Ruben Onsu Minta Audit Nafkah Anak: Rp200 Juta Per Bulan
Faktanaya.com – Konflik hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah memasuki babak baru yang menarik perhatian publik. Dalam perkembangan terbaru, Ruben Onsu Minta Audit Nafkah yang selama ini disalurkan untuk putra-putrinya. Langkah ini diambil sementara proses gugatan hak asuh anak masih berlangsung di pengadilan.
Permintaan audit tersebut diwakili oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang. Menurut Minola, setiap dana nafkah yang diterima pihak pemegang hak asuh harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Audit ini bukan merupakan bentuk serangan terhadap mantan pasangan, melainkan upaya memastikan seluruh kebutuhan anak terpenuhi secara optimal.
Prinsip Pertanggungjawaban Dana Nafkah
Minola menjelaskan bahwa Ruben selama ini menyalurkan nafkah melalui Sarwendah sebagai pengasuh utama anak-anak mereka. Oleh karena itu, wajar apabila ada permintaan untuk mengetahui rincian penggunaan dana tersebut. Setiap rupiah yang dialokasikan seharusnya dapat dilacak penggunaannya.
“Memang sebaiknya setiap uang yang diberikan kepada wali, atau kepada orang yang mendapatkan hak asuh itu, mempertanggungjawabkan, kan begitu. Setiap uang yang dia terima, dipertanggungjawabkan ke mana pengeluarannya,” ujar Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa uang nafkah merupakan hak anak, sehingga penggunaannya perlu diawasi agar tidak menyimpang dari kepentingan anak itu sendiri. Transparansi dalam penggunaan dana menjadi kunci utama dalam proses audit ini.
“Sebenarnya ini kan juga untuk perlindungan kepada anak. Bahwa anak betul-betul mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya karena uang pemeliharaan, uang nafkah itu kan hak anak, bukan hak mantan,” lanjutnya.
Landasan Hukum dan Histori Permintaan
Minola juga mengaitkan pandangannya dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menyebut bahwa prinsip pertanggungjawaban dana yang diterima wali anak memiliki landasan dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini memperkuat posisi Ruben dalam mengajukan audit tersebut.
“Rujukannya kan juga ada tuh di Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam, karena banyak juga uangnya masuk ke walinya, tapi tidak sampai ke anaknya sehingga anaknya telantar,” ujarnya.
Menurut Minola, persoalan ini sebenarnya sudah lama menjadi perhatian pihak Ruben. Ia mengaku telah berulang kali menyarankan agar kliennya meminta penjelasan mengenai kebutuhan riil anak-anak setiap bulan. Jumlah Rp200 juta per bulan yang dialokasikan memang cukup signifikan dan patut dipertanyakan penggunaannya.
“Jadi inilah yang dari beberapa waktu yang lalu kan sudah kami sampaikan. Ruben berulang-ulang tuh mempertanyakan perincian kebutuhan anak ini riilnya seperti apa,” terangnya.
Implikasi Audit bagi Masa Depan Anak
Audit yang diajukan Ruben Onsu merupakan langkah proaktif untuk memastikan bahwa Rp200 juta yang dialokasikan setiap bulan benar-benar digunakan untuk kepentingan anak-anak mereka. Proses ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai alokasi dana yang selama ini disalurkan.
Pihak Ruben juga berharap audit ini dapat menjadi preceden positif dalam pengelolaan nafkah anak di masa depan. Transparansi penuh akan memastikan bahwa anak-anak mendapatkan hak-hak mereka secara maksimal tanpa ada penyimpangan.
Frequently Asked Questions
Apa alasan utama Ruben Onsu meminta audit nafkah? Ruben Onsu meminta audit nafkah karena ingin memastikan bahwa Rp200 juta per bulan yang disalurkan benar-benar digunakan untuk kebutuhan anak-anaknya, bukan sekadar menjadi hak mantan pasangan.
Siapa yang mewakili Ruben dalam proses audit ini? Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mewakili kliennya dalam mengajukan permohonan audit terhadap alokasi dana nafkah anak.
Berapa jumlah nafkah yang dialokasikan per bulan? Jumlah nafkah yang dialokasikan adalah Rp200 juta per bulan untuk kebutuhan putra-putri Ruben Onsu dan Sarwendah.
Apa landasan hukum untuk audit nafkah ini? Landasan hukumnya terdapat dalam Undang-Undang Perkawinan maupun Kompilasi Hukum Islam yang mengatur pertanggungjawaban dana wali terhadap anak.
Kapan dan di mana pernyataan Minola disampaikan? Pernyataan Minola disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kasus ini, Anda dapat mengunjungi halaman showbiz Viva.co.id yang menyajikan update terkini seputar dunia hiburan Indonesia.

