IHSG Dibuka Menghijau Serta Berpotensi Lanjut Menguat Serupa Bursa Asia dan Wall Street
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Menghijau Serta Berpotensi untuk melanjutkan momentum positifnya. Pada perdagangan Rabu, 22 Juli
IHSG Dibuka Menghijau Serta Berpotensi Menguat Lanjut
Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Menghijau Serta Berpotensi untuk melanjutkan momentum positifnya. Pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 25 poin atau setara dengan 0,41 persen. Level penutupan awal indeks tercatat di angka 6.366, menunjukkan sentimen optimis dari para pelaku pasar.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, menilai bahwa kondisi pasar saat ini memberikan peluang signifikan bagi IHSG untuk melanjutkan tren kenaikan. Ia menjelaskan bahwa indeks telah berhasil menembus level resistensi penting yang berada di kisaran 6.300 hingga 6.320. Tembusnya level ini menjadi sinyal positif bagi investor yang menunggu konfirmasi arah pasar.
“IHSG sudah break di atas resistance kuat di 6.300-6.320. Jika IHSG terus bertahan di atas 6.300, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6.700-6.850 middle term,” kata Fanny dalam riset hariannya.
Di sisi lain, Fanny juga memberikan skenario jika terjadi penurunan. Ia menyebutkan bahwa apabila indeks kembali jatuh di bawah 6.300, maka koreksi menuju level 6.000-an menjadi kemungkinan yang perlu diwaspadai oleh investor. Level support IHSG berada di rentang 6.230-6.300 sementara resistensi di 6.380-6.470.
Performa Pasar Asia dan Wall Street Mendukung Optimisme
Sebelumnya, sebagian besar bursa di kawasan Asia mencatatkan penguatan pada perdagangan Selasa. Beberapa indeks utama menunjukkan pergerakan positif yang signifikan, termasuk Taiex Taiwan yang melonjak 4,2 persen dan Kospi Korea Selatan yang naik 3,56 persen. Nikkei 225 Jepang juga mencatatkan kenaikan 3,26 persen, sementara Topix meningkat 2,44 persen.
Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong mengalami koreksi tipis sebesar 0,04 persen. ASX 200 Australia naik 0,02 persen, Kosdaq menguat 0,49 persen, dan Straits Times bertambah 0,45 persen. Hanya FTSE Malaysia yang tercatat berkurang 0,11 persen. Penguatan ini terjadi setelah tiga hari berturut-turut bursa Asia mengalami penurunan.
Aksi jual terhadap saham perusahaan chip mulai mereda menjelang pengumuman laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar di pekan ini. Kenaikan harga minyak bumi serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor yang membuat investor lebih berhati-hati. Hal ini turut mendorong pergeseran alokasi dari saham teknologi.
Kini, fokus utama investor beralih pada rilis pendapatan perusahaan-perusahaan besar untuk mencari tanda apakah kemajuan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dapat dipertahankan. Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street juga ditutup menguat pada perdagangan Selasa. Rally pada saham semikonduktor serta laporan keuangan emiten yang mayoritas melampaui ekspektasi menjadi pendorong utama.
Dow Jones Industrial Average naik 0,74 persen, S&P 500 menguat 0,89 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,29 persen. Sentimen positif ini juga datang dari musim laporan keuangan kuartal II-2026 yang sejauh ini menunjukkan hasil solid. Dengan dukungan dari pasar global, IHSG Dibuka Menghijau Serta Berpotensi untuk melanjutkan penguatan dalam beberapa hari ke depan.