Bertambah Luas Area Terdampak Kebakaran di Gunung Bromo Capai 570 Hektare
Faktanaya.com – Malang, VIVA – Situasi kebakaran di kawasan Gunung Bromo kembali memanas. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bertambah Luas Area Terdampak Kebakaran di kawasan wisata ikonik Jawa Timur ini telah mencapai 570 hektare. Peningkatan ini merupakan lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan catatan awal yang hanya mencatat luas area terbakar sebesar 176 hektare.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, secara resmi mengonfirmasi angka terbaru tersebut saat memberikan keterangan pers di lokasi, Gunung Bromo, Jawa Timur, pada hari Minggu. Ia menjelaskan bahwa kenaikan luas area terbakar ini bukan tanpa sebab, melainkan akibat dinamika cuaca dan kondisi vegetasi yang mendukung penyebaran api.
“Tercatat hingga saat ini ada 570 hektare kawasan terdampak kebakaran. Kami terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan api tidak kembali berkobar di area yang sudah dipadamkan,” ujar Rudijanta.
Penyebab Api Kembali Berkobar dan Meluas
Peningkatan luas area terbakar ini dipicu oleh peristiwa api yang kembali menyala di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Dalam insiden tersebut, kobaran tidak hanya menerjang tebing-tebing batu, tetapi juga meluas ke area savana yang berada di sekitarnya. Faktor utama membesarnya kebakaran adalah hembusan angin kencang yang terjadi sejak siang hari sebelumnya.
Kondisi angin tersebut memungkinkan api menjalar dengan sangat cepat dari bagian atas tebing menuju ke bawah. Saat mencapai area bawah tebing, api kemudian membakar vegetasi yang ada, termasuk rerumputan dan berbagai jenis tanaman yang memang sedang dalam kondisi kering. Situasi ini semakin diperparah oleh dampak frost yang terjadi, sehingga api mampu meluas dengan lebih cepat.
Kondisi tersebut akhirnya mempercepat pergerakan api menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) untuk menuju ke arah savana dan membakar rumput di sana. Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi pada siang hari, warna hitam akibat sisa rerumputan terbakar terlihat jelas di kawasan savana Gunung Bromo.
Upaya Pemadaman dan Patroli Berkelanjutan
Bahkan, beberapa deret rumput kering yang berada di sisi tengah JLKT dari sisi Jemplang, Kabupaten Malang turut terdampak membesarnya kobaran api malam kemarin. Api yang muncul itu pun sudah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, pemadam kebakaran, dan relawan lokal.
Saat di JLKT pula, wartawan ANTARA masih mendapati sejumlah petugas gabungan melakukan patroli lapangan guna memantau dan memastikan area tersebut sudah tidak ditemukan titik api baru. Langkah ini sangat krusial untuk mencegah Bertambah Luas Area Terdampak Kebakaran di masa mendatang.
Lalu, kepulan asap berwarna putih pun masih nampak dari area tebing di wilayah Kabupaten Probolinggo. Helikopter water bombing terlihat hilir mudik mengisi air di kawasan Ranu Pani dan bergerak melakukan pemadaman di area yang masih muncul kepulan asap. Kendaraan petugas gabungan terlihat melintas masuk dari arah Jemplang menuju ke area tebing di Probolinggo untuk membantu penanganan dari sisi darat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Gunung Bromo
Berapa total luas area yang terbakar di Gunung Bromo? Total luas area yang terbakar mencapai 570 hektare, meningkat dari 176 hektare pada awal kejadian.
Apa penyebab utama api meluas dengan cepat? Angin kencang dan kondisi vegetasi kering menjadi faktor utama penyebaran api yang cepat.
Apakah akses wisata ke Gunung Bromo ditutup? Beberapa jalur ditutup sementara untuk keamanan, namun sebagian besar area wisata tetap dapat diakses dengan pengawasan ketat.
Bagaimana upaya pemadaman dilakukan? Pemadaman dilakukan secara kombinasi menggunakan helikopter water bombing dan tim pemadam darat yang melakukan patroli rutin.
Dengan upaya pemadaman yang terus dilakukan, diharapkan Bertambah Luas Area Terdampak Kebakaran dapat segera dihentikan dan kawasan Gunung Bromo kembali kondusif untuk aktivitas wisata dan konservasi alam.

