Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Mobil Perwira Polres Bone Tabrak Motor Hingga Buat Bocah 4 Tahun Tewas, Diduga Rem Blong

Daniel Taylor - faktanaya.com 3 mins baca

Kecelakaan lalu lintas yang menyedihkan terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu (5/8/2026) siang. Peristiwa memilukan ini menewaskan seorang

Mobil Perwira Polres Bone Tabrak Motor Hingga Buat Bocah 4 Tahun Tewas, Diduga Rem Blong

Mobil Perwira Polres Bone Tabrak Motor, Bocah 4 Tahun Tewas

Faktanaya.com – Kecelakaan lalu lintas yang menyedihkan terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu (5/8/2026) siang. Peristiwa memilukan ini menewaskan seorang bocah berusia empat tahun yang sedang berboncengan di sepeda motor bersama ibu dan kakaknya. Kendaraan yang menabrak adalah mobil milik anggota Polres Bone yang dikemudikan oleh seorang perwira.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA di persimpangan jalan. Mobil yang dikemudikan oleh Ipda MA, seorang perwira berusia 49 tahun, melaju dari arah belakang dan menghantam sepeda motor yang sedang berhenti. Pengendara motor bernama MS, berusia 19 tahun, sedang membawa ibunya serta adik laki-lakinya yang baru berusia empat tahun.

Diduga Rem Blong, Mobil Menabrak Motor dari Belakang

Kasatlantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan anggotanya sendiri. Ia menjelaskan kronologi kejadian kepada wartawan pada Kamis (6/8/2026) pagi. Menurut keterangan saksi dan penyelidikan awal, sepeda motor sedang berhenti di persimpangan untuk memasuki jalan perempatan.

“Mobil yang dikemudikan anggota Polres Bone, Ipda MA (49) dengan pengendara motor MS (19) yang berboncengan bersama ibunya dan adiknya berusia 4 tahun,” kata Riyanda.

Penyebab utama kecelakaan ini diduga adalah gangguan pada sistem pengereman mobil. Ipda MA reportedly kehilangan kemampuan untuk menghentikan kendaraannya, sehingga mobil terus melaju dan menghantam bagian belakang sepeda motor dengan keras. Benturan ini menyebabkan bocah berusia empat tahun mengalami luka serius.

“Mobil yang melaju dari arah yang sama diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga menabrak bagian belakang sepeda motor,” ujarnya.

Korban Meninggal di RSUD Tenriawaru Watampone

Setelah kecelakaan, korban segera dibawa ke RSUD Tenriawaru Watampone untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, MS sebagai pengendara motor dan ibu korban dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.

“Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Tenriawaru Watampone, namun dinyatakan meninggal dunia,” tutur AKP Riyanda.

Pascakejadian, Ipda MA telah diamankan di Propam Polres Bone untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami dugaan kerusakan pada sistem pengereman mobil yang dikemudikan anggota tersebut.

“Dugaan awal terkait adanya gangguan pada sistem pengereman masih didalami untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kecelakaan Ini

Apa penyebab utama kecelakaan mobil perwira Polres Bone? Berdasarkan penyelidikan awal, penyebab utamanya adalah dugaan rem blong pada mobil Ipda MA yang menyebabkan kendaraan tidak bisa berhenti dan menabrak sepeda motor dari belakang.

Kapan dan di mana kecelakaan ini terjadi? Kecelakaan terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di persimpangan jalan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Siapa saja korban dalam kecelakaan ini? Terdapat tiga orang di sepeda motor: MS (19 tahun) sebagai pengendara, ibunya, dan adik laki-lakinya yang berusia empat tahun. Bocah berusia empat tahun meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat.

Bagaimana status Ipda MA setelah kecelakaan? Ipda MA telah diamankan di Propam Polres Bone untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan gangguan sistem pengereman mobilnya.

Ke mana korban dibawa untuk perawatan? Korban dibawa ke RSUD Tenriawaru Watampone untuk mendapat perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong.

Ikut berdiskusi