Bambang Pamungkas Bahas Hilangnya Striker Murni di Sepak Bola Modern
Perubahan sistem permainan dalam sepak bola kontemporer telah menyebabkan kehadiran penyerang tradisional atau nomor sembilan menjadi semakin langka. Bambang
Legenda Timnas Indonesia Soroti Pergeseran Peran Striker di Era Modern
Perkembangan Taktik Mengubah Wajah Penyerang
Faktanaya.com – Perubahan sistem permainan dalam sepak bola kontemporer telah menyebabkan kehadiran penyerang tradisional atau nomor sembilan menjadi semakin langka. Bambang Pamungkas, legenda tim nasional Indonesia, menyoroti fenomena ini dengan menilai bahwa transformasi taktik telah meredefinisi tugas seorang penyerang dibandingkan periode ketika ia masih berkarier.
Legenda yang dikenal dengan panggilan Bepe menyampaikan pandangannya tersebut pada acara Trophy Tour ASEAN Hyundai Cup 2026 yang diselenggarakan di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
Mantan kapten skuat Garuda itu menjelaskan bahwa pada masa keemasannya, sebagian besar klub masih mengandalkan formasi dengan dua penyerang. Kondisi ini memungkinkan striker untuk lebih berkonsentrasi pada peran utamanya sebagai penyelesai serangan di depan gawang lawan.
“Memang sepak bola terus berkembang. Di era saya dan Cristian Gonzales, sistem permainannya berbeda. Saat itu banyak tim yang menggunakan dua penyerang,” ujar Bambang.
Saat ini, situasi telah berubah drastis. Hampir seluruh tim beralih ke penggunaan satu penyerang tunggal dengan beban tanggung jawab yang jauh lebih berat dan beragam dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang hampir semua tim menggunakan satu penyerang. Itu pun tidak banyak yang benar-benar berperan sebagai target man,” lanjut pria yang akrab disapa Bepe itu.
Bepe menjabarkan bahwa dirinya bersama Christian Gonzales dikenal sebagai tipe penyerang yang lebih banyak beroperasi di dalam area kotak penalti, mengingat tugas utama mereka adalah sebagai finisher. Namun, peran klasik tersebut kini mulai mengalami pergeseran seiring dengan tuntutan taktik yang semakin berkembang dalam sepak bola modern.
“Saya dan Christian mungkin dikenal sebagai pemain yang lebih banyak bergerak di area kotak penalti karena memang tugas kami adalah sebagai finisher,” ungkapnya.
Menurut analisis Bepe, penyerang generasi sekarang tidak lagi hanya dituntut untuk mencetak gol. Mereka harus mampu membuka ruang bagi rekan setim, menekan lawan sejak lini depan, membantu proses membangun serangan, serta berkontribusi aktif dalam fase pertahanan tim.
“Sepak bola sekarang semakin mengandalkan strategi, sistem permainan, dan kecepatan sehingga membuat permainan menjadi jauh lebih dinamis.”
Meskipun mengakui adanya perubahan signifikan, Bepe tidak memandang hal ini sebagai ancaman bagi masa depan penyerang Indonesia. Justru, ia optimis bahwa proses regenerasi yang berjalan lancar akan terus menghasilkan talenta-talenta berkualitas.
“Sebagai pemain maupun penikmat sepak bola, kita juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Walaupun sejujurnya saya tidak mengkhawatirkan kualitas penyerang Indonesia. Saya yakin ketika kita memiliki regenerasi yang baik, akan selalu muncul penyerang-penyerang berkualitas,” beber Bambang.