Showbiz

Segini Peluang Ruben Onsu Rebut Hak Asuh Anak, Praktisi Hukum Soroti Peran Sarwendah Sejak Awal

6a27f7299ff91-ruben-onsu_gemini_1265_711

Segini Peluang Ruben Onsu Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah

Faktanaya.com – Perselisihan hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah mengenai hak asuh anak terus berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mediasi yang sempat tertunda kini dijadwalkan kembali pada minggu depan. Dalam analisis mendalam, seorang praktisi hukum terkemuka memberikan pandangannya bahwa peluang Ruben Onsu untuk memenangkan perkara ini masih tergolong kecil. Hal ini menjadi sorotan publik karena menyangkut masa depan anak-anak mereka.

Faktor Penentu dalam Kasus Hak Asuh

Menurut Jaenudin, praktisi hukum yang menangani kasus serupa, keputusan pengadilan tidak semata-mata mengikuti kehendak salah satu pihak. Fokus utama akan tertuju pada kepentingan terbaik anak. Salah satu pertimbangan penting adalah siapa yang telah konsisten menjalankan peran sebagai pengasuh utama selama ini. Konsistensi ini menjadi indikator kuat bagi hakim dalam mengambil keputusan.

Jaenudin menjelaskan bahwa kualitas bukti yang dibawa Ruben Onsu ke persidangan akan sangat menentukan hasil akhir. Jika alasan utamanya hanya merujuk pada klaim eksploitasi anak yang viral di media sosial, maka peluang menang menjadi tipis. Bukti-bukti substantif diperlukan untuk memperkuat posisi Ruben Onsu dalam gugatan ini.

“Kita berharap gugatan yang dilakukan Ruben itu memiliki bukti yang kuat, kalau dasarnya bukti yang ada di media sosial ini ya terkait eksploitasi anak dan sebagainya itu, tipis kemungkinan (menang) ya,” terang Jaenudin kepada awak media, Rabu 12 Agustus 2026.

Posisi Sarwendah dalam Perspektif Hukum

Praktisi hukum tersebut menegaskan bahwa pandangannya tidak berarti berpihak kepada Sarwendah. Dari sudut pandang yuridis, belum terdapat indikasi jelas bahwa Sarwendah melakukan perbuatan yang layak menjadi dasar pencabutan hak asuh. Ini adalah poin penting yang sering disalahpahami oleh publik.

Jaenudin menyoroti fakta bahwa Sarwendah telah lama berperan aktif dalam mengasuh anak-anak mereka bahkan sebelum proses perceraian dimulai. Selama ini, tidak pernah terdengar adanya laporan resmi mengenai kasus penelantaran atau kekerasan yang dilakukan Sarwendah terhadap anak-anaknya. Konsistensi peran pengasuhan ini menjadi nilai tambah bagi Sarwendah.

“Saya bukan membela atau apa pun, karena kalau kita lihat dari sisi Sarwendah, sejak sebelum bercerai, yang mengasuh anak itu kan Sarwendah sampai besar. Ada nggak kita lihat Sarwendah menelantarkan anak tersebut, Sarwendah melakukan kekerasan terhadap anak tersebut, ada enggak? Enggak ada kan,” tutur Jaenudin.

Isu Eksploitasi Anak dalam Perkara Ini

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam gugatan ini adalah dugaan eksploitasi anak. Ruben Onsu sebelumnya menyampaikan bahwa anak-anaknya terlibat dalam aktivitas jualan melalui siaran langsung atau live streaming. Isu ini menjadi salah satu dasar yang diajukan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Dalam konteks ini, publik perlu memahami bahwa aktivitas komersial anak tidak serta merta dianggap sebagai eksploitasi. Namun, frekuensi dan intensitas aktivitas tersebut menjadi pertimbangan penting. Ruben Onsu perlu membuktikan bahwa aktivitas anak-anaknya tidak merugikan perkembangan mereka secara fisik maupun mental.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Hak Asuh

Apa jadwal mediasi berikutnya dalam kasus ini? Mediasi dijadwalkan kembali pada minggu depan setelah sempat tertunda. Kedua belah pihak diharapkan hadir untuk mencari solusi terbaik.

Berapa peluang Ruben Onsu menang menurut praktisi hukum? Menurut Jaenudin, peluang Ruben Onsu menang tergolong kecil jika hanya mengandalkan bukti dari media sosial tanpa dukungan bukti substantif lainnya.

Apa dasar utama gugatan Ruben Onsu? Gugatan Ruben Onsu didasarkan pada dugaan eksploitasi anak melalui aktivitas live streaming dan klaim bahwa Sarwendah kurang memperhatikan kepentingan terbaik anak.

Apakah Sarwendah memiliki posisi kuat dalam perkara ini? Ya, Sarwendah memiliki posisi kuat karena telah lama menjadi pengasuh utama anak-anak mereka tanpa adanya laporan resmi mengenai penelantaran atau kekerasan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi halaman Showbiz Viva.co.id secara berkala. Kasus ini terus menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan kepentingan terbaik anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *