Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM B50 di Tapanuli Selatan Lancar

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 2 mins baca

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan

Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM B50 di Tapanuli Selatan Lancar

Yuliot Tinjau Distribusi BBM B50 di Tapanuli Selatan

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kunjungan ini bertujuan meninjau ketersediaan serta penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan menyerap pengalaman masyarakat yang telah memanfaatkan biodiesel B50 dalam kegiatan sehari-hari.

Tujuan utama peninjauan ini adalah memastikan kelancaran pasokan BBM dan mengevaluasi implementasi program mandatori B50 yang sudah diterapkan secara nasional. Evaluasi juga mencakup dampaknya terhadap performa kendaraan yang digunakan oleh masyarakat.

“Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Yuliot dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pengalaman Pengguna B50

Selama kunjungan, Yuliot berdialog dengan beberapa pengguna B50 yang mengandalkan kendaraan diesel untuk mencari nafkah. Salah satunya adalah Nainggolan, berusia 47 tahun, seorang pengemudi pikap pengangkut ikan asin. Ia mengaku tidak mengalami kendala pada mesin kendaraannya sejak beralih ke B50.

“Usai memakai B50, sama saja, tidak ada masalah apa-apa pada mesin. Lancar-lancar saja,” kata Nainggolan.

Pengalaman serupa juga disampaikan oleh Herwin Siregar, berusia 47 tahun. Ia merupakan pengemudi angkutan umum yang melayani rute Medan-Sipahutar dan telah menggunakan kendaraan Mitsubishi L300 selama delapan tahun. Herwin menyatakan bahwa kendaraannya tetap beroperasi normal dengan B50. Setiap harinya, ia menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan biaya bahan bakar mencapai Rp450 ribu.

“Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450 ribu untuk perjalanan enam jam. Aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak,” ujarnya.

Evaluasi Program B50

Pengalaman para pengemudi tersebut menjadi salah satu indikator awal pelaksanaan program B50 di tingkat pengguna. Pemerintah menilai masukan langsung dari masyarakat sangat penting untuk melengkapi evaluasi implementasi kebijakan, selain memastikan distribusi bahan bakar berjalan lancar.

Peninjauan di SPBU 14.227.322 Sipirok juga merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM sekaligus mengawal pelaksanaan mandatori B50 agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Ikut berdiskusi