173 Orang Terdata dalam Kebakaran KMP Putri Yasmin
Faktanaya.com – Tim gabungan SAR dan instansi terkait masih terus melakukan pencarian korban di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hingga saat ini, 173 Orang Terdata dalam Kebakaran KMP Putri Yasmin telah tercatat sebagai penumpang maupun awak kapal yang terlibat dalam insiden tersebut. Proses pendataan ini masih berlangsung karena beberapa kapal penolong terus membawa korban ke darat.
Angka 173 Orang Belum Final
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa jumlah 173 orang tersebut belum bersifat final. Angka ini berpotensi bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian. Beberapa kapal yang membantu evakuasi masih membawa korban tambahan ke Pelabuhan Lembar.
“Sejauh ini kan ada 173 yang terdata. Nanti mungkin ada kapal yang datang angkut korban, itu nanti akan kita data lagi jadi data tambahan,” ujar Dudy Purwagandhi.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dudy Purwagandhi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Tim SAR gabungan terus melakukan verifikasi terhadap setiap korban yang berhasil dievakuasi dari kapal yang terbakar.
Kronologi Kejadian di Selat Lombok
KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran saat sedang berlayar menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, dari Pelabuhan Padangbai, Bali. Kejadian ini terjadi pada Rabu dini hari dan langsung memicu proses evakuasi menyeluruh terhadap seluruh orang yang berada di atas kapal. Api dilaporkan muncul dari bagian mesin kapal sebelum menyebar ke area penumpang.
Pemerintah bersama tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih berupaya memastikan jumlah total penumpang dan awak kapal yang terlibat dalam pelayaran tersebut. Pendataan menjadi langkah krusial agar proses pencarian korban dapat dilakukan dengan lebih terarah dan efektif. Beberapa kapal nelayan juga turut membantu dalam operasi pencarian di perairan sekitar.
Layanan Pengaduan untuk Keluarga Korban
Untuk mendukung kelancaran pendataan, pemerintah memutuskan untuk membuka pusat layanan pengaduan. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga dalam pelayaran KMP Putri Yasmin namun namanya belum masuk dalam daftar sementara. Keluarga dapat menghubungi call center yang telah disediakan untuk melaporkan keberadaan sanak saudara mereka.
“Bagi masyarakat yang merasa ada keluarganya yang ikut di dalam pelayaran ini, kita akan buka call center atau layanan aduan,” tambah Dudy Purwagandhi.
Dudy Purwagandhi menekankan bahwa laporan dari masyarakat dan keluarga sangat penting untuk memastikan keakuratan jumlah orang yang berada di kapal. Informasi yang diterima dari keluarga nantinya akan menjadi acuan bagi tim SAR gabungan dalam melaksanakan pencarian terhadap korban yang belum diketahui keberadaannya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran KMP Putri Yasmin
Berapa jumlah korban yang terdata hingga saat ini? Hingga saat ini, 173 orang telah terdata sebagai penumpang dan awak kapal KMP Putri Yasmin. Angka ini masih bisa bertambah seiring proses evakuasi.
Dimana lokasi kapal terbakar? Kebakaran terjadi di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, saat kapal berlayar dari Bali menuju Lombok.
Bagaimana cara keluarga melaporkan anggota keluarga yang belum terdata? Pemerintah telah membuka call center dan layanan pengaduan khusus untuk menerima laporan dari keluarga korban.
Kapan kejadian ini terjadi? Kebakaran KMP Putri Yasmin terjadi pada Rabu dini hari, 12 Agustus 2026.

