Prabowo di Hadapan Para Peneliti BRIN: Jangan Mengeluh, Jangan Cari Kambing Hitam
Jakarta, VIVA – Prabowo di Hadapan Para Peneliti BRIN menyampaikan pesan penting mengenai arah pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto mengajak
Prabowo di Hadapan Para Peneliti BRIN: Pesan Jelas untuk Indonesia
Faktanaya.com – Jakarta, VIVA – Prabowo di Hadapan Para Peneliti BRIN menyampaikan pesan penting mengenai arah pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan kebiasaan mengeluh dan mencari kambing hitam dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis fakta dan realitas yang terukur.
Ketika berhadapan dengan sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Presiden menekankan bahwa keberanian mengakui kekurangan justru menjadi pintu masuk menuju kebijakan yang tepat. Langkah ini diyakini dapat mempercepat kebangkitan bangsa dari berbagai tantangan yang dihadapi, baik di tingkat nasional maupun global.
Memimpin dengan Kejujuran dan Realitas
Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada para peneliti dan timnya mengenai gaya kepemimpinan yang ia anut. Ia menjelaskan bahwa fondasi utama dalam memimpin adalah kejujuran terhadap kondisi yang sebenarnya, tanpa menyembunyikan fakta-fakta yang mungkin tidak menyenangkan.
“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” ujar Prabowo saat memberikan arahan di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, bangsa tidak akan mampu keluar dari berbagai persoalan apabila terus mengeluh atau mencari pihak yang dipersalahkan. Sebaliknya, evaluasi terhadap fakta dan kondisi riil menjadi syarat utama untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.
Potensi Sumber Daya Manusia yang Belum Tergali
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi penting bagi kemajuan Indonesia. Ia meyakini Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun talenta-talenta tersebut harus ditemukan, dibina, dan didukung agar mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.
“Jadi kita sebetulnya bahan bakarnya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” ujarnya.
Presiden juga menyebutkan bahwa Indonesia perlu lebih banyak berinvestasi dalam pendidikan dan penelitian untuk memastikan bahwa generasi muda dapat berkontribusi secara maksimal. Dengan dukungan yang tepat, para peneliti muda dapat menjadi motor penggerak perubahan di berbagai sektor kehidupan.
Ilmu Pengetahuan sebagai Dasar Kebijakan
Menurut Prabowo, cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur hanya dapat diwujudkan apabila setiap kebijakan disusun dengan pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi kunci untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan yang dapat merugikan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan menjadikan sains, matematika, dan realitas sebagai dasar dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Pendekatan ini akan membantu mengurangi bias subjektif dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki landasan yang kuat.
“Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan,” tegas Presiden.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Prabowo
Apa yang dimaksud dengan “jangan cari kambing hitam” oleh Prabowo? Pernyataan ini berarti bahwa bangsa tidak boleh terus-menerus mencari pihak yang harus disalahkan atas setiap kegagalan. Sebaliknya, evaluasi terhadap fakta dan kondisi riil menjadi syarat utama untuk menemukan solusi yang efektif.
Berapa banyak peneliti BRIN yang hadir dalam pertemuan tersebut? Sekitar 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadir dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Kapan pertemuan antara Prabowo dan para peneliti BRIN berlangsung? Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Mengapa Prabowo menekankan pendekatan saintifik dalam kebijakan? Prabowo menekankan pendekatan saintifik karena hal ini membantu mengurangi bias subjektif dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki landasan yang kuat, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan.
Apa peran BRIN dalam pembangunan nasional menurut Prabowo? BRIN berperan sebagai lembaga yang mendorong penelitian dan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional. Prabowo berharap BRIN dapat terus mengembangkan potensi sumber daya manusia Indonesia melalui penelitian yang berbasis fakta dan realitas.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terbaru dari BRIN dan kebijakan pemerintah, Anda dapat mengunjungi [artikel terkait di viva.co.id](https://www.viva.co.id/berita/nasional/brin).