Ma’ruf Amin Mengingatkan NU: Hindari Perebutan Tambang
Faktanaya.com – Vice President Ma’ruf Amin menyampaikan pesan penting kepada Nahdlatul Ulama (NU) agar organisasi tersebut tidak terjebak dalam konflik perebutan konsesi pertambangan. Beliau berharap NU dapat menjaga harmoni dan tidak saling berebut hak atas tambang yang sudah ada.
Pernyataan tersebut diungkapkan saat Ma’ruf Amin menjadi pembicara utama dalam acara “Halaqoh Kebangsaan dan Qanun Asasi.” Kegiatan ini diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada hari Sabtu, tanggal 8 Agustus 2026.
Dua Pandangan Ulama dalam Memakmurkan Bumi
Awalnya, Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa terdapat dua pendekatan yang dianut oleh para ulama untuk memakmurkan bumi. Pendekatan pertama berfokus pada pelestarian. Menurut beliau, menjaga sesuatu yang baik agar tetap baik dan tidak mengalami kerusakan adalah langkah penting.
“Jadi menjaga yang baik tetap baik, dan tidak melakukan pengrusakan,” kata Ma’ruf.
Sementara itu, pendekatan kedua menekankan pada peningkatan kualitas melalui inovasi atau hilirisasi. Ma’ruf Amin memberikan contoh dalam sektor pertanian. Dulu, air yang digunakan hanya berasal dari hujan. Namun, dengan rekayasa teknologi, manusia dapat membangun bendungan dan sistem irigasi yang lebih kompleks.
“Yang tadinya cukup kita air hanya dari hujan dalam pertanian, kita melakukan rekayasa, membangun bendungan, membuat irigasi, ya, dan sebagainya, tersier, ya, primer, dan sebagainya,” ungkap Ma’ruf.
Pengembangan teknologi menjadi kunci untuk membuat hal-hal baik menjadi lebih baik lagi. Melalui kemajuan ini, sumber daya dapat dioptimalkan secara maksimal.
Waspada Jerat Tambang
Setelah membahas konsep pemakmuran, Ma’ruf Amin kembali kepada peringatan tentang pertambangan. Beliau mengingatkan NU agar tidak mudah terjerat masalah dalam sektor ini.
“Hati-hati gitu. Jangan sampai kita kena jerat tambang. Jangan rebutan tambang, noh NU itu sudah punya tambang sendiri tuh,” ungkap dia.
Menurut Ma’ruf Amin, NU sebenarnya sudah memiliki tambang milik sendiri. Oleh karena itu, tidak perlu terjadi perebutan dengan pihak lain. Hal ini sejalan dengan prinsip muqawwimatul hayah yang diajarkan oleh NU.
“Nah itu, tapi ini sebenarnya muqawwimatul hayah yang diajarkan oleh NU. Bagaimana kita melakukan inovasi untuk an tazīdas-shāliha shalāhan. Jadi, begitu kita memakmurkan, kita menyiapkan sumber dayanya, kita melakukan ini. Ini bagian daripada misi besar para ulama,” tandas Ma’ruf Amin.
Dengan demikian, Ma’ruf Amin menegaskan bahwa NU harus fokus pada inovasi dan persiapan sumber daya sebagai bagian dari misi besar para ulama dalam memakmurkan bumi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ma ruf Amin Wanti wanti NU?
Ma ruf Amin Wanti wanti NU is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ma ruf Amin Wanti wanti NU matter?
Ma ruf Amin Wanti wanti NU matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

