Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau Dilengserkan
Posisi Gianni Infantino sebagai kepala FIFA kini semakin goyah. Setelah proyek kontroversial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) gagal disahkan, sang
Infantino Hadapi Ancaman Mundur Setelah Gagal Luluskan FFE
Faktanaya.com – Posisi Gianni Infantino sebagai kepala FIFA kini semakin goyah. Setelah proyek kontroversial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) gagal disahkan, sang presiden asal Swiss tersebut menghadapi tekanan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Para pemimpin sepak bola Eropa mulai menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap cara Infantino memimpin organisasi sepak bola dunia.
Menurut kabar yang beredar, UEFA bersiap mengajukan mosi tidak percaya jika Infantino tidak segera mengundurkan diri dari jabatannya. Ancaman ini datang setelah serangkaian pertemuan tertutup antara para anggota UEFA yang membahas masa depan kepemimpinan FIFA. Beberapa sumber internal yang tidak ingin namanya disebut menyebutkan bahwa tuntutan agar Infantino mundur kian menguat di kalangan federasi anggota.
Desakan dari Anggota UEFA Semakin Kuat
Laporan yang dimuat The Telegraph mengungkap bahwa sebagian besar federasi anggota UEFA telah kehabisan kesabaran terhadap kepemimpinan Infantino. Bahkan, beberapa sumber internal yang tidak ingin namanya disebut menyebutkan bahwa tuntutan agar Infantino mundur kian menguat. Para pemimpin sepak bola Eropa merasa bahwa Infantino tidak cukup mendengarkan aspirasi mereka dalam pengambilan keputusan penting.
“Negara-negara anggota sepak bola Eropa akan memicu mosi tidak percaya kecuali presiden FIFA yang sedang berada di bawah tekanan mengundurkan diri,” tulis laporan eksklusif The Telegraph.
Ancaman ini bukanlah omong kosong belaka. UEFA dikabarkan telah menyiapkan jalur politik untuk menggulirkan mosi tersebut dan hanya memerlukan sekitar 43 suara agar prosesnya bisa diajukan secara resmi. Angka ini menunjukkan bahwa dukungan untuk mosi tidak percaya cukup solid di antara anggota UEFA.
Proyek FFE yang Menuai Penolakan
Kemarahan terhadap Infantino bermula dari proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas yang dirancang untuk mengelola seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Dalam konsep yang ditawarkan, pengelolaan bisnis FIFA akan melibatkan investor swasta, sementara FIFA hanya memegang status golden share atau pemegang saham emas.
Rencana ini justru memantik gelombang penolakan besar dari berbagai konfederasi dunia. UEFA menjadi pihak yang paling keras menentang. Sikap serupa kemudian diikuti CONCACAF dan AFC yang kompak menilai proyek tersebut berpotensi mengubah arah tata kelola sepak bola dunia. Mereka khawatir dengan dominasi investor swasta dalam pengambilan keputusan sepak bola global.
Infantino Terpaksa Menarik Proposal
Tekanan yang datang dari mayoritas anggota FIFA akhirnya membuat Infantino tak punya banyak pilihan. Proposal FFE resmi ditarik setelah gagal mendapatkan dukungan lebih dari separuh dari 211 federasi anggota FIFA. Keputusan ini menunjukkan bahwa Infantino masih perlu mendengarkan suara anggota FIFA dengan lebih baik.
Keputusan FIFA membatalkan FFE langsung disambut positif UEFA. Konfederasi sepak bola Eropa itu menyatakan siap membuka pembicaraan baru demi mencari formula distribusi dana pengembangan sepak bola yang dinilai lebih adil dan transparan. Mereka berharap Infantino bisa bekerja sama dalam mencari solusi terbaik untuk semua pihak.
“UEFA akan segera bekerja sama dengan para mitra dan pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk mengusulkan cara baru dalam mendistribusikan sumber daya melalui FIFA Forward,” demikian pernyataan resmi UEFA.
Ke depan, Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau tetap bertahan menghadapi tantangan besar. Masa depan kepemimpinannya di FIFA akan ditentukan oleh kemampuannya membangun kembali kepercayaan dari anggota FIFA, terutama dari UEFA yang menjadi penentang utama proyek FFE. Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya sang presiden FIFA.