Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, TNBTS Andalkan Drone Water Spray Sambil Tunggu Helikopter BNPB

Betty Smith - faktanaya.com 3 mins baca

Jakarta, VIVA – Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam hingga saat ini. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus melakukan upaya pemadaman di

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, TNBTS Andalkan Drone Water Spray Sambil Tunggu Helikopter BNPB

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, TNBTS Gunakan Drone Water Spray

Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam hingga saat ini. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus melakukan upaya pemadaman di kawasan tersebut. Menghadapi medan yang berat dan keterbatasan akses sumber air, petugas mengandalkan teknologi drone water spray dari BPBD Jawa Timur. Solusi ini diambil sebagai langkah sementara sebelum helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tiba di lokasi.

Drone Water Spray Jadi Pilihan Utama

Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menyebutkan bahwa penggunaan drone menjadi alternatif strategis untuk mempercepat proses pemadaman dari udara. Kondisi geografis kawasan yang berbukit-bukit serta jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api menjadi alasan utama pemanfaatan teknologi ini.

Drone water spray yang dioperasikan oleh BPBD Jawa Timur mampu mengangkut air hingga 150 liter dalam satu kali penerbangan. Kemampuan drone menjangkau area yang sulit dilalui petugas darat sangat membantu operasional pemadaman. Selain itu, drone dapat beroperasi lebih fleksibel tanpa bergantung pada kondisi jalan yang rusak.

“Kami mengandalkan pemadaman dari drone air yang dioperasionalkan oleh BPBD Jawa Timur, rencana water bombing sudah dibicarakan dengan Kepala BNPB dan menunggu kedatangan helikopter,” ujar Rudijanta di kawasan Bromo, Kamis, 6 Agustus 2026.

Tantangan Medan dan Logistik Air

Kondisi geografis kawasan Gunung Bromo yang didominasi perbukitan menjadi hambatan utama dalam operasi penanganan kebakaran. Keterbatasan sumber air juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan area lain. Petugas gabungan harus melakukan perjalanan jauh untuk mengambil air sebelum kembali menuju titik api.

Waktu tempuh pulang-pergi dari lokasi kebakaran menuju sumber air diperkirakan mencapai sekitar satu jam. Hal ini tentu memperlambat laju pemadaman secara keseluruhan. Namun, dengan adanya drone, petugas dapat mengurangi beban kerja dan meningkatkan efisiensi operasional.

“Kami harus mengambil air dan relatif memakan waktu, untuk pulang pergi dari lokasi kebakaran ke sumber air membutuhkan waktu sekitar satu jam,” ujarnya.

Helikopter BNPB Dalam Perjalanan

Selain mengoptimalkan penggunaan drone, TNBTS juga menantikan dukungan pemadaman melalui jalur udara. Helikopter water bombing dari BNPB saat ini telah bergerak menuju Banjarmasin dan selanjutnya akan terbang ke Surabaya sebelum diterjunkan ke wilayah Malang. Kehadiran helikopter diharapkan mampu mempercepat proses penanganan kebakaran, terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses baik oleh petugas darat maupun drone yang beroperasi saat ini.

Tim TNBTS terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Upaya ini dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan kerusakan lingkungan dapat diminimalisir. Masyarakat sekitar juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya dari asap dan percikan api.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kebakaran Gunung Bromo

1. Kapan helikopter BNPB diperkirakan tiba di lokasi? Helikopter water bombing dari BNPB saat ini dalam perjalanan melalui Banjarmasin dan Surabaya. Kedatangannya diperkirakan dalam waktu dekat setelah menyelesaikan rute penerbangan.

2. Berapa kapasitas air yang dibawa drone water spray? Drone water spray yang dioperasikan oleh BPBD Jawa Timur mampu mengangkut air hingga 150 liter dalam satu kali penerbangan.

3. Apa tantangan utama dalam pemadaman di Gunung Bromo? Tantangan utama meliputi kondisi geografis berbukit-bukit, jarak sumber air yang cukup jauh, dan keterbatasan akses jalan menuju titik api.

4. Apakah aktivitas wisata di Bromo terganggu? Aktivitas wisata masih berjalan namun dengan beberapa pembatasan. Petugas memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar selama operasi pemadaman berlangsung.

5. Bagaimana cara masyarakat membantu upaya pemadaman? Masyarakat dapat membantu dengan melaporkan titik api baru, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengikuti imbauan petugas terkait evakuasi jika diperlukan.

Ikut berdiskusi