IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi Seiring Anjloknya Bursa Asia dan Wall Street
rancam Koreksi IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi Seiring - Jakarta, VIVA – Pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 41
Indeks IHSG Membuka dengan Penguatan Meski Terancam Koreksi
IHSG Dibuka Menguat Dibayangi Koreksi Seiring – Jakarta, VIVA – Pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 41 poin atau 0,67 persen, mencapai level 6.273.
Kondisi Pasar Global
Bursa Asia dan Wall Street mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026, yang memengaruhi suasana pasar domestik.
Konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat memicu kenaikan harga minyak mentah, mencapai US$90 per barel, yang memperparah kekhawatiran inflasi.
Kenaikan harga minyak juga menyebabkan gangguan pada lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Pada Minggu, hanya sedikit kapal yang berhasil melewati jalur tersebut, dengan satu kapal dilaporkan terbakar.
Analisis dan Prediksi
“IHSG masih rentan koreksi, selama tidak mampu melangkah di atas level 6.300,” jelas Fanny Suherman, analis ritel dari Fanny Suherman.
Analisis tersebut didasarkan pada pergerakan harga minyak yang kembali menjadi faktor dominan dalam dinamika pasar.
Di sisi lain, pasar saham China menguat 1,5 persen, sementara Hang Seng Hong Kong melonjak 2,36 persen, menunjukkan keberhasilan dalam menarik investasi.
Korea Selatan mengalami pergerakan beragam, dengan Kospi turun 4,5 persen dan Kosdaq melemah 5,3 persen. Indeks ASX 200 Australia juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen.
Situasi Pasar Saham
Pada perdagangan Senin, indeks Wall Street secara konsisten ditutup dalam tren penurunan, dengan S&P 500 terkoreksi 0,19 persen, Nasdaq Composite turun 0,05 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,59 persen.
Penurunan signifikan pada Dow Jones dipicu oleh anjloknya saham Apple lebih dari 2 persen, yang menjadi salah satu pendorong utama.
Investor terus memantau laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang diharapkan menjadi pendorong kenaikan saham berbasis AI.