Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Metro

Pramono Sebut Alphard Viral Terobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 3 mins baca

Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kembali viral di media sosial

Pramono Sebut Alphard Viral Terobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu

Pramono Sebut Alphard Viral Terobos Lampu Merah Pakai Pelat Palsu

Faktanaya.com – Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kembali viral di media sosial. Pramono Sebut Alphard Viral Terobos – insiden ini bermula ketika seorang sopir kendaraan mewah tersebut diduga menerobos lampu merah, sehingga memicu reaksi keras dari petugas keamanan bernama Vicol. Video perdebatan antara keduanya pun menyebar luas dan menarik perhatian publik serta pejabat pemerintah.

Kronologi Kejadian di Bundaran HI

Menurut keterangan yang beredar, kejadian ini terjadi pada siang hari ketika lampu lalu lintas berubah menjadi merah. Vicol, yang sedang bertugas di area tersebut, melihat mobil Alphard tetap melaju padahal pejalan kaki sedang menyeberang. Situasi ini membuat petugas keamanan tersebut merasa perlu mengambil tindakan langsung untuk mengingatkan pengemudi.

Reaksi spontan Vicol berupa pemukatan pada kaca mobil Alphard kemudian terekam oleh kamera dan menjadi bahan perbincangan hangat. Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara Vicol yang berteriak kepada pengemudi mobil tersebut sambil menunjukkan ketidakpuasannya terhadap perilaku pengendara yang tidak mematuhi rambu lalu lintas.

Insiden ini kemudian dibawa ke Pos Polisi Thamrin untuk dilakukan mediasi antara kedua belah pihak. Proses mediasi ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara damai sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut. Masyarakat pun menunggu hasil dari proses mediasi tersebut dengan penuh perhatian.

Konfirmasi Plat Palsu oleh Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai kasus ini. Ia mengonfirmasi bahwa mobil Alphard yang terlibat memang melakukan pelanggaran lalu lintas dengan menerobos lampu merah. Yang lebih menarik, Pramono juga menyatakan bahwa plat nomor yang terpasang pada mobil tersebut merupakan plat palsu.

“Dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar. Dan kemudian kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai plat itu adalah plat palsu,” ucap Pramono kepada wartawan, Jumat, 24 Juli 2026.

Konfirmasi ini memberikan dasar hukum yang kuat untuk memberikan sanksi kepada pengemudi yang terlibat. Penggunaan plat palsu merupakan pelanggaran serius yang dapat dikenakan sanksi tambahan selain pelanggaran lalu lintas biasa. Pramono menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dalam kasus semacam ini.

Pendekatan Sanksi dan Perlindungan Satpam

Pramono Anung secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Vicol sebagai petugas keamanan yang menjalankan tugasnya. Ia meminta agar Vicol tidak dipecat dari pekerjaannya karena telah melakukan tindakan yang sesuai dengan kewajibannya. Menurut Gubernur DKI, Vicol hanya menjalankan fungsinya sebagai penjaga ketertiban di area tersebut.

“Jadi untuk satpamnya sekali lagi saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa karena satpam inilah yang menjalankan tugas,” tuturnya.

Sementara itu, Pramono juga mendorong aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas kepada pengemudi Alphard. Ia menyatakan bahwa jika masalah ini tidak dapat diselesaikan secara damai melalui mediasi, maka tindakan hukum harus segera diambil. Pengemudi yang dianggap bersalah harus menerima konsekuensi atas perbuatannya.

“Saya sudah minta untuk aparat penegak hukum, kalau kemudian ini tidak bisa diselesaikan secara baik, ya tentunya yang melakukan seakan-akan berkuasa begitu padahal dia salah, itu harus diberi sanksi,” ungkap dia.

Dampak Sosial dan Harapan Masyarakat

Insiden ini telah menjadi contoh nyata bagaimana perilaku pengendara yang tidak bertanggung jawab dapat memicu reaksi dari masyarakat. Banyak warga yang mendukung tindakan Vicol karena merasa bahwa pejalan kaki sering kali tidak mendapat prioritas di jalan raya. Kasus ini juga menyoroti masalah penggunaan plat palsu yang semakin marak di Jakarta.

Harapan masyarakat adalah agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pengendara untuk lebih menghormati aturan lalu lintas. Selain itu, penggunaan plat palsu harus segera ditindaklanjuti agar tidak semakin meluas. Mediasi di Pos Polisi Thamrin diharapkan dapat memberikan solusi yang adil bagi kedua belah pihak yang terlibat.

Sebagai penutup, Pramono Sebut Alphard Viral Terobos – insiden ini bukan hanya tentang satu mobil atau satu petugas, tetapi tentang bagaimana kita sebagai masyarakat dapat menjaga ketertiban dan keadilan di jalan raya. Semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi contoh bagi kasus serupa di masa mendatang.

Ikut berdiskusi