Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Latest Program: UMKM Masuk Ritel Modern Kini Bebas Bea Administrasi, Kementerian UMKM dan Aprindo Teken MoU

Richard Garcia - faktanaya.com 2 mins baca

UMKM Terbuka Akses ke Pasar Modern, Kementerian UMKM dan Aprindo Teken Kemitraan Latest Program - Jakarta, VIVA – Perjanjian kerja sama untuk pengembangan

Latest Program: UMKM Masuk Ritel Modern Kini Bebas Bea Administrasi, Kementerian UMKM dan Aprindo Teken MoU

UMKM Terbuka Akses ke Pasar Modern, Kementerian UMKM dan Aprindo Teken Kemitraan

Latest Program – Jakarta, VIVA – Perjanjian kerja sama untuk pengembangan kemitraan usaha mikro antara Kementerian UMKM dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah resmi ditandatangani. Tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengakses pasar ritel modern tanpa biaya administrasi tambahan.

Kebijakan Menyasar Penguatan Daya Saing UMKM

Helvi Moraza, Wakil Menteri UMKM, menyatakan pemerintah berkomitmen mendorong UKM berkualitas agar tidak hanya bertumbuh di pasar lokal, tetapi juga dapat memasuki sektor ritel modern, perhotelan, industri, serta pasar digital.

“Kami ingin UKM berpotensi tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu masuk ke jaringan ritel modern, perhotelan, industri, dan pasar digital,” tutur Helvi dalam pernyataannya, Sabtu, 18 Juli 2026.

Keputusan ini bertujuan memperluas ruang gerak UKM dan memperkuat daya saing mereka di pasar modern. Helvi menambahkan, kerja sama ini merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 yang menekankan penguatan kemitraan serta akses pasar untuk usaha mikro.

Kegiatan Kumitra 2026 Mendorong Pertumbuhan UKM

Dalam acara Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM juga menggelar berbagai inisiatif untuk mendorong pertumbuhan UKM. Di antaranya, seminar literasi digitalisasi dan peningkatan kapasitas teknologi melalui program Juragan UMKM.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian UMKM memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha UKM dengan 10 perusahaan besar dan jaringan ritel nasional. Hasilnya, tercatat potensi transaksi hingga Rp 7,155 miliar.

Helvi menekankan bahwa semua langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah mendukung target 10 juta penduduk aktif berusaha dan bekerja. Selain itu, ia juga meresmikan PLUT KUMKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo.

PLUT KUMKM DIY akan berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan nama Balai Layanan Usaha Terpadu. Institusi ini nantinya juga mengelola kawasan Teras Malioboro.

Ilustrasi ritel modern. Photo : Antara/Wahyu Putro

Ikut berdiskusi