Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Jakarta, VIVA — Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan inisiatif pemerintah semata. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan
Kolaborasi Multisektor: Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Faktanaya.com – Jakarta, VIVA — Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan inisiatif pemerintah semata. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas, menekankan bahwa sinergi antara berbagai pemangku kepentingan merupakan elemen vital. Kolaborasi yang melibatkan sektor swasta, akademisi, komunitas, dan aparatur negara diyakini mampu menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Rachmat saat menjadi pembicara utama pada Bangun Bangsa Conference 2026. Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 6 Agustus 2026 ini berlangsung di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta. Dengan mengusung tema Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia’s Future Inclusive Economy, konferensi ini menyoroti pentingnya ekonomi yang merata bagi semua lapisan masyarakat.
Peran Kritis Sektor Swasta
Rachmat menjelaskan bahwa pengalaman global menunjukkan tidak ada bangsa yang bisa berkembang pesat tanpa kontribusi aktif dari dunia usaha. Kepedulian pelaku bisnis terhadap kemajuan nasional menjadi aset strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Kalau dunia usaha punya kepedulian terhadap bangsa ini, kalau dunia usaha memprakarsai untuk membangun bangsanya, maka ini adalah tanda-tanda bahwa kita akan tumbuh, berkembang, dan berkelanjutan,” ujar Rachmat.
Pembangunan Berpusat pada Manusia
Menurut Rachmat, semangat konferensi tersebut selaras dengan pendekatan people-centered development yang dianut Bappenas. Prinsip no one left behind menjadi pedoman agar pembangunan tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas manusia secara holistik dari usia dini hingga lanjut usia.
Ekonomi hijau kini menempati posisi strategis dalam agenda nasional. Rachmat menegaskan bahwa konsep ini bukan sekadar tren internasional, melainkan strategi krusial untuk menghadapi volatilitas ekonomi global, perubahan iklim, serta gangguan pada rantai pasok dunia.
Indonesia perlu meninggalkan model pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam. Transisi menuju pertumbuhan berkualitas yang menciptakan lapangan kerja dan menjaga kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama.
“Pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling mengorbankan, melainkan dua pilar yang saling memperkuat,” katanya.
Agenda ekonomi hijau telah terintegrasi dalam berbagai dokumen perencanaan, mulai dari RPJPN, RPJM, hingga RKP. Pemerintah juga menetapkan target pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Selain itu, penguatan swasembada pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi digital, syariah, dan biru menjadi bagian integral dari roadmap menuju Indonesia Emas 2045.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata?
Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata matter?
Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.