Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun, Airlangga Bakal Geber Investasi dan Pariwisata di Kuartal III-2026
Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun menjadi fokus utama pemerintah melalui penguatan sektor investasi dan pariwisata di kuartal III 2026. Menteri Koordinator
Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun: Airlangga Geber Investasi & Pariwisata
Faktanaya.com – Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun menjadi fokus utama pemerintah melalui penguatan sektor investasi dan pariwisata di kuartal III 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen ini saat menyampaikan arahan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Langkah strategis ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun dengan fondasi yang lebih kuat.
“Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata juga terus kita genjot,” ujar Airlangga dengan tegas.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan momentum positif yang mendukung program ini. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 630,41 juta perjalanan. Angka ini merupakan yang tertinggi untuk kuartal kedua sejak tahun 2019 atau sebelum masa pandemi COVID-19, menandakan pemulihan sektor pariwisata yang signifikan.
Destinasi Unggulan Tumbuh Lebih Cepat dari Rata-Rata Nasional
Airlangga menyoroti kinerja positif Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi favorit baik dari dalam maupun luar negeri. Ketiga wilayah tersebut mengalami pertumbuhan yang melampaui rata-rata nasional, menjadi bukti bahwa sektor pariwisata mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.
“Ini kan salah satu yang menarik, bahwa Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor yang terkait dengan pariwisata ini terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit,” jelasnya.
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada kunjungan wisatawan mancanegara. Pada bulan Juni 2026, Bali mencatatkan 605.013 kunjungan, naik 4,63 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara itu, NTB mencatat 1.368.707 perjalanan wisman, meningkat 2,73 persen dari bulan sebelumnya. Angka-angka ini mengindikasikan tren positif yang berkelanjutan.
NTT juga menunjukkan tren positif dengan 29.152 kunjungan wisman pada Juni 2026. Angka ini melonjak 40,73 persen secara tahunan dan naik 19,85 persen secara bulanan. Pertumbuhan yang luar biasa ini membuka peluang baru bagi pengembangan infrastruktur dan layanan pariwisata di wilayah tersebut.
Konektivitas Udara Memperkuat Hubungan Regional ASEAN
Pemerintah juga melihat potensi besar dari peningkatan kunjungan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara ASEAN yang semakin terhubung melalui konektivitas transportasi udara. Salah satu terobosan terbaru adalah penerbangan internasional langsung antara Bali dan Phuket, Thailand, yang dioperasikan oleh maskapai Transnusa. Rute ini diharapkan dapat menarik wisatawan dari berbagai segmen pasar.
“Nah, juga ada direct flight nanti langsung dari Phuket ke Bali, atau dari Bangkok yang ditambahkan dengan penerbangan Transnusa. Sehingga dengan demikian hubungan tourism dua negara ini bisa meningkat,” paparnya.
Airlangga memproyeksikan rute baru tersebut akan menarik berbagai kalangan, mulai dari wisatawan, keluarga, pekerja digital, hingga para petualang yang ingin menikmati kekayaan budaya, kuliner, dan daya tarik unik dari kedua destinasi. Konektivitas yang lebih baik ini juga mendukung program Pacu Ekonomi hingga Akhir Tahun dengan meningkatkan arus kunjungan internasional.
Dengan kombinasi penguatan investasi domestik dan promosi pariwisata internasional, pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai. Langkah-langkah konkret ini akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi ekonomi global maupun domestik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Ekonomi 2026
Apa target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah? Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang stabil melalui penguatan sektor investasi dan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi nasional.
Bagaimana peran konektivitas udara dalam program ini? Konektivitas udara yang lebih baik memungkinkan peningkatan kunjungan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara ASEAN, yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Destinasi mana saja yang menjadi prioritas pengembangan? Bali, NTB, dan NTT menjadi destinasi prioritas karena menunjukkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional dan memiliki potensi pengembangan yang besar.
Kapan program ini akan dievaluasi? Program ini akan dievaluasi secara berkala sepanjang kuartal III 2026 hingga akhir tahun untuk memastikan pencapaian target yang ditetapkan.
(Antara)