Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

New Policy: Reklamasi 223,43 Ha Lahan, Weda Bay Nickel Pulihkan Fungsi Ekologis Kawasan Tambang

Robert Jones - faktanaya.com 3 mins baca

New Policy: PT Weda Bay Nickel Reklamasi 223,43 Ha Lahan untuk Pulihkan Fungsi Ekologis Kawasan Tambang New Policy - Dalam rangka menerapkan New Policy , PT

New Policy: Reklamasi 223,43 Ha Lahan, Weda Bay Nickel Pulihkan Fungsi Ekologis Kawasan Tambang

New Policy: PT Weda Bay Nickel Reklamasi 223,43 Ha Lahan untuk Pulihkan Fungsi Ekologis Kawasan Tambang

New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy, PT Weda Bay Nickel (WBN) melanjutkan komitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan melalui program reklamasi lahan yang berkelanjutan. Dengan total luas area yang telah diperbaiki mencapai 223,43 hektare, upaya ini diharapkan menjadi model keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan tambang. New Policy ini menjadi pilar strategi perusahaan untuk memastikan aktivitas operasional tidak merusak ekosistem secara permanen, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan karyawan serta masyarakat sekitar.

Strategi Reklamasi yang Berbasis New Policy

“Melalui New Policy, kami fokus pada restorasi lingkungan yang holistik, mulai dari perencanaan hingga implementasi tindakan pasca-tambang,” jelas Ronggour Siahaan dalam siaran persnya, Jumat, 17 Juli 2026.

Reklamasi lahan menjadi bagian penting dari New Policy WBN, yang bertujuan mempercepat pemulihan fungsi ekologis di area tambang. Proses ini melibatkan penerapan teknik reboisasi dan revegetasi yang disesuaikan dengan kondisi geografis lokal. Dengan dukungan Kementerian ESDM, perusahaan mengembangkan rencana pemulihan yang terukur dan berkelanjutan, termasuk penggunaan fasilitas nursery seluas 2,02 hektare untuk memastikan ketersediaan benih tanaman yang tepat.

Perusahaan juga memperkenalkan sistem pemantauan berkelanjutan selama fase reklamasi, dengan menetapkan indikator keberhasilan yang jelas. Tujuan utama New Policy ini adalah mengembalikan keanekaragaman hayati, mengurangi erosi tanah, serta meningkatkan kualitas air di sekitar kawasan tambang. Proses ini dilakukan bertahap, mulai dari lokasi yang paling rentan hingga area dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Pelaksanaan New Policy di Tiga Wilayah Operasional

Berdasarkan laporan terkini, kegiatan reklamasi telah berlangsung di tiga lokasi utama, yaitu Kao Rahai, Biri-Biri, dan Tofu. Masing-masing area diberikan perhatian khusus sesuai dengan kebutuhan lokal. New Policy WBN tidak hanya mengutamakan restorasi vegetasi, tetapi juga melibatkan komunitas setempat dalam menanam pohon dan menjaga lingkungan setelah aktivitas tambang selesai.

Dalam satu proyek baru pada Juni 2026, WBN menanam 1.000 bibit pohon di tiga lokasi tersebut, sebagai bagian dari New Policy yang berfokus pada pengembangan kawasan hijau. Keterlibatan karyawan dan mitra kerja juga ditingkatkan melalui pelatihan pertanian ramah lingkungan, serta penelitian tentang spesies tumbuhan yang cocok untuk kondisi daerah.

Kemitraan dengan pemerintah setempat dan organisasi lingkungan menjadi faktor kunci keberhasilan New Policy. Perusahaan bekerja sama dengan lembaga terkait untuk memastikan kebijakan reklamasi dijalankan sesuai standar nasional dan internasional. Selain itu, New Policy juga menyasar pengurangan emisi karbon dan peningkatan kapasitas cadangan air tanah sebagai langkah ekologis tambahan.

Komitmen terhadap Lingkungan sebagai Bagian dari New Policy

“Kami percaya bahwa New Policy ini tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga menjadi keharusan moral perusahaan untuk menjaga ekosistem alam sebagai aset yang berharga,” tutur Ronggour Siahaan.

Reklamasi 223,43 hektare tidak terlepas dari New Policy yang menekankan pendekatan berbasis keberlanjutan. Proses revegetasi dilakukan dengan memilih tanaman yang memiliki daya dukung tinggi terhadap tanah dan adaptif terhadap iklim lokal. Selain itu, perusahaan juga melakukan konservasi air melalui pembangunan embung dan alur drainase yang efektif.

Keberhasilan New Policy akan diukur berdasarkan kualitas tanah, keberlanjutan vegetasi, serta peningkatan biodiversitas di sekitar kawasan tambang. WBN menyatakan bahwa mereka akan terus mengoptimalkan program ini, dengan rencana untuk menambah 500 hektare lahan yang akan direklamasi pada tahun ini. New Policy ini diharapkan menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan sumber daya alam yang berdampak positif bagi lingkungan.

Ikut berdiskusi