KPK Ungkap Rektor Unsoed Perintahkan Pembelian Tiga Bidang Tanah dari Dana Gratifikasi
Faktanaya.com – KPK – Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 20 Agustus 2026 terhadap sejumlah pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuka fakta baru: Rektor Prof. Akhmad Sodiq diduga memerintahkan keponakannya, MYN alias Nono, untuk membeli tiga bidang tanah menggunakan uang hasil gratifikasi.
Kode Rahasia dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, memaparkan bahwa Sodiq memberikan instruksi khusus kepada MYN sepanjang periode penerimaan mahasiswa baru tahun 2025 dan 2026. Instruksi tersebut mencakup dua kalimat kode: “jangan diminta di awal” serta “jika dikasih bilang terima kasih.”
“Ini kode, arahan-arahan, atau perintah-perintah yang selalu digunakan oleh ASO (Akhmad Sodiq) selaku Rektor kepada MYN ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri,” kata Taufik dalam konferensi pers, dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.
Aliran Dana hingga Rp680 Juta dan Pembelian Tanah
Berdasarkan keterangan Taufik, MYN mengumpulkan total Rp680 juta dari para pihak yang mengurus jalur mandiri selama dua tahun tersebut. Uang itu kemudian dipakai, atas perintah langsung Sodiq, untuk membayar tiga bidang tanah. Menariknya, seluruh aset tanah tersebut didaftarkan atas nama MYN, bukan atas nama rektor.
“Jadi, uang-uang yang didapatkan oleh MYN itu digunakan atas perintah ASO untuk membelikan aset berupa tanah,” katanya.
Dengan skema tersebut, posisi MYN menjadi ganda: sekaligus penerima dana dan pengelola keuangan untuk kepentingan Sodiq.
Daftar Tersangka dan Pihak yang Diamankan
Dalam OTT tanggal 20 Agustus 2026, KPK mengamankan Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno. Keesokan harinya, 21 Agustus 2026, lembaga antirasuah itu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed, yakni Sodiq, Norman, MYN, dua perantara berinisial DMW dan AW, serta Kepala Bagian Akademik Unsoed berinisial ES. Kuat Puji Prayitno tidak masuk dalam daftar tersangka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is KPK?
KPK is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does KPK matter?
KPK matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

