Nasional

Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Disebut Terdampar, Tim SAR sebut Hasilnya Nihil

6aa436bac726c-danlanal-banten-letkol-laut-p-wawan-subagyo-mardani-kanan_gemini_1265_711

Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Belum Temukan Petunjuk Baru

Faktanaya.com – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau masih berlangsung tanpa hasil baru. Informasi mengenai adanya orang terdampar di wilayah Bakauheni, Lampung, yang sempat dikaitkan dengan delapan orang tersebut, telah diperiksa oleh tim SAR gabungan tetapi belum terbukti.

Pengecekan dilakukan di sekitar Pelabuhan Bakauheni setelah kabar itu beredar. Sampai Jumat, 11 September 2026, tidak ada orang terdampar yang ditemukan di lokasi yang disebut-sebut dalam informasi tersebut. Kondisi ini membuat pencarian tetap berfokus pada kawasan Selat Sunda dan pulau-pulau di sekitar Anak Krakatau.

Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menyampaikan bahwa informasi awal itu tetap ditindaklanjuti meski tingkat keandalannya belum dapat dipastikan. Unsur Basarnas, TNI AL, serta Polairud bergerak untuk mengecek kemungkinan adanya korban yang mencapai daratan.

“Untuk informasi mengenai orang terdampar, setelah informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, maupun dari Polairud, dari rekan-rekan yang menindaklanjuti keandalan atau keabsahan informasi tersebut kurang, tetapi rekan-rekan tetap melaksanakan pencarian dan sampai dengan tadi sore kurang lebih sekitar pukul 14.30, itu disampaikan bahwa yang dilaporkan posisi terdampar tersebut setelah dicari nihil,” ujar Wawan dikutip, Sabtu 12 September 2026.

Koordinasi Lintas Wilayah

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menegaskan bahwa informasi tersebut tidak diabaikan. Tim di Banten membangun koordinasi dengan Kantor SAR Lampung, personel TNI di Lampung, TNI AL, dan Polairud untuk menelusuri titik yang dikaitkan dengan kabar orang terdampar.

Namun, pencarian di lokasi itu belum menghasilkan temuan yang dapat menghubungkan kabar tersebut dengan delapan orang yang masih dicari. Verifikasi lapangan menjadi penting karena informasi awal mengenai keberadaan korban perlu dipastikan sebelum dapat dijadikan dasar perubahan arah operasi pencarian.

“Informasi orang yang terdampar itu kami juga sudah gali dan sudah menuju langsung ke lokasi. Kami koordinasikan dengan Kantor SAR Lampung, dengan rekan-rekan TNI yang ada di Lampung, TNI AL termasuk dengan Polairud, mereka mencari lokasi laporan tersebut, hingga saat ini belum ada titik terang,” ucap Amrad.

Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Kawasan ini juga berada di sekitar gugusan Krakatau, sehingga operasi pencarian membutuhkan penyisiran laut sekaligus pemeriksaan pulau-pulau terdekat. Dalam situasi seperti ini, pencarian tidak hanya mengandalkan informasi dari satu titik, melainkan juga perlu memperluas pemantauan ke area yang mungkin dijangkau kapal atau penumpang setelah hilang kontak.

Pencarian Memasuki Hari Keempat

Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan memperketat penyisiran di wilayah yang dinilai dekat dengan lokasi hilangnya kapal. Area pencarian dibagi menjadi empat sektor utama, ditambah satu sektor khusus yang mencakup pulau-pulau dengan jarak kurang lebih tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Pembagian sektor dilakukan agar unsur pencarian dapat bergerak lebih terarah. Fokus tersebut juga menunjukkan bahwa tim masih menilai kawasan sekitar Anak Krakatau sebagai area penting untuk ditelusuri, sembari memastikan setiap informasi yang masuk diperiksa secara proporsional.

KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten diterjunkan untuk menyisir sektor khusus tersebut. Penelusuran tidak berhenti di permukaan laut. Personel juga melakukan pemeriksaan daratan di Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang, tiga pulau yang berada dalam jangkauan pencarian di sekitar kawasan Krakatau.

“Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 itu kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB melakukan penyisiran di sekitar anak Gunung Krakatau, sampai mencari di tiga titik pulau tersebut (Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang) dan mereka menyisir di darat,” kata Amrad.

Penyisiran darat melengkapi pencarian yang dilakukan oleh kapal-kapal SAR. Langkah ini diperlukan untuk memeriksa kemungkinan adanya pihak yang mencapai tepian pulau atau berada di area yang tidak langsung terlihat dari laut. Sampai tahap operasi ini, belum ada penemuan yang mengonfirmasi keberadaan lima jurnalis maupun tiga awak kapal tersebut.

Kabar orang terdampar yang belum terverifikasi juga menjadi pengingat bahwa setiap informasi dalam operasi pencarian harus diperiksa dengan cermat. Tim tetap menindaklanjuti petunjuk yang masuk, tetapi hasil pemeriksaan di Bakauheni hingga kini nihil. Pencarian pun dilanjutkan dengan perhatian pada empat sektor utama dan kawasan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Bagi keluarga serta rekan delapan orang yang belum ditemukan, perkembangan operasi ini masih menjadi hal yang dinantikan. Tim gabungan terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk memperluas penyisiran, baik di perairan maupun di daratan pulau terdekat, sambil menjaga koordinasi antara unsur penyelamat dan aparat di wilayah Banten serta Lampung.

Frequently Asked Questions

What is Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput?

Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput matter?

Kabar 5 Jurnalis Hilang Kontak Liput matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *