New Policy: Istana Harap Nobar Piala Dunia Bisa Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat
a Dunia 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat New Policy – Pemerintah Pusat, melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, mengapresiasi inisiatif daerah dan swasta dalam
New Policy: Istana Harap Nobar Piala Dunia 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat
New Policy – Pemerintah Pusat, melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, mengapresiasi inisiatif daerah dan swasta dalam mengadakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan ini dianggap sebagai bagian dari New Policy yang bertujuan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam acara olahraga internasional. Dalam acara di Hambalang, Jawa Barat, Jumat, 19 Juni 2026, Prasetyo menyatakan bahwa nobar Piala Dunia menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi lokal dan membangun semangat kebersamaan.
Kebijakan Pusat: Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Nobar Piala Dunia
“Kita juga mengawasi di beberapa wilayah, banyak tindakan nobar yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun swasta. Saya yakin ini merupakan New Policy yang sangat positif dan bermanfaat,” ujar Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Jumat, 19 Juni 2026.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian telah menerbitkan surat edaran (SE) bernomor 400.2.7/4657/SJ pada 15 Juni 2026, yang berisi arahan untuk memfasilitasi nobar Piala Dunia 2026. Surat ini menjadi dasar bagi kepala daerah untuk mengambil langkah konkret dalam mendorong partisipasi masyarakat, sambil tetap menjaga kualitas hiburan dan keamanan di lokasi acara.
Strategi Implementasi Kebijakan Pusat untuk Nobar Piala Dunia
Kebijakan yang diterbitkan Mendagri menekankan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelenggarakan nobar secara terstruktur. Di antaranya, kepala daerah diminta memastikan tempat nonton di area strategis, memanfaatkan ruang publik, serta menyediakan fasilitas yang memadai. Selain itu, kebijakan ini juga mencakup upaya pengelolaan lalu lintas dan pembersihan lingkungan sekitar lokasi acara untuk menjaga kenyamanan warga.
“Saya telah membuat surat edaran agar kepala daerah bisa melaksanakan nobar berdasarkan kondisi dan kemampuan masing-masing. Surat ini menjadi dasar bagi mereka untuk mengambil kebijakan dan mengimbau kecamat serta kepala desa,” terang Mendagri.
Pelaksanaan New Policy ini juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai penjamin keselamatan dan kesuksesan acara. Sejumlah pihak seperti polisi, damkar, dan satuan tugas khusus diterjunkan untuk mendukung kesiapan lokasi nonton dan memastikan kegiatan berjalan lancar. Selain itu, pemerintah pusat berharap nobar bisa dijadikan ajang promosi wisata, khususnya untuk daerah-daerah yang belum terlalu dikenal.
Kemungkinan Dampak Ekonomi dari Nobar Piala Dunia 2026
Menurut Prasetyo, New Policy ini diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi nyata. Dengan melibatkan sektor swasta, diperkirakan akan muncul peluang kerja, peningkatan pengeluaran masyarakat, serta peningkatan penjualan produk lokal seperti makanan, minuman, dan pernakalan. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, khususnya yang berasal dari luar daerah, sehingga mendorong pertumbuhan industri pariwisata.
“Kita berharap kegiatan ini mendorong kegiatan ekonomi nyata di tengah masyarakat. Selain itu, mari kita bersama berdoa dan bersikap optimis bahwa suatu saat Timnas Indonesia pasti bisa berlaga di Piala Dunia,” tambahnya.
Di samping itu, New Policy ini juga diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap prestasi Tim Nasional Indonesia. Prasetyo mengingatkan bahwa semangat kebersamaan selama nobar bisa berdampak pada dukungan lebih besar bagi timnas di ajang internasional. Selain ekonomi, kebijakan ini juga bertujuan membangun komunitas yang lebih solid dan meningkatkan kohesi sosial di tengah persaingan global.
Kemitraan dan Kolaborasi dalam Membangun Ekonomi Lokal
Dalam pelaksanaan New Policy ini, pemerintah pusat menekankan pentingnya kemitraan antar sektor. Pemerintah daerah bekerja sama dengan swasta, serta pihak-pihak lain seperti tokoh masyarakat dan organisasi kota, diharapkan bisa memaksimalkan potensi ekonomi. Contohnya, pihak swasta bisa menyediakan layanan jasa seperti catering, sewa tempat, atau promosi produk mereka selama acara berlangsung.
“Kerja sama antar sektor menjadi kunci keberhasilan New Policy ini. Dengan menyalurkan dana dan sumber daya, kita bisa membangun ekonomi masyarakat secara langsung,” tambah Prasetyo.
Kepala daerah yang berpartisipasi dalam nobar Piala Dunia juga diminta mengevaluasi dampak dari kegiatan tersebut setelah selesai. Evaluasi ini bisa menjadi dasar untuk menyempurnakan kebijakan di masa mendatang. Dengan New Policy yang diusulkan, pemerintah berharap bisa menciptakan model kegiatan nonton bareng yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
New Policy ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat peran daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain nobar, kebijakan ini juga mendorong daerah untuk mengembangkan inisiatif serupa di bidang lain, seperti festival budaya, pertunjukan seni, atau acara komunitas. Dengan demikian, New Policy bisa menjadi penggerak untuk membangun ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dalam upaya mewujudkan New Policy ini, pemerintah juga melibatkan media dalam menyebarkan informasi kegiatan nobar. Berita tentang pelaksanaan acara tersebut akan disampaikan secara teratur, agar masyarakat lebih antusias dan terlibat. Prasetyo mengungkapkan, kegiatan ini adalah bagian dari strategi nasional untuk menghadirkan manfaat nyata dari acara olahraga internasional.