Nasional

Habib Bahar bin Smith Kecam Challenge Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras, Sempat Turun Langsung Geruduk Lokasi TSP

6629fc4e87c7d-pimpinan-ponpes-tajul-alawiyyin-habib-bahar-bin-smith_1265_711

Habib Bahar bin Smith Kecam Challenge Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras

Faktanaya.com – Habib Bahar bin Smith Kecam sebuah tantangan viral yang menawarkan minuman keras sebagai hadiah bagi peserta yang berhasil menghafal Surat Ad-Dhuha. Isu ini mencuat ke permukaan setelah rekaman video seorang wanita mengikuti lomba baca ayat suci di festival musik The Sounds Project (TSP). Kejadian ini mendorong tokoh agama tersebut untuk segera turun ke lokasi yang berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Ia datang bersama perwakilan beberapa organisasi masyarakat Islam guna menindaklanjuti masalah yang dianggap meresahkan umat ini.

Aksi Langsung ke Lokasi The Sounds Project

Kehadiran Habib Bahar bin Smith Kecam disambut antusias oleh para pengunjuk rasa yang telah berkumpul di depan venue. Ia tidak hanya datang untuk menyampaikan protes lisan, tetapi juga berkomitmen untuk tetap berada di tempat hingga masalah ini selesai tuntas. Menurut Habib Bahar, acara tersebut layak disebut sebagai panggung kemaksiatan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan nyata dari pihak berwenang.

Awalnya, sebuah rekaman video menunjukkan seorang wanita mengikuti lomba baca ayat suci dalam festival musik yang sedang berlangsung. Peserta yang berhasil menghafal Surat Ad-Dhuha akan menerima minuman beralkohol sebagai hadiah. Konten tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang merasa keberatan dengan konsep yang ditawarkan.

“Saya bakal di sini dan ini panggung maksiat-maksiat ini nggak ada boleh keluar dari sini sebelum pelaku ditangkap itu aja,” tegas Habib Bahar di hadapan para jurnalis dan pengunjuk rasa.

Tuntutan Keadilan dari Penyelenggara

Habib Bahar menegaskan bahwa dirinya tidak ingin polemik ini hanya berhenti sebagai wacana di dunia maya. Ia menuntut pihak penyelenggara maupun pengelola kawasan Ancol untuk mengambil langkah tegas terhadap para pelaku. Menurutnya, penggunaan ayat suci dalam konteks yang kurang pantas tidak seharusnya dianggap sebagai hiburan semata tanpa memperhatikan nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi.

Acara The Sounds Project yang menjadi tempat berlangsungnya challenge tersebut telah diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2026. Hingga kini, Habib Bahar dan para ormas Islam masih menunggu kejelasan mengenai nasib para pelaku yang terlibat dalam insiden ini. Mereka berharap ada sanksi yang diberikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

“The Sounds Project terus dari pihak Ancol juga harus tuntut mereka,” tambahnya dengan nada tegas di depan media.

Reaksi Masyarakat dan Dampak Sosial

Insiden ini tidak hanya menarik perhatian Habib Bahar bin Smith Kecam, tetapi juga memicu diskusi luas di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang menilai bahwa penggunaan ayat suci dalam konteks hiburan modern perlu dipertimbangkan dengan matang. Beberapa komunitas keagamaan juga menyatakan dukungan penuh terhadap aksi Habib Bahar yang turun langsung ke lokasi.

Para ahli agama juga memberikan komentar bahwa tantangan semacam ini dapat mengurangi nilai sakral dari Surat Ad-Dhuha. Mereka menyarankan agar pihak penyelenggara acara musik lebih selektif dalam memilih tema dan hadiah yang ditawarkan kepada peserta. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara hiburan dan nilai-nilai keagamaan yang dianut masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Habib Bahar bin Smith Kecam

Apa itu Challenge Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras? Tantangan ini adalah lomba menghafal Surat Ad-Dhuha yang menawarkan minuman keras sebagai hadiah bagi peserta yang berhasil menyelesaikan hafalan.

Kapan dan di mana acara The Sounds Project berlangsung? Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2026 di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Apa tuntutan utama Habib Bahar bin Smith Kecam? Ia menuntut pihak penyelenggara dan pengelola Ancol untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang terlibat.

Bagaimana reaksi masyarakat terhadap insiden ini? Masyarakat memberikan dukungan penuh dan menilai bahwa penggunaan ayat suci dalam konteks hiburan perlu dipertimbangkan dengan matang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan kasus ini, Anda dapat mengunjungi berita nasional Viva secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *