Skip to content
Fresh Desk
Juni 19, 2026 FaktaNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
Bisnis

Main Agenda: Kadin Tegaskan Pentingnya Hal Ini Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Lisa Moore 4 mins baca

Main Agenda Kadin: Penciptaan Lapangan Kerja sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional Main Agenda - Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi

Main Agenda: Kadin Tegaskan Pentingnya Hal Ini Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Main Agenda Kadin: Penciptaan Lapangan Kerja sebagai Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Main Agenda – Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan persaingan global yang semakin ketat, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggarisbawahi pentingnya Main Agenda sebagai strategi utama. Perwakilan Kadin menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak hanya menjadi prioritas nasional, tetapi juga kunci untuk mendorong ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dalam pertemuan khusus dengan pengusaha dan pemangku kebijakan, Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, memaparkan bahwa agenda ini harus diintegrasikan ke dalam kebijakan pemerintah untuk mencapai visi pembangunan ekonomi jangka panjang.

RDPU dengan DPR RI: Peran Kadin dalam Penyusunan Kebijakan

Sebagai bagian dari diskusi di Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Undang-Undang Kadin, Anindya menyoroti bahwa Main Agenda harus menjadi fokus utama dalam memperkuat kinerja sektor-sektor produktif. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengusaha lokal bergantung pada peningkatan perdagangan internasional, percepatan industrialisasi, dan penguatan investasi, yang semua dianggap sebagai elemen strategis dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Kadin diharapkan berperan aktif dalam membentuk kebijakan yang mendukung inisiatif Main Agenda.

Kadin telah mengadaptasi Main Agenda untuk menjawab dinamika ekonomi yang terus berubah, termasuk dampak dari perubahan geopolitik dan kemajuan teknologi. Undang-Undang Kadin Nomor 1 Tahun 1987, meskipun masih relevan, diperlukan perbaikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan industri modern. Anindya menegaskan bahwa kadin harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan Main Agenda terimplementasi secara efektif, baik melalui reformasi regulasi maupun pendekatan kebijakan yang holistik.

Strategi Penciptaan Lapangan Kerja: Tantangan dan Peluang

Peran Main Agenda dalam menciptakan lapangan kerja tidak bisa dipisahkan dari kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia. Dengan pertumbuhan populasi usia produktif yang mencapai 118 juta orang pada 2023, Kadin menekankan perlunya kebijakan yang lebih fleksibel untuk menyerap tenaga kerja secara optimal. Penciptaan lapangan kerja dianggap sebagai kekuatan penggerak utama, karena dapat meminimalkan angka pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat. Anindya menambahkan bahwa sektor manufaktur, teknologi, dan layanan digital memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja jika diiringi investasi yang terarah.

“Main Agenda ini tidak hanya fokus pada lapangan kerja, tetapi juga pada keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang bisa diukur dari peningkatan kualitas tenaga kerja dan produktivitas industri,” ujar Anindya dalam diskusi terkini.

Kadin juga memprediksi bahwa keberhasilan Main Agenda akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan vokasional dan keterampilan kerja yang relevan. Selain itu, upaya transformasi digital diharapkan mendorong lahirnya bisnis-bisnis baru yang menciptakan peluang ekonomi untuk generasi muda.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi nasional, Main Agenda menjadi acuan utama untuk mengukur keberhasilan kebijakan pemerintah. Menurut Anindya, pengusaha harus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan, karena mereka adalah pelaku utama pertumbuhan ekonomi. Ia mencontohkan bahwa keberhasilan industri kecil dan menengah (IKM) bergantung pada dukungan regulasi yang memudahkan akses ke modal dan pasar. Kadin, dalam wewenangnya, bertindak sebagai penghubung antara sektor swasta dan pemerintah untuk memastikan Main Agenda dijalankan secara sinergis.

Main Agenda Kadin juga mengintegrasikan isu-isu seperti ketahanan ekonomi, inovasi, dan ekosistem kerja yang kolaboratif. Pemangku kebijakan menekankan bahwa perusahaan-perusahaan besar harus menginspirasi perusahaan menengah dan kecil untuk terlibat dalam upaya menciptakan lapangan kerja. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam program pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dianggap sebagai faktor penentu dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Kadin berupaya memastikan bahwa Main Agenda tidak hanya menjadi aspirasi, tetapi juga program kerja yang berkelanjutan.

Untuk memperkuat Main Agenda, Kadin mendorong pemerintah agar menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif. Hal ini meliputi penurunan birokrasi, peningkatan ketersediaan infrastruktur, serta pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi. Anindya menegaskan bahwa tanpa transformasi yang diarahkan, Indonesia akan kesulitan mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang. Kadin juga berharap bahwa Main Agenda bisa menjadi kerangka kerja nasional yang mengintegrasikan berbagai sektor untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Main Agenda Kadin tidak hanya mencakup kebijakan dalam negeri, tetapi juga menyasar peluang ekspor. Dengan meningkatkan kualitas produk nasional dan mendorong keberlanjutan rantai pasok, Main Agenda bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi yang kompetitif di tingkat global. Anindya mengatakan bahwa sektor pertanian, manufaktur, dan layanan harus saling mendukung untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat. Dengan Main Agenda sebagai visi utama, Kadin berharap dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing bangsa di era globalisasi.

Ikut berdiskusi