Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Gaya Hidup

Key Issue: 6 Penyakit Mata yang Paling Sering Dialami Lansia, Nomor 2 Dijuluki Pencuri Penglihatan

Betty Smith - faktanaya.com 4 mins baca

6 Penyakit Mata Paling Umum pada Lansia: Glaukoma Disebut "Pencuri Penglihatan" Key Issue: Kesehatan mata menjadi semakin rentan terhadap gangguan seiring

Key Issue: 6 Penyakit Mata yang Paling Sering Dialami Lansia, Nomor 2 Dijuluki Pencuri Penglihatan

6 Penyakit Mata Paling Umum pada Lansia: Glaukoma Disebut “Pencuri Penglihatan”

Key Issue: Kesehatan mata menjadi semakin rentan terhadap gangguan seiring bertambahnya usia. Proses penuaan memengaruhi struktur mata secara alami, namun beberapa penyakit bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan, mengancam fungsi penglihatan. Pemantauan rutin dan pengetahuan tentang penyakit-penyakit ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk kebutaan permanen. Berikut adalah enam kondisi mata yang sering dialami lansia, salah satunya dikenal sebagai “pencuri penglihatan” karena keparahan dampaknya.

1. Katarak: Penyakit yang Mengaburkan Penglihatan

Katarak adalah kondisi di mana lensa mata kehilangan kejernihan, menyebabkan penglihatan yang kabur. Umumnya terjadi pada usia lanjut, penyakit ini bisa dikembalikan ke bentuk aslinya melalui operasi. Gejalanya mencakup penurunan kemampuan melihat objek kecil, sensitivitas terhadap cahaya berlebihan, serta perubahan warna yang kurang tajam. Meski gejala awal mungkin terabaikan, katarak bisa memburuk dengan cepat jika tidak diatasi.

Key Issue: Peningkatan tekanan dalam bola mata dan kurangnya asupan nutrisi bisa mempercepat perkembangan katarak. Untuk menghindari kebutaan, lansia perlu rutin melakukan pemeriksaan mata, terutama jika mengalami gejala seperti sulit membedakan warna atau kebingungan saat beraktivitas di ruangan gelap.

2. Glaukoma: “Pencuri Penglihatan” yang Perlahan Menghancurkan

Key Issue: Glaukoma dikenal sebagai “pencuri penglihatan” karena sering muncul tanpa gejala jelas hingga fungsi penglihatan terganggu secara signifikan. Penyakit ini berkembang akibat peningkatan tekanan intraokular yang merusak saraf optik, sehingga memicu kehilangan penglihatan bertahap.

Glaukoma bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko meningkat pada lansia yang memiliki tekanan darah tinggi atau riwayat keluarga. Kacamata canggih atau obat tetes mata sering digunakan untuk mengurangi tekanan, tetapi keterlambatan diagnosis bisa menyebabkan kerusakan permanen. Pemeriksaan mata berkala sangat disarankan untuk mendeteksi kondisi ini sejak dini.

3. Degenerasi Makula: Gangguan Pada Area Penglihatan Detail

Key Issue: Degenerasi makula memengaruhi retina, khususnya bagian yang bertugas menghasilkan penglihatan jelas, sehingga menyebabkan kesulitan membaca atau mengenali bentuk objek. Kondisi ini bisa diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu degenerasi makula berkeringat (dry AMD) dan degenerasi makula eksudatif (wet AMD), dengan dampak yang berbeda dalam keparahan.

Gejala umum meliputi perubahan warna objek, kesulitan melihat tulisan kecil, dan gangguan di bagian tengah visual. Para lansia yang merokok atau memiliki riwayat penyakit mata pada keluarga lebih rentan mengalami kondisi ini. Pengobatan bisa berupa suplemen antioksidan, perubahan gaya hidup, atau intervensi medis seperti injeksi biologis.

4. Retinopati Diabetik: Dampak Gula Darah Tinggi pada Mata

Key Issue: Retinopati diabetik terjadi karena kadar gula darah tinggi yang merusak pembuluh darah di retina, mengganggu aliran darah dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2, tetapi juga bisa terjadi pada individu yang memiliki diabetes gestasional.

Penyakit ini berkembang perlahan, sehingga banyak pasien baru menyadari keberadaannya setelah terjadi kehilangan penglihatan bagian tengah. Pemantauan rutin kadar gula darah dan pemeriksaan mata berkala menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang mematikan. Diet rendah gula dan penggunaan obat-obatan bisa membantu mengurangi risiko.

5. Pengecilan Kornea: Perubahan Struktur Mata yang Menyebabkan Gangguan Fokus

Key Issue: Pengecilan kornea terjadi akibat penipisan jaringan di bagian depan mata, mengurangi kemampuan refraksi dan memengaruhi fokus penglihatan. Kondisi ini sering terjadi pada lansia yang memiliki riwayat keluarga atau perokok. Gejalanya mencakup penurunan kejernihan penglihatan, kacamata yang terus bertambah tebal, serta kesulitan melihat objek jarak dekat.

Diagnosis awal bisa dilakukan melalui pemeriksaan skleroscopy atau korneametry. Pengobatan mencakup kacamata khusus, lensa kontak, atau operasi untuk mengembalikan bentuk kornea. Penggunaan kacamata dengan lensa silinder juga bisa menjadi solusi sementara hingga perawatan lebih lanjut diberikan.

6. Keratitis Kronis: Peradangan Mata yang Berlangsung Lama

Key Issue: Keratitis kronis adalah peradangan yang berlangsung bertahun-tahun, terkadang disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, atau paparan faktor lingkungan seperti sinar UV. Gejala utama meliputi rasa gatal, kemerahan, dan kesulitan melihat objek dengan jelas. Kondisi ini bisa memburuk jika tidak diatasi, menyebabkan pembengkakan atau penipisan lapisan luar mata.

Pencegahan keratitis kronis melibatkan penggunaan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan dan kebiasaan mencuci tangan yang baik. Jika gejala muncul, perawatan dengan obat antihistamin atau antibiotik bisa dilakukan. Lansia dengan sistem imun lemah lebih rentan mengalami kondisi ini, sehingga perlindungan tambahan sangat diperlukan.

Key Issue: Dengan memahami keenam penyakit ini, lansia bisa lebih waspada terhadap ancaman gangguan penglihatan. Pemeriksaan mata berkala, gaya hidup sehat, dan pengobatan dini menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mata sepanjang masa. Jangan menunda ke dokter jika ada gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ikut berdiskusi