Sekolah Rusak di Jakarta Bakal Direhabilitasi Mulai September 2026
Faktanaya.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa sekolah rusak di Jakarta bakal menjalani proses rehabilitasi secara bertahap, dengan gelombang pertama dimulai pada September 2026. Pernyataan tersebut disampaikan di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026, saat ia mengumumkan keputusan final mengenai penanganan puluhan gedung sekolah yang kondisinya sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.
“Berkaitan dengan sekolah-sekolah rusak, termasuk SD Negeri (Kebayoran Lama Selatan) 09, 11 dan sebagainya, sudah saya putuskan untuk pembangunannya dimulai bulan depan.”
Cakupan dan Prioritas Penanganan
Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menghimpun data teknis yang menunjukkan 22 sekolah memerlukan rehabilitasi total. Dari jumlah itu, tujuh sekolah sudah memperoleh alokasi pendanaan melalui APBD DKI Jakarta periode 2026–2027. Empat sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah akan dipercepat penanganannya dalam tahun berjalan demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik secara langsung.
Keputusan percepatan ini bukan tanpa alasan. Gedung-gedung yang kondisinya sudah kritis menimbulkan risiko struktural bagi seluruh penghuninya setiap hari. Dengan memulai pekerjaan konstruksi pada September 2026, pemerintah provinsi berharap dapat meminimalkan waktu kosong di mana siswa terpaksa menempati fasilitas sementara yang kurang memadai dan berpotensi mengganggu kelangsungan proses belajar.
Mekanisme Pendanaan dan Optimalisasi Anggaran
Total kebutuhan dana untuk menangani empat sekolah paling kritis diperkirakan mencapai sekitar Rp249 miliar. Angka tersebut mencakup biaya pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi konstruksi, serta jasa sewa angkut dan gudang selama masa pengerjaan berlangsung.
Pramono menjelaskan bahwa sebagian pendanaan akan bersumber dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Ia menambahkan bahwa besaran anggaran yang dialokasikan melampaui angka yang semula diusulkan oleh dinas teknis terkait.
“Bahkan, anggaran untuk penanganan sekolah rusak lebih besar daripada apa yang diusulkan.”
Optimalisasi pendanaan lanjutan akan dilakukan melalui APBD Perubahan serta sumber non-APBD, termasuk kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai KLB, RSM/S, dan sumber lain yang sesuai ketentuan berlaku. Dengan kombinasi sumber ini, Pemprov DKI memastikan bahwa sekolah rusak di Jakarta bakal ditangani tanpa hambatan anggaran yang berarti sepanjang siklus pembangunan.
Tim Inventarisasi dan Verifikasi Lapangan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Inventarisasi Kondisi Kerusakan Gedung Sekolah yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim ini diberi tenggat satu bulan untuk memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah di Jakarta serta memverifikasi status tanah dan bangunannya secara menyeluruh.
Hasil inventarisasi menjadi landasan penetapan prioritas penanganan — baik berupa rehabilitasi, pembangunan kembali, pembelian lahan, relokasi, maupun langkah penyelesaian lain — sesuai kondisi spesifik masing-masing sekolah. Dengan mekanisme ini, setiap sekolah rusak di Jakarta bakal mendapat intervensi yang berbasis data lapangan, bukan sekadar laporan administratif yang belum diverifikasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan rehabilitasi sekolah rusak di Jakarta bakal dimulai? Gelombang pertama dijadwalkan dimulai pada September 2026, sesuai keputusan Gubernur DKI Jakarta yang diumumkan secara terbuka pada 19 Agustus 2026 di Balai Kota.
Berapa banyak sekolah yang masuk daftar rehabilitasi? Sebanyak 22 sekolah telah menerima rekomendasi teknis untuk rehabilitasi total. Tujuh di antaranya sudah dialokasikan dananya melalui APBD 2026–2027, sementara empat sekolah paling kritis akan dipercepat penanganannya dalam tahun berjalan.
Apakah siswa akan dipindahkan selama masa pengerjaan? Pemerintah provinsi berupaya meminimalkan waktu kosong dengan memulai pekerjaan pada September 2026. Selama masa konstruksi, penempatan sementara akan diatur oleh Dinas Pendidikan sesuai ketersediaan fasilitas di sekitar lokasi masing-masing sekolah.
Bagaimana sumber pendanaan rehabilitasi? Dana bersumber dari APBD DKI Jakarta, APBD Perubahan, Koefisien Lantai Bangunan (KLB), serta sumber non-APBD lainnya sesuai ketentuan berlaku. Total kebutuhan untuk empat sekolah paling kritis diperkirakan sekitar Rp249 miliar, mencakup konstruksi, konsultansi, dan logistik.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sekolah Rusak di Jakarta Bakal Direhabilitasi?
Sekolah Rusak di Jakarta Bakal Direhabilitasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sekolah Rusak di Jakarta Bakal Direhabilitasi matter?
Sekolah Rusak di Jakarta Bakal Direhabilitasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

