Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Nasional

KPK Telisik Dugaan Pemerasan Stafnya ke Pihak Lain Selain Bupati Pemalang

Charles Lopez - faktanaya.com 4 mins baca

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh salah satu stafnya, Setya Budi

KPK Telisik Dugaan Pemerasan Stafnya ke Pihak Lain Selain Bupati Pemalang

KPK Telisik Dugaan Pemerasan Stafnya ke Pihak Lain Selain Bupati Pemalang

Faktanaya.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh salah satu stafnya, Setya Budi Dias. Kasus ini awalnya terungkap melibatkan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, namun kini lingkup penyidikan meluas ke berbagai pihak lain yang diduga turut serta dalam jaringan pemerasan tersebut. Proses penelusuran ini menunjukkan komitmen KPK dalam mengungkap seluruh dimensi kasus korupsi yang melibatkan aparatur negara.

Proses Penyidikan yang Sedang Berjalan

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik masih akan terus melacak apakah tindakan pemerasan tersebut merupakan kejadian pertama kali atau ada pola serupa yang terjadi sebelumnya. Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Kamis, 6 Agustus 2026, Budi Prasetyo menegaskan bahwa KPK masih akan menelusuri, melacak, apakah ini perbuatan pertama kali dilakukan atau ada perbuatan-perbuatan sebelumnya.

Menurut penjelasan Budi, pendalaman informasi dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menjerat pihak lain yang diduga ikut serta dalam pusaran kasus ini. KPK menegaskan bahwa proses penyidikan tidak akan berhenti pada titik ini. Tentu KPK tidak menutup proses penyidikannya sampai disini saja, kami masih akan terus menelusuri, jelasnya.

Instansi tersebut juga menyatakan keterbukaannya terhadap adanya alat bukti baru maupun pihak-pihak lain yang memiliki peran penting dalam kasus ini. KPK tentunya terbuka jika memang nanti ada alat bukti alat bukti yang menunjukkan soal itu, termasuk jika nanti ada pihak-pihak lain yang diduga yang punya peran krusial, sambungnya.

Rangkaian Kasus Pemerasan yang Terungkap

Setya Budi Dias saat ini tercatat sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang. Tindakan tersebut dilakukan bersama dengan ayahnya, Lilik Budi Suprisnto, yang juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama. KPK mengungkap bahwa awal mula kasus ini bermula dari pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang bersama orang kepercayaannya, Mohamad Haris atau Gus Haris (GHA).

Mereka melakukan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah maupun pihak swasta untuk keperluan penyelesaian masalah di KPK. AWI melalui GHA diduga meminta uang ke sejumlah perangkat daerah maupun pihak rekanan atau swasta untuk keperluan pribadinya. Adapun GHA mengumpulkan uang dengan total nilai mencapai Rp1,98 miliar, kata Plt Direktur Penyidikan Ahmad Taufik Husein saat konferensi pers pada Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam prosesnya, Gus Haris menemui adik iparnya, Harun (HAH), untuk memperkenalkan Lilik Budi Suprisnto kepada pihak yang membutuhkan bantuan pengurusan perkara. Lilik merupakan ayah dari Setya Budi Dias yang bekerja sebagai staf administrasi di KPK. Setelah pertemuan awal, Anom, Gus Haris, dan Lilik melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di sebuah restoran yang berlokasi di wilayah Magelang dan Semarang.

Dalam pertemuan-pertemuan tersebut, Lilik meminta uang pengurusan perkara sebesar Rp2 miliar. Kedua atau setelah AWI dan GHA diyakinkan bahwa LBS bisa mengurus perkara dimaksud, terjadi kesepakatan antara AWI dan GHA dengan LBS untuk menyiapkan uang tersebut, agar perkara yang menyeret nama Bupati Pemalang dapat diselesaikan, jelas Taufik.

Perluasan Penyidikan ke Pihak Ketiga

KPK Telisik Dugaan Pemerasan Stafnya ke Pihak – Dengan semakin luasnya penyelidikan, KPK kini fokus pada identifikasi pihak-pihak ketiga yang mungkin menjadi korban atau bahkan pelaku dalam jaringan pemerasan tersebut. Proses ini melibatkan verifikasi terhadap berbagai saksi dan pengumpulan bukti tambahan yang dapat memperkuat kasus. Para pihak yang sebelumnya belum teridentifikasi kini mulai dimintai keterangan oleh tim penyidik.

Penyelidikan juga mencakup analisis terhadap transaksi keuangan yang terjadi antara para tersangka dan pihak-pihak terkait. KPK berharap dapat menemukan pola pemerasan yang lebih sistematis dan melibatkan lebih banyak pihak. Hal ini sejalan dengan komitmen KPK untuk memberantas korupsi secara menyeluruh dan tidak hanya menargetkan individu tertentu.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Pemerasan KPK

Apa itu KPK Telisik Dugaan Pemerasan Stafnya? Ini merujuk pada penyelidikan KPK terhadap dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh Setya Budi Dias, staf KPK, terhadap berbagai pihak termasuk Bupati Pemalang dan pihak ketiga lainnya.

Siapa saja tersangka dalam kasus ini? Tersangka utama meliputi Setya Budi Dias, ayahnya Lilik Budi Suprisnto, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dan Mohamad Haris (Gus Haris).

Berapa total uang yang diperas dalam kasus ini? Gus Haris berhasil mengumpulkan uang dengan total nilai mencapai Rp1,98 miliar dari berbagai pihak yang diperas.

Apakah penyidikan masih berlanjut? Ya, KPK menegaskan bahwa proses penyidikan tidak akan berhenti dan masih terbuka untuk menerima alat bukti baru serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi berita nasional Viva secara berkala.

Ikut berdiskusi