Skip to content
Fresh Desk
Agustus 6, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok, Dari Kenalan di Media Sosial hingga Berujung Maut

Charles Lopez - faktanaya.com 3 mins baca

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban mutilasi yang terjadi di Depok telah menarik perhatian publik. Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa Saepul alias

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok, Dari Kenalan di Media Sosial hingga Berujung Maut

Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban Mutilasi di Depok

Faktanaya.com – Kisah Pertemuan Pelaku dan Korban mutilasi yang terjadi di Depok telah menarik perhatian publik. Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa Saepul alias Saepullah dan Kunaefi awalnya saling mengenal lewat platform media sosial. Kesepakatan untuk bertemu secara tatap muka kemudian tercapai, namun pertemuan yang awalnya direncanakan sekadar ngobrol itu bertransformasi menjadi kasus pidana serius yang mengagetkan banyak pihak.

Berdasarkan data yang dihimpun Viva.co.id pada Kamis, 6 Agustus 2026, berikut rincian kronologi pertemuan kedua pihak menurut hasil investigasi kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan proses pertemuan dari dunia maya hingga ke dunia nyata yang berakhir tragis.

Dari Kenalan Online Hingga Tatap Muka

Koneksi antara Saepul (26 tahun) dan Kunaefi bermula dari interaksi di dunia maya. Setelah beberapa kali berkomunikasi melalui media sosial, mereka memutuskan untuk bertemu di tempat tinggal Saepul yang berlokasi di kawasan Cipayung, Kota Depok. Pertemuan tersebut berlangsung pada 23 Juli 2026, menandai awal dari kisah pertemuan pelaku dan korban yang akan menjadi berita utama.

Meskipun beredar berbagai teori di masyarakat, pihak kepolisian menegaskan bahwa hubungan kedua individu ini tidak melampaui batas keakraban biasa. Mereka hanya dikenal sebagai teman yang saling mengenal melalui platform digital.

Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih, ujar Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, Kepala Tim Khusus 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Para penyidik masih terus menelusuri jejak komunikasi yang terjadi sebelum pertemuan berlangsung, termasuk upaya mengidentifikasi motif di balik kejadian tersebut. Proses investigasi ini penting untuk memahami konteks lengkap dari kisah pertemuan pelaku dan korban ini.

Ajakan Bertamu yang Berubah Menjadi Bencana

Saat diperiksa, Saepul menyatakan bahwa ia mengundang Kunaefi ke kontrakannya tanpa niat melakukan kekerasan. Ia menjelaskan bahwa ia merasa kesepian karena teman sekamarnya telah pindah dan tidak melanjutkan kontrak di tempat tersebut. Kondisi ini mendorong Saepul untuk mencari teman ngobrol.

Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ, enggak lanjut, jelas Saepul.

Menurut keterangan Saepul, situasi berubah ketika terjadi perselisihan di dalam rumah. Ia mengklaim bahwa Kunaefi melakukan sesuatu yang tidak disukainya, sehingga terjadi perlawanan fisik. Insiden ini kemudian berkembang menjadi peristiwa yang lebih serius.

Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai. Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk, ungkapnya.

Proses Hukum dan Investigasi Berlanjut

Setelah kejadian, Saepul segera menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan insiden yang terjadi. Proses investigasi kemudian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran dari setiap keterangan yang diberikan. Kisah pertemuan pelaku dan korban ini kini menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dalam interaksi sosial.

Pihak kepolisian juga melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti fisik dan keterangan saksi untuk memperkuat kasus. Proses hukum akan berlanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Mutilasi Depok

Kapan pertemuan antara Saepul dan Kunaefi terjadi? Pertemuan berlangsung pada 23 Juli 2026 di tempat tinggal Saepul di kawasan Cipayung, Depok.

Bagaimana kedua pihak saling mengenal? Mereka awalnya saling mengenal melalui platform media sosial sebelum memutuskan untuk bertemu secara tatap muka.

Berapa usia Saepul saat kejadian? Saepul berusia 26 tahun pada saat insiden terjadi.

Apa yang dinyatakan Ipda Breggy tentang hubungan mereka? Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menyatakan bahwa hubungan mereka hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih.

Kapan berita ini dipublikasikan? Berita ini dipublikasikan pada Kamis, 6 Agustus 2026 oleh Viva.co.id.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional Viva.co.id.

Ikut berdiskusi