Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah: Saya Diborgol dan Pakai Rompi
Jakarta, VIVA – Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah dalam sebuah pernyataan terbuka yang menarik perhatian publik. Mantan Jaksa
Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah
Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya dengan Febrie Adriansyah dalam sebuah pernyataan terbuka yang menarik perhatian publik. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tersebut mengungkapkan perbedaan perlakuan yang ia terima saat ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Pernyataan ini muncul menyusul sorotan masyarakat terhadap proses penahanan Febrie Adriansyah di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Perbedaan Perlakuan dalam Proses Penahanan
Ketika dibawa menuju mobil tahanan pada Jumat, 24 Juli 2026 malam, Febrie Adriansyah terlihat mengenakan kemeja batik tanpa rompi tahanan maupun borgol. Penampilan ini berbeda dengan prosedur standar yang biasanya dilakukan terhadap tersangka lainnya dalam kasus serupa. Masyarakat pun mulai mempertanyakan apakah ada perbedaan perlakuan dalam proses hukum yang diterapkan.
Merespons hal tersebut, Nadiem Makarim membandingkan pengalamannya sendiri saat ditetapkan sebagai tersangka. Ia menjelaskan bahwa dirinya diwajibkan memakai rompi tahanan dan borgol selama proses penahanan berlangsung. Perbedaan ini menjadi sorotan karena menyangkut prinsip kesetaraan dalam penegakan hukum.
“Ya tentunya bagi kami yang mengalami proses kriminalisasi ini tidak ada itu namanya tidak ada rompi atau borgol ya,” kata Nadiem di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Tidak Diperbolehkan Doorstop Sebelum Ditahan
Nadiem menambahkan bahwa perlakuan yang diterimanya tidak hanya terbatas pada penggunaan rompi dan borgol. Ia juga mengaku tidak diberi kesempatan untuk memberikan keterangan kepada wartawan sebelum ditahan. Dalam kasus Febrie, kesempatan doorstop diberikan meskipun tidak secara formal.
“Jadi kami merasa bukan hanya itu kami pun bukan hanya diborgol dan dirompi kami tidak diperbolehkan doorstop, kami langsung ditahan tanpa ada bukti yang nyata ya kan, tidak ditemukan apapun dari aliran dana dalam berbagai kasus-kasus kriminalisasi ini,” ucapnya.
Ia berharap terbukanya dugaan pelanggaran etik yang dilakukan aparat penegak hukum dapat menjadi jalan bagi terwujudnya keadilan. Nadiem juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses hukum yang melibatkan pejabat publik.
Korupsi Dosa Besar, Menzalimi Orang Tidak Bersalah Lebih Besar
Di akhir pernyataannya, Nadiem mengingatkan bahwa korupsi merupakan kejahatan serius. Namun, menurutnya, menzalimi orang yang tidak bersalah adalah perbuatan yang lebih besar dosanya. Pernyataan ini menjadi penutup yang kuat dalam konteks kasus yang sedang dihadapi.
“Dan saya cuma ingin mengingatkan lagi, korupsi itu dosa besar tapi dosa terbesar menurut saya lebih adalah menzalimi orang yang tidak bersalah,” pungkas Nadiem.
Harapan Masyarakat terhadap Proses Hukum
Nadiem berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap tersangka berhak mendapatkan perlakuan yang adil. Ia juga mengajak publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum proses hukum berjalan dengan baik. Berita nasional terbaru akan terus mengupdate perkembangan kasus ini.
“Jadi ya menurut saya harapan ke depan saya adalah dengan sekarang masyarakat tahu sekarang pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi dan apa yang kita hadapi semoga keadilan akan datang untuk kita semua,” kata dia.
FAQ: Nadiem Makarim Bandingkan Penahanannya
Apa yang dimaksud dengan rompi tahanan?
Rompi tahanan adalah pakaian khusus yang dikenakan tersangka saat ditahan untuk memudahkan identifikasi dan keamanan selama proses hukum berlangsung.
Kapan Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka?
Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Ia kemudian menjalani proses penahanan dengan prosedur standar.
Apakah Febrie Adriansyah juga akan dikenakan rompi dan borgol?
Hingga saat ini, Febrie Adriansyah ditahan tanpa rompi dan borgol. Hal ini menjadi perbandingan yang menarik dengan pengalaman Nadiem Makarim.
Di mana Nadiem Makarim memberikan pernyataannya?
Nadiem Makarim memberikan pernyataannya di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pernyataan ini mencakup perbandingan penahanannya dengan Febrie Adriansyah.
Apa dampak dari perbedaan perlakuan ini terhadap publik?
Perbedaan perlakuan ini memicu diskusi publik tentang kesetaraan dalam penegakan hukum. Masyarakat mengharapkan transparansi dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.