Showbiz

Merinding! Yura Yunita Ungkap Kisah Mistis di Balik Kostum Mahadewi di Pagelaran Sabang Merauke

6a886a7ea52c8-yura-yunita-pagelaran-sabang-merauke_gemini_1265_711

Yura Yunita Ungkap Kisah Mistis Kostum Mahadewi

Faktanaya.com – Merinding Yura Yunita Ungkap Kisah mistis yang terjadi di balik kostum Mahadewi menjadi perbincangan hangat setelah ia tampil di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penampilan tersebut merupakan bagian dari Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya, sebuah acara yang merayakan keberagaman budaya Nusantara. Sorotan penonton langsung tertuju pada busana bernuansa hijau yang dikenakan penyanyi itu, sebuah rancangan yang sarat simbolisme budaya dan memuat pesan tentang identitas lokal Indonesia.

Proses Pembuatan dan Ritual Izin Leluhur

Di balik kemegahan gaun tersebut tersimpan rangkaian peristiwa yang membuat bulu kuduk berdiri. Menurut penuturan Yura, desainer yang merancang kostum itu tidak langsung memulai proses produksi. Langkah pertama yang dilakukan justru meminta restu kepada leluhur. Dalam tradisi Sunda, kewajiban meminta izin sebelum mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan warisan budaya merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Tanpa restu tersebut, proses pembuatan tidak akan dimulai sama sekali.

“Kalau bahasa Sundanya mah haris minta izin dulu sama leleuhur untuk bikin baju ini.”

Lebih jauh lagi, sejumlah penjahit yang terlibat dalam pembuatan gaun Mahadewi mengalami kejadian tak biasa selama proses menjahit berlangsung. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami kerasukan. Sosok perempuan berpakaian hijau disebut-sebut hadir untuk menyadarkan mereka yang terpengaruh. Fenomena itu terjadi bukan hanya satu atau dua kali, melainkan berulang hingga menimbulkan kekhawatiran di antara tim produksi yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

“Sebenarnya di balik kostum Mahadewi ini banyak yang terjadi, merinding sebenarnya. Habis jahit ada beberpaa penjahit yang kerasukan, disadarkannya oleh sosok perempuan berbaju hijau. Itu bukan sekali dua kali.”

Sosok Mirip Yura Muncul di Samping Patung Saat Pameran

Pengalaman supranatural tidak berhenti di ruang jahit. Pelantun lagu ‘Tutur Batin’ ini juga mengisahkan insiden yang terjadi ketika kostum Mahadewi dipamerkan di Singapura pada tahun sebelumnya. Tim teknis yang bertugas memasang gaun di dekat sebuah patung tiba-tiba berhenti bekerja karena melihat sosok berambut panjang berdiri di samping patung tersebut. Sosok itu disebut memiliki kemiripan wajah dengan Yura dan mengenakan pakaian berwarna hijau, sehingga seluruh tim membeku di tempat.

“Tim yang mau masang aja nggak berani karena sosoknya muncul di samping patung, ada sosok mirip aku berambut panjang, baju hijau di samping patungnya.”

Alih-alih merasa takut, Yura justru menafsirkan kemunculan sosok tersebut sebagai tanda positif. Baginya, kehadiran itu merupakan bentuk restu agar ia boleh mengenakan kostum Mahadewi di atas panggung. Ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang indah, seolah diberikan izin secara langsung oleh sosok tersebut untuk memakai gaunnya di hadapan ribuan penonton.

“Kemunculan ke-magisan itu dalam hal yang indah. Kayak rasanya dikasih izin gitu sama beliau untuk dipakai bajunya.”

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kostum Mahadewi

Apakah kostum Mahadewi dirancang khusus untuk Pagelaran Sabang Merauke? Ya, busana tersebut merupakan rancangan eksklusif yang dibuat dengan melibatkan tradisi budaya Nusantara. Proses pembuatannya diawali dengan ritual meminta izin leluhur sesuai adat Sunda sebelum penjahitan dimulai, sehingga setiap detail pada gaun memiliki makna budaya tersendiri.

Apakah kejadian mistis yang diceritakan merupakan bagian dari promosi acara? Tidak. Penuturan tersebut disampaikan secara spontan oleh penyanyi saat menceritakan pengalaman pribadinya di balik layar pembuatan kostum, bukan sebagai narasi yang direncanakan untuk keperluan pemasaran atau promosi acara.

Kapan dan di mana Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya berlangsung? Acara tersebut digelar selama tiga hari, mulai Jumat, 21 Agustus 2026 hingga Minggu, 23 Agustus 2026, dengan venue Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Penonton dapat menyaksikan berbagai pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya dari Sabang hingga Merauke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *