Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Key Issue: Airlangga Tegaskan Indonesia Netral dalam Digital AI, Tak Berpihak ke AS Maupun China

Sarah Johnson - faktanaya.com 2 mins baca

Indonesia Netral dalam Pengembangan AI, Tak Berpihak ke AS atau Tiongkok Key Issue – Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomi Airlangga Hartarto

Key Issue: Airlangga Tegaskan Indonesia Netral dalam Digital AI, Tak Berpihak ke AS Maupun China

Indonesia Netral dalam Pengembangan AI, Tak Berpihak ke AS atau Tiongkok

Key Issue – Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomi Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia tetap menjaga sikap netral dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), tidak memihak antara Amerika Serikat (AS) maupun Tiongkok. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Shanghai, Sabtu, 18 Juli 2026, di mana Airlangga menekankan bahwa AI sebagai alat teknologi bersifat netral dan tidak memiliki orientasi politik.

Key Issue dalam Posisi Indonesia di Dunia AI

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Airlangga mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan adalah bagian dari ekosistem digital global yang dinamis. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menimbulkan isu keamanan dan kebijakan internasional. Indonesia, menurut Airlangga, ingin memastikan bahwa pengembangan AI tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik negara-negara besar.

“AI adalah alat yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun, termasuk Indonesia. Kami tidak ingin teknologi ini menjadi katalis konflik antar-negara, tetapi sebaliknya menjadi jembatan untuk kolaborasi dan inovasi bersama,” jelas Airlangga.

Kebijakan netral ini bertujuan agar Indonesia tetap berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem digital global tanpa terjebak dalam rivalitas antara AS dan Tiongkok. Airlangga menambahkan bahwa sikap netral ini juga didukung oleh kebijakan luar negeri yang menekankan kerja sama multilateral dan keseimbangan dalam diplomasi teknologi.

Key Issue: Pax Silica dan Perannya dalam Keamanan Ekosistem Digital

Dalam upaya menciptakan keamanan ekosistem digital, Indonesia terlibat dalam inisiatif Pax Silica yang diusung AS. Program ini bertujuan memperkuat rantai pasokan kecerdasan buatan, mengurangi risiko keamanan, dan memastikan teknologi AI tidak dikontrol sepenuhnya oleh satu negara. Airlangga menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Pax Silica bukanlah pengakuan pihak AS, tetapi lebih pada keinginan negara ini untuk menjadi bagian dari konsensus internasional tentang AI.

“Key Issue ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjaga keseimbangan dalam permainan global AI. Pax Silica dan WAICO tidak saling bertentangan, tetapi saling melengkapi dalam membangun standar keamanan dan inovasi bersama,” tambah Airlangga.

WAICO, yang merupakan organisasi kecerdasan buatan yang didirikan oleh Tiongkok, juga menjadi bagian dari kebijakan Indonesia. Meski awalnya terlibat dalam deklarasi WAICO, pemerintah Indonesia terus mengejar kerja sama dengan berbagai negara, termasuk AS, untuk menggarap kecerdasan buatan secara holistik. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ingin memperkuat posisi ekonomi digital, tetapi juga mendorong inovasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Indonesia menempatkan dirinya sebagai pihak netral dalam kerja sama teknologi AI, dengan mempertimbangkan keuntungan dan risiko dari kedua belah pihak. Airlangga mengungkapkan bahwa AS dan Tiongkok masing-masing memiliki kelebihan dalam bidang teknologi AI, sehingga Indonesia ingin mengambil kelebihan tersebut tanpa meninggalkan prinsip kemandirian dan kesetaraan dalam berpartisipasi di pasar global.

Ikut berdiskusi