Eks Tukang Piscok Pocin Jual PCX Korban Mutilasi Depok
Faktanaya.com – Eks Tukang Piscok Pocin Jual PCX milik korban mutilasi di Depok hanya dengan harga Rp9,9 juta. Saepul atau Saepullah (26 tahun) kini menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan dan mutilasi yang menimpa Kunaefi (51 tahun). Pria yang juga berprofesi sebagai tukang goreng pisang cokelat di sekitar Stasiun Pondok Cina ini dikabarkan menjual barang-barang milik Kunaefi melalui platform jual beli daring Facebook setelah melakukan kejahatan tersebut.
Kasus ini menarik perhatian publik karena pelaku ternyata memanfaatkan marketplace untuk menjual barang-barang berharga milik korban. Menurut informasi yang dihimpun, Saepul tidak hanya menjual satu atau dua barang, melainkan berbagai properti milik Kunaefi dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran. Hal ini menunjukkan bahwa tersangka mungkin tidak terlalu peduli dengan nilai sebenarnya dari barang-barang yang dijualnya.
Detail Penjualan Barang Korban via Marketplace
Komisaris Polisi Dimitri Mahendara, Kepala Unit 1 Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap Saepul mengungkap fakta menarik. Tersangka menjual berbagai barang milik korban dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran. Salah satu barang berharga yang dijual adalah sepeda motor Honda PCX milik Kunaefi.
“Tersangka menjual barang milik korban melalui market place Facebook,” kata Dimitri kepada wartawan, Minggu, 9 Agustus 2026.
Motor Honda PCX tersebut dijual dengan harga Rp9,9 juta. Selain itu, handphone OPPO Reno 5 juga ikut terjual dengan harga Rp950 ribu. Total uang yang diperoleh Saepul dari penjualan barang-barang korban mencapai Rp10.850.000. Berdasarkan keterangan tersangka, seluruh uang hasil penjualan tersebut habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kronologi Lengkap Pembunuhan dan Mutilasi
Sebelumnya, polisi telah mengungkap bahwa Saepul diduga membunuh Kunaefi dan kemudian memutilasi jasadnya untuk menghilangkan jejak. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban diketahui saling berkenalan melalui media sosial. Pada 23 Juli 2026, keduanya sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok.
Pertemuan tersebut diduga berakhir dengan pertengkaran. Saepul kemudian menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau. Setelah itu, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha. Jasad Kunaefi dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.
Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas. Motor korban sebelumnya dibawa Saepul setelah ia membuang jasad Kunaefi. Kendaraan tersebut diangkut ke wilayah Panimbang, Pandeglang, Banten, sebelum akhirnya dijual.
Proses Penangkapan dan Investigasi
Saepul ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026. Saat itu, tersangka diduga sedang hendak melarikan diri. Hingga saat ini, para penyidik masih terus mendalami motif pembunuhan sekaligus melengkapi alat bukti dalam perkara tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian khusus karena melibatkan pelaku yang dikenal sebagai pedagang piscok di sekitar Stasiun Pondok Cina. Kehadiran Eks Tukang Piscok Pocin Jual barang korban melalui marketplace menunjukkan bagaimana pelaku memanfaatkan teknologi untuk keuntungan pribadi bahkan setelah melakukan kejahatan berat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus
Siapa saja yang terlibat dalam kasus mutilasi Depok? Pelaku adalah Saepul atau Saepullah (26 tahun), seorang mantan pedagang piscok. Korban adalah Kunaefi (51 tahun).
Berapa total uang yang diperoleh Saepul dari penjualan barang korban? Total uang yang diperoleh Saepul mencapai Rp10.850.000 dari penjualan berbagai barang milik Kunaefi.
Di mana Saepul ditangkap? Saepul ditangkap di wilayah Pandeglang, Banten, pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026.
Bagaimana cara Saepul menjual barang-barang korban? Saepul menjual barang-barang korban melalui marketplace Facebook dengan harga yang lebih rendah dari harga pasaran.
Apa yang terjadi dengan jasad Kunaefi setelah dibunuh? Jasad Kunaefi dibungkus plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Depok. Potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

