. Mereka belajar teknik merajut langsung dari perajin, memilah limbah, dan menyaksikan proses daur ulang benang menjadi barang bernilai.

“Yang paling berkesan buat aku adalah belajar memilah sampah dan melihat bahwa limbah masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Yasmin Hasari, siswi SMAN 12 Bandung.

“Ternyata merajut itu menyenangkan dan banyak sekali pembelajaran baru yang bisa didapat di sini,” katanya Asya, yang juga berasal dari sekolah yang sama.

Ikut berdiskusi