Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat, Peserta Pria Wajib Kenakan Pakaian Sipil Lengkap

Richard Garcia - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta – Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat sebagai tradisi berpakaian yang telah berlangsung lama. Keputusan resmi telah dikeluarkan mengenai tata

Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat, Peserta Pria Wajib Kenakan Pakaian Sipil Lengkap

Aturan Baru Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat untuk Peserta Pria

Faktanaya.com – Jakarta – Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat sebagai tradisi berpakaian yang telah berlangsung lama. Keputusan resmi telah dikeluarkan mengenai tata cara berpakaian dalam acara penting tersebut. Peserta berjenis kelamin laki-laki kini diwajibkan mengenakan pakaian sipil lengkap atau yang lebih dikenal dengan singkatan PSL. Langkah strategis ini menandai peralihan dari tradisi lama menuju penampilan yang lebih formal dan seragam.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sudah diterapkan pada sidang tahun sebelumnya. Dengan demikian, tradisi memakai baju adat dari berbagai daerah mulai ditinggalkan secara bertahap. Peserta pria tidak lagi diperbolehkan mengenakan pakaian adat dalam acara resmi Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat ini.

Ketentuan Berpakaian yang Disesuaikan dengan Gender

Eddy Soeparno, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR, memberikan penjelasan rinci mengenai aturan pakaian sipil lengkap. Ia menegaskan bahwa ketentuan pakaian sipil lengkap berlaku khusus untuk peserta pria yang hadir dalam sidang. Sementara itu, ketentuan untuk peserta perempuan akan disesuaikan secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Nggak (baju adat), kita pakai ini, pakaian sipil lengkap untuk laki-laki. Untuk perempuan menyesuaikan, — Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut memberikan kejelasan bagi seluruh peserta mengenai ekspektasi berpakaian. Perubahan ini tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi juga mencerminkan modernisasi tata cara penyelenggaraan sidang tingkat nasional.

Kelanjutan Kebijakan dari Sidang Tahunan 2025

Keputusan ini merupakan kesinambungan langsung dari kebijakan yang diterapkan pada Sidang Tahunan MPR 2025. Sebelumnya, sidang tahunan selama bertahun-tahun selalu identik dengan penggunaan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman budaya nasional. Tradisi ini telah menjadi ciri khas yang dikenali oleh masyarakat luas.

Mulai tahun lalu, peserta laki-laki beralih menggunakan pakaian sipil lengkap. Aturan yang sama kembali diterapkan pada penyelenggaraan sidang tahun ini. Peralihan ini menunjukkan konsistensi MPR dalam menerapkan standar berpakaian yang lebih formal.

Jadwal dan Persiapan Penyelenggaraan Sidang

Sidang Tahunan MPR dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Eddy menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan dipilih lebih pagi agar seluruh rangkaian agenda dapat diselesaikan sebelum waktu salat Jumat. Penentuan waktu ini mempertimbangkan aspek keagamaan dan efisiensi penyelenggaraan.

Menurutnya, penentuan tanggal tersebut dinilai paling ideal dari sisi kesiapan penyelenggaraan maupun pelaksanaan agenda sidang. Persiapan teknis telah dilakukan dengan matang untuk memastikan kelancaran acara.

Jadi memang tanggal 14 itu yang paling ideal. Dari segi persiapan tidak berbeda dengan tahun yang lalu, — Eddy Soeparno.

Ia menambahkan, secara umum persiapan Sidang Tahunan MPR 2026 Tinggalkan Baju Adat tidak mengalami perubahan berarti dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Panitia hanya melakukan penyempurnaan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Undangan untuk Mantan Presiden dan Wakil Presiden

Selain membahas persiapan teknis, MPR juga memastikan akan mengundang seluruh mantan presiden dan mantan wakil presiden Republik Indonesia untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR 2026. Kehadiran para tokoh negara ini menjadi bagian penting dari rangkaian acara resmi.

Eddy mengatakan proses finalisasi undangan saat ini hampir selesai. Setelah rampung, surat undangan akan segera dikirimkan kepada para tokoh negara tersebut. Proses ini melibatkan koordinasi dengan sekretariat masing-masing mantan pejabat tinggi negara.

Meski demikian, hingga saat ini MPR belum dapat memastikan siapa saja yang akan hadir karena undangan resmi masih dalam tahap penyelesaian. Konfirmasi kehadiran akan diumumkan secara bertahap seiring dengan proses pengiriman undangan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sidang Tahunan MPR 2026

Apa yang dimaksud dengan pakaian sipil lengkap? Pakaian sipil lengkap atau PSL adalah busana formal yang terdiri dari kemeja putih, celana panjang gelap, dan dasi untuk peserta pria.

Mengapa baju adat ditinggalkan? Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan kesan formalitas dan keseragaman dalam penyelenggaraan sidang tingkat nasional.

Kapan Sidang Tahunan MPR 2026 berlangsung? Sidang dijadwalkan pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, dengan waktu pelaksanaan yang lebih pagi.

Apakah peserta perempuan tetap boleh mengenakan baju adat? Ya, ketentuan untuk peserta perempuan masih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan.

Ikut berdiskusi