Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Jadi Bukti Ekonomi Masih Bergairah

Christopher Hernandez - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Kemenkeu kembali menegaskan optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa capaian

Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Jadi Bukti Ekonomi Masih Bergairah

Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Masih Bergairah

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Kemenkeu kembali menegaskan optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen pada kuartal kedua tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan gairah yang kuat. Angka ini mengonfirmasi bahwa dinamika perekonomian nasional tetap solid di tengah berbagai tantangan global.

Capaian pertumbuhan ini juga diiringi dengan peningkatan signifikan pada nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK). Berdasarkan data resmi, nilai PDB ADHK tercatat mencapai Rp 3.576,2 triliun, melampaui angka Rp 3.396,6 triliun yang tercatat pada periode serupa tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi riil terus mengalami ekspansi positif.

Pertumbuhan di triwulan II ini sedikit lebih rendah dibanding triwulan I, tetapi gairah ekonomi masih berjalan dengan baik.

Ungkapan tersebut disampaikan Juda Agung di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa meskipun laju pertumbuhan mengalami penurunan marginal dibandingkan kuartal pertama, momentum positif tetap terjaga. Kemenkeu menilai bahwa penurunan tersebut bersifat normal dan tidak mengindikasikan perlambatan ekonomi yang signifikan.

Indikator Ekspansi dan Investasi

Menurut Juda, Purchasing Managers’ Index (PMI) telah mencatatkan angka ekspansi yang menunjukkan aktivitas bisnis positif. Selain itu, impor barang modal serta bahan baku juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Kombinasi berbagai indikator tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas produksi dan investasi terus mengalami pertumbuhan. Kemenkeu mencatat bahwa peningkatan impor barang modal mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi domestik.

Pemerintah optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,6 hingga 6,0 persen masih realistis untuk dicapai. Optimisme ini didorong oleh berbagai stimulus yang diterapkan pada semester kedua, khususnya di sektor manufaktur dan otomotif, yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Kemenkeu juga menekankan pentingnya koordinasi antar-kementerian untuk memastikan efektivitas kebijakan fiskal.

Daya Beli dan Kondisi APBN

Optimisme tersebut juga didukung oleh stabilitas daya beli masyarakat. Juda menjelaskan bahwa fenomena deflasi yang terjadi pada Juli 2026 tidak disebabkan oleh melemahnya permintaan konsumen. Sebaliknya, deflasi tersebut lebih dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas tertentu, seperti bawang merah dan emas. Kemenkeu memastikan bahwa kondisi ini tidak mengancam stabilitas harga secara jangka panjang.

Kinerja perekonomian Indonesia juga ditopang oleh kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap sehat. Beberapa indikator kunci, termasuk pertumbuhan penerimaan negara, belanja negara, serta defisit yang terkendali, menandakan bahwa kondisi APBN tetap prudent. Kemenkeu mencatat bahwa disiplin fiskal menjadi kunci keberhasilan pengelolaan anggaran nasional.

Pengelolaan fiskal yang disiplin juga turut memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.

Hal ini tercermin dari tetap terjaganya peringkat kredit Indonesia serta tingginya minat investor terhadap instrumen pembiayaan pemerintah. Kemenkeu juga mencatat bahwa minat asing terhadap obligasi negara terus meningkat, menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Artinya kita mampu tumbuh tinggi tanpa mengorbankan stabilitas. Inflasi terjaga, fiskal tetap sehat, dan ekonomi tetap bertumbuh di atas 5 persen. Inilah yang menjadi dasar kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Menjelang penyampaian Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Wamenkeu Juda menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesinambungan fiskal. Kemenkeu berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi secara berkala dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.

Menurutnya, arah kebijakan fiskal tahun depan tetap bersifat ekspansif, namun dengan defisit yang makin terkendali. (Ant).

FAQ: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Berapa target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026? Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 ditetapkan sebesar 5,6 hingga 6,0 persen oleh pemerintah.

Apa yang menyebabkan deflasi pada Juli 2026? Deflasi pada Juli 2026 disebabkan oleh penurunan harga komoditas tertentu seperti bawang merah dan emas, bukan oleh melemahnya permintaan konsumen.

Bagaimana kondisi APBN saat ini? APBN Indonesia saat ini dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan penerimaan negara, belanja negara, serta defisit yang terkendali.

Apakah investor asing masih tertarik pada Indonesia? Ya, minat investor asing terhadap instrumen pembiayaan pemerintah terus meningkat, menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Ikut berdiskusi