Sade Lombok Terbakar, Pemprov NTB Siapkan Wisata Before-After
Faktanaya.com – Mataram, VIVA – Kabar Sade Lombok Terbakar Pemprov NTB Siapkan langkah pemulihan ekonomi melalui pendekatan wisata yang belum pernah diterapkan di kawasan budaya mana pun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat merumuskan konsep pengalaman “before-after” bagi pengunjung, yakni menampilkan kontras antara kondisi kawasan sebelum dan sesudah peristiwa kebakaran sebagai bagian dari edukasi wisata budaya. Langkah ini sekaligus menjadi respons langsung terhadap kekhawatiran masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pariwisata lokal.
Konsep Museum Before-After dari Arahan Gubernur
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berawal dari arahan langsung Gubernur NTB. Dalam praktiknya, wisatawan akan diajak menyaksikan dua wajah kawasan secara berdampingan: kondisi aslinya sebelum kebakaran dan realitas pascabencana saat ini. Format ini menyerupai museum before-after yang umum ditemukan di kawasan sejarah atau situs bencana di berbagai negara, di mana pengunjung dapat memahami skala perubahan dan proses pemulihan secara visual.
“Pak Gubernur tadi mungkin semacam museum before-after daripada Sade,” ujar Aulia kepada wartawan di Mataram, Senin, 24 Agustus 2026.
Aulia menegaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar atraksi visual atau eksploitasi bencana. Tujuannya membuka perspektif baru bagi pengunjung tentang ketangguhan budaya, ketahanan komunitas, serta proses pemulihan yang sedang berlangsung. Dengan demikian, pengalaman wisata tetap memiliki dimensi edukatif dan emosional yang bermakna, bukan hanya sekadar melihat kerusakan.
Mengamankan Mata Pencaharian Warga
Di balik pertimbangan wisata, terdapat urgensi ekonomi yang jauh lebih mendesak. Selama bertahun-tahun, aktivitas ekonomi masyarakat setempat sangat bergantung pada kunjungan wisatawan ke destinasi budaya tersebut. Pedagang suvenir, pemandu lokal, penyedia transportasi, hingga pelaku usaha kuliner semuanya terdampak ketika arus pengunjung terhenti. Pemerintah berupaya memastikan roda penghidupan warga tidak terhenti di tengah kondisi pascakebakaran.
“Untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi harian daripada warga-warganya di situ,” tambah Aulia.
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor wisata tidak boleh kehilangan sumber penghidupan akibat peristiwa ini. Oleh karena itu, paket kunjungan tetap dirancang agar dapat dijalankan dengan penyesuaian sesuai kondisi terkini. Penyesuaian tersebut mencakup rute kunjungan, durasi kunjungan, serta titik-titik yang masih layak dikunjungi tanpa mengorbankan keselamatan maupun kelestarian budaya.
Posisi Strategis dalam Rangkaian Destinasi dan MotoGP
Kawasan ini tercatat sebagai salah satu destinasi wajib dalam setiap pelaksanaan MotoGP di pulau tersebut. Posisi strategisnya dalam peta wisata menjadikan keberlanjutan paket kunjungan menjadi prioritas utama bagi otoritas pariwisata. Aulia menegaskan bahwa keberadaan kawasan ini penting baik bagi wisatawan mancanegara maupun masyarakat setempat yang memperoleh manfaat ekonomi langsung dari kunjungan. Penghapusan kawasan dari paket wisata akan berdampak berantai pada seluruh ekosistem ekonomi lokal, mulai dari akomodasi hingga transportasi darat.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Apakah wisata ke kawasan tersebut sudah dibuka kembali?
Pemprov NTB masih dalam tahap penyusunan konsep dan penyesuaian teknis. Pembukaan kembali akan mempertimbangkan kondisi fisik kawasan, hasil asesmen keselamatan, serta kesiapan masyarakat setempat. Belum ada jadwal pasti, namun pemerintah berkomitmen mempercepat proses agar dampak ekonomi tidak berlarut-larut.
Bagaimana konsep before-after diterapkan tanpa mengurangi nilai budaya?
Pemerintah mengakui masih diperlukan pembahasan mendalam bersama tokoh adat, seniman lokal, dan pelaku wisata agar implementasi tetap selaras dengan karakter kawasan sebagai destinasi wisata budaya. Konsep ini tidak dimaksudkan sebagai atraksi bencana, melainkan sebagai narasi pemulihan yang menghormati tradisi dan martabat komunitas setempat.
Apakah warga setempat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari program ini?
Ya. Seluruh desain pemulihan menempatkan keberlangsungan mata pencaharian

