Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Elizabeth Thomas - faktanaya.com 4 mins baca

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan penting terkait efisiensi energi nasional. Melalui pengembangan teknologi adsorbed natural

BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG Rp26 Triliun

Faktanaya.com – Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan penting terkait efisiensi energi nasional. Melalui pengembangan teknologi adsorbed natural gas (ANG), lembaga riset ini mengklaim mampu memangkas beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun setiap tahunnya. Potensi penghematan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas anggaran energi Indonesia.

Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BRIN, Arief Satria, pada pertemuan resmi dengan Presiden Prabowo Subianto. Acara yang berlangsung di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026, dihadiri oleh 150 peneliti BRIN. Dalam kesempatan tersebut, Arief memaparkan detail teknis dan proyeksi ekonomi dari inovasi yang telah lama dikembangkan oleh tim riset nasional.

“Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG,” ujar Arief Satria dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama 150 peneliti BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Kolaborasi Internasional dalam Pengembangan Teknologi

Setelah sesi presentasi berlangsung, Arief menjelaskan bahwa teknologi ANG merupakan bagian dari inovasi strategis BRIN di sektor energi. Pengembangan ini tidak lepas dari kerja sama sister lab dengan Susumu Kitagawa, ilmuwan yang meraih Nobel Kimia tahun 2025. Kolaborasi ini membawa standar internasional ke dalam proses pengembangan teknologi penyimpanan gas alam di Indonesia.

Inovasi ini memungkinkan gas alam terkompresi (CNG) memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibandingkan teknologi konvensional yang selama ini digunakan masyarakat. Dengan demikian, efisiensi penggunaan gas alam domestik dapat meningkat signifikan tanpa memerlukan infrastruktur tambahan yang mahal.

“Jadi, CNG sebagai gas alam Indonesia ini sangat melimpah, namun pada saat yang sama kita tergantung pada LPG. Selama ini, impor LPG sangat besar,” kata Arief.

Perbandingan Efisiensi Tabung Gas

Menurut Arief, dengan penerapan teknologi ANG, tabung gas berukuran setara LPG 3 kilogram dapat digunakan lebih lama karena memiliki daya simpan gas yang lebih besar. Hal ini berarti konsumen tidak perlu sering mengganti tabung, sehingga menghemat waktu dan biaya operasional rumah tangga maupun industri kecil.

“Dengan metal organic framework, kita bisa sekarang ini menghasilkan satu terobosan penting yaitu bagaimana menghasilkan ANG, adsorbed natural gas ya, dari CNG dengan tekanan 30 bar dan kemudian memiliki daya simpan volume yang lebih besar,” kata Arief.

Arief melanjutkan bahwa penggunaan LPG saat ini untuk 3 kilogram menghasilkan waktu 10 hari. Dengan teknologi baru, periode tersebut menjadi 15 hari atau satu setengah kali lipat. BRIN terus melakukan riset agar target dua kali lipat dapat tercapai. Jika teknologi ini diterapkan secara luas, maka penghematan Rp26 triliun per tahun terkait energi dapat direalisasikan.

“Kalau orang saat ini menggunakan LPG misalnya 3 kilogram menghasilkan waktu 10 hari, sekarang dengan teknologi baru bisa 15 hari, satu setengah kali. Nah sekarang riset terus kita lakukan agar bisa dua kali lipat. Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait dengan energi ini.”

Percepatan Implementasi untuk Ketahanan Energi

Arief menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga meminta agar implementasi teknologi ANG dapat dipercepat. Teknologi tersebut tidak hanya berpotensi menghemat devisa akibat impor LPG, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan cadangan gas alam domestik yang melimpah. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

“Pak Presiden sangat berpesan kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ANG dengan teknologi baru ini. Karena ini satu hemat devisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar untuk ukuran yang sama,” katanya.

Frequently Asked Questions

Apa itu teknologi ANG?

ANG atau adsorbed natural gas adalah teknologi penyimpanan gas alam yang menggunakan metal organic framework untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dibandingkan CNG konvensional. Teknologi ini memungkinkan gas alam disimpan dalam tekanan 30 bar dengan volume simpan yang lebih besar.

Berapa potensi penghematan dari teknologi ANG?

BRIN mengklaim bahwa teknologi ANG bisa menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun jika diterapkan secara nasional. Penghematan ini berasal dari berkurangnya kebutuhan impor LPG dan efisiensi penggunaan gas alam domestik.

Berapa lama tabung LPG 3 kg bisa bertahan dengan teknologi ANG?

Dengan teknologi ANG, tabung LPG 3 kilogram yang sebelumnya bertahan 10 hari dapat digunakan hingga 15 hari. BRIN menargetkan peningkatan menjadi dua kali lipat atau 20 hari melalui riset lanjutan.

Siapa yang berkolaborasi dalam pengembangan teknologi ANG?

BRIN mengembangkan teknologi ANG melalui kerja sama sister lab dengan Susumu Kitagawa, penerima Nobel Kimia tahun 2025. Kolaborasi ini membawa standar internasional ke dalam pengembangan teknologi penyimpanan gas alam di Indonesia.

Ikut berdiskusi