BI Luncurkan Tiga Strategi Utama agar 64 Juta Pelaku UMKM Mampu Naik Kelas
Faktanaya.com – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menempati posisi sentral dalam struktur perekonomian nasional. Dengan jumlah pelaku yang menyentuh kisaran 64 juta unit, kontribusi sektor ini terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat diabaikan.
Menyadari bahwa laju pertumbuhan UMKM baru berada di angka 1,62 persen, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah konkret untuk mempercepat transformasi kapasitas usaha tersebut. Penjabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa upaya ini menuntut kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha tidak sekadar bertahan, melainkan benar-benar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Jadi UMKM itu baru tumbuhnya 1,62 persen. Ini benar-benar menjadi PR bagi kita. Oleh karena itu dari Bank Indonesia tentunya kita akan terus mengajak sinergi yang optimal sehingga UMKM kita ini juga bisa naik kelas, dan juga bisa terus menyerap lapangan pekerjaan secara optimal.”
Pernyataan tersebut disampaikan Destry pada Opening Ceremony Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di JCC Senayan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Tiga Pilar Strategi di 46 Kantor Perwakilan
BI mengimplementasikan program penguatan UMKM melalui tiga strategi utama yang dijalankan secara terkoordinasi di seluruh 46 kantor perwakilan di dalam negeri. Ketiga pilar itu mencakup penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, serta pemanfaatan ekonomi digital.
Pilar Pertama: Pertumbuhan Inklusif dan Akses Pasar
Strategi pertama diarahkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terintegrasi, dan berdaya saing. BI tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi semata, melainkan turut memfasilitasi keterbukaan pasar bagi pelaku usaha.
Salah satu instrumen konkretnya adalah kegiatan business matching yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Mekanisme ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha untuk bersaing di arena yang lebih luas.
Pilar Kedua: Menjawab Kesenjangan Pembiayaan
Akses pembiayaan tetap menjadi hambatan struktural bagi sebagian besar UMKM. Untuk itu, BI mendorong kerja sama erat antara perbankan dan pelaku industri keuangan agar aliran kredit ke sektor usaha kecil dan menengah menjadi lebih optimal.
“Namun memang kita harus mengakui, ada suatu fakta bahwa kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kita semua.”
Destry menekankan bahwa penguatan jalur pembiayaan merupakan komponen krusial agar UMKM memiliki ruang untuk meningkatkan skala operasi dan secara bertahap naik kelas dalam hierarki ekonomi.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI Ini 3?
Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI Ini 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI Ini 3 matter?
Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI Ini 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

