Nasional

Kepala BGN Tegas: MBG Tak Layak Dimakan, Jangan Dipilih Lauknya tapi Kembalikan Semua

6a740daf2ddfb-kepala-bgn-sudaryono_gemini_1265_711-1

Kepala BGN Tegas: MBG Tak Layak Dimakan, Kembalikan Semua

Faktanaya.com – JakartaKepala BGN Tegas dalam pernyataannya yang baru-baru ini menegaskan posisi kuat mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional, memberikan panduan jelas bagi seluruh penerima manfaat yang menerima paket makanan dalam program ini. Ia menyatakan dengan tegas bahwa setiap penerima harus menolak konsumsi makanan apabila menemukan indikasi ketidaklayakan pada produk yang diterima.

Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, menjelaskan secara rinci bahwa makanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas harus segera dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini bertujuan agar tim terkait dapat melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab masalah yang terjadi. Pengembalian paket yang tidak layak menjadi prosedur wajib yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Keamanan Pangan Jadi Prioritas Utama

Menurut Sudaryono, aspek keamanan pangan merupakan fokus utama dalam pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia. Proses pengawasan tidak berhenti pada tahap persiapan makanan, melainkan berlanjut hingga produk sampai di satuan pendidikan dan sebelum dikonsumsi oleh peserta didik. Setiap tahap dalam rantai distribusi makanan harus melalui pemeriksaan ketat untuk memastikan kualitas.

“Kalau ditemukan tidak layak, misalnya ada lauk, ada sayur, ada buah, ada nasi, misalnya yang bau hanya sayurnya, harus tidak dikonsumsi semuanya,” ujar Sudaryono dalam webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program MBG yang diikuti di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Sudaryono menekankan bahwa kondisi keseluruhan paket harus dipertimbangkan, bukan hanya sebagian komponennya. Apabila satu paket berisi nasi, lauk, sayur, dan buah, namun sayur saja yang berbau tidak normal, maka seluruh paket tersebut harus dianggap tidak layak untuk dikonsumsi. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa tidak ada risiko kesehatan yang terlewatkan.

Penerima program tidak diperbolehkan mengambil bagian yang masih aman dan meninggalkan bagian bermasalah. Seluruh paket harus dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan prinsip keamanan pangan yang mengutamakan pencegahan risiko daripada penanganan masalah setelah terjadi.

“Kalau ditemukan tidak layak, wajib hukumnya tidak dikonsumsi dan dikembalikan ke SPPG, kemudian nanti kami akan lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Peran Guru dalam Pengawasan

Dalam pelaksanaan MBG di satuan pendidikan, guru memiliki tanggung jawab penting yang tidak boleh diabaikan. Mereka harus memastikan bahwa makanan yang diterima peserta didik berada dalam kondisi aman sebelum dikonsumsi. Guru berperan sebagai garis pertahanan pertama dalam sistem pengawasan kualitas makanan.

BGN mendorong para guru untuk melakukan pemeriksaan secara organoleptik. Metode ini melibatkan penilaian langsung terhadap kondisi makanan melalui indra sebelum disantap bersama peserta didik. Pemeriksaan organoleptik mencakup pengamatan visual, penciuman, dan pengecekan tekstur makanan secara menyeluruh.

Selain guru, orang tua dan masyarakat juga memiliki peran dalam memberikan umpan balik apabila menemukan masalah pada paket MBG. Sistem pelaporan yang transparan akan membantu BGN dalam meningkatkan kualitas program secara berkelanjutan. Informasi terbaru tentang program MBG dapat diakses melalui portal berita nasional terpercaya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program MBG

Apa yang harus dilakukan jika paket MBG ditemukan tidak layak? Seluruh paket harus dikembalikan ke SPPG tanpa terkecuali, meskipun hanya satu komponen yang bermasalah.

Bagaimana cara melaporkan masalah pada paket MBG? Laporan dapat disampaikan melalui guru di satuan pendidikan atau langsung ke SPPG terdekat.

Apakah ada sanksi bagi pihak yang tidak mengembalikan paket tidak layak? Ya, pelanggaran terhadap prosedur pengembalian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Berapa lama proses pemeriksaan paket yang dikembalikan? Proses pemeriksaan biasanya dilakukan dalam waktu 1-3 hari kerja setelah paket diterima di SPPG.

Bagaimana cara memastikan kualitas paket MBG sebelum dikonsumsi? Lakukan pemeriksaan organoleptik meliputi pengamatan visual, penciuman, dan pengecekan tekstur makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *