BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal sebagai BNI mengonfirmasi bahwa seluruh prosedur pendaftaran serta aktivasi rekening Program
BNI Klarifikasi Proses Aktivasi PIP Melalui Inisiatif Keluarga Siswa
Faktanaya.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau yang lebih dikenal sebagai BNI mengonfirmasi bahwa seluruh prosedur pendaftaran serta aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) untuk seorang pelajar di kantor cabang BNI Lubuk Pakam telah rampung. Semua syarat dan langkah yang dibutuhkan telah terpenuhi, sehingga proses aktivasi rekening tersebut dapat diselesaikan dengan tuntas.
Klarifikasi ini menyusul viralnya rekaman video di platform media sosial yang menampilkan seorang siswa tiba di BNI Lubuk Pakam dalam keadaan sakit, menggunakan ambulans lengkap dengan tempat tidur pasien.
Respons BNI Terhadap Kondisi Siswa
Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menyampaikan bahwa perseroan turut merasakan kekhawatiran atas situasi yang dihadapi siswa beserta keluarganya. Perusahaan juga menyadari adanya perhatian publik terhadap kejadian ini dan menegaskan bahwa petugas telah memberikan penjelasan serta pendampingan selama proses pelayanan berlangsung.
“Kami telah membantu menyelesaikan seluruh proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP siswa yang bersangkutan. Petugas BNI mendampingi keluarga dalam setiap tahapan hingga seluruh proses berhasil dituntaskan,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Okki, insiden ini berkaitan erat dengan proses pendaftaran dan aktivasi rekening PIP. Sejak awal, petugas telah menginformasikan kepada keluarga bahwa proses tersebut tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. Hal ini mengingat masa pelaksanaan masih berlangsung hingga akhir tahun 2026, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan siswa pada saat itu.
Petugas juga telah menyampaikan bahwa proses aktivasi dapat dilanjutkan setelah kondisi siswa membaik. Ketika keluarga kembali pada hari yang sama untuk melanjutkan proses tersebut, petugas menyampaikan bahwa siswa dapat tetap berada di dalam ambulans apabila kondisinya belum memungkinkan untuk masuk ke kantor cabang.
“Kehadiran siswa menggunakan ambulans dan tempat tidur pasien bukan atas permintaan maupun arahan petugas BNI. Sebelumnya, keluarga telah memperoleh penjelasan bahwa proses aktivasi masih dapat dilakukan sesuai dengan batas waktu yang tersedia,” kata Okki.
Saat keluarga melanjutkan proses aktivasi, petugas BNI tetap memberikan pendampingan dan membantu penyelesaian seluruh tahapan yang diperlukan. Setelah persyaratan dipenuhi, proses aktivasi rekening dapat diselesaikan.
Mekanisme Pelayanan Khusus BNI
BNI juga memiliki mekanisme pelayanan bagi nasabah dengan kondisi kesehatan atau kebutuhan khusus. Apabila diperlukan, pelayanan dapat dikoordinasikan agar petugas hadir menemui nasabah melalui pengaturan dan janji temu sebelumnya, dengan tetap memperhatikan ketentuan, aspek keamanan, serta kebutuhan verifikasi dalam setiap layanan.