Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Prabowo Mau Rapat Bareng Kadin Digelar Rutin Tiap Tiga Bulan Sekali

Sarah Johnson - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan dengan dunia usaha semakin terlihat jelas. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui

Prabowo Mau Rapat Bareng Kadin Digelar Rutin Tiap Tiga Bulan Sekali

Prabowo Mau Rapat Bareng Kadin: Pertemuan Rutin Tiga Bulan Sekali untuk Dorong Ekonomi

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan dengan dunia usaha semakin terlihat jelas. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan untuk mengadakan pertemuan rutin bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi pelaku usaha secara berkala dan berkelanjutan.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung setiap tiga bulan sekali ini akan menjadi forum penting bagi kedua belah pihak untuk membahas berbagai isu krusial. Melalui mekanisme ini, KADIN akan memiliki kesempatan lebih luas untuk menyampaikan masukan dari berbagai sektor industri dan asosiasi usaha di seluruh Indonesia.

Isu-Isu Prioritas dalam Rapat Rutin

Dalam pertemuan pertama yang telah dilaksanakan, sejumlah topik strategis berhasil dibahas secara komprehensif. Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa pertemuan ini akan membahas isu-isu yang relevan dengan kondisi ekonomi nasional. Beberapa pembahasan meliputi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI), serta ketahanan pangan nasional.

“Yang paling kami sangat berterima kasih, Pak Presiden mengatakan berkenan untuk mengadakan rapat berkala dengan Kadin. Mudah-mudahan bisa tiga bulan dan nanti diminta per sektor supaya bisa lebih fokus dan tahu kondisi di lapangan sampai kepada daerah,” kata Anindya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2026.

Selain isu-isu domestik, hubungan luar negeri juga menjadi salah satu pembahasan penting. Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, KADIN menilai komunikasi intensif antara pemerintah, KADIN daerah, asosiasi, dan himpunan usaha menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perdagangan, investasi, serta rantai pasok dunia yang semakin terintegrasi.

Perwakilan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) juga turut memberikan masukan berharga. Mereka menyoroti peluang pekerjaan bagi kontraktor di daerah-daerah yang masih terbuka lebar, meskipun menghadapi tantangan kondisi fiskal saat ini. Masukan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pembangunan infrastruktur nasional.

Isu-isu spesifik dari berbagai daerah juga berhasil diangkat dalam pertemuan tersebut. Aspal Buton dari Sulawesi Tenggara, komoditas tembakau dari Jawa Timur, serta sektor pariwisata menjadi beberapa contoh isu yang mendapat perhatian khusus. Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan rutin ini tidak hanya membahas isu nasional, tetapi juga memperhatikan kebutuhan daerah.

Optimisme Dunia Usaha di Tengah Tantangan Global

Anindya Bakrie menyampaikan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi cukup banyak, KADIN tetap optimistis. Strategi yang dipilih adalah meningkatkan komunikasi, terus berupaya, dan mencari berbagai terobosan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu dunia usaha menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

“Jadi, secara umum Kadin melihat tantangan memang banyak, tetapi kami tetap optimistis. Kami memilih meningkatkan komunikasi, terus berupaya, dan mencari berbagai terobosan di lapangan,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap terbuka terhadap masukan yang disampaikan. Beliau menerima dengan baik berbagai pandangan dari para pengurus dan perwakilan KADIN dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberadaan mekanisme rapat rutin ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan pertemuan yang terjadwal secara berkala, diharapkan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Ikut berdiskusi