FEKDI x IFSE 2026 Jadi Ajang Sinergi BI dan Pemerintah Pacu Ekonomi Keuangan Digital RI
FEKDI x IFSE 2026 Jadi Pendorong Digital RI
Faktanaya.com – FEKDI x IFSE 2026 Jadi ruang kolaborasi Bank Indonesia, pemerintah, regulator, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta keuangan digital Indonesia. Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan terintegrasi.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa transformasi digital memerlukan lebih dari sekadar kemajuan teknologi. Kebijakan yang selaras, inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat, serta ketersediaan talenta digital harus berjalan bersama agar digitalisasi memberi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.
“FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi,” kata Destry dalam pembukaan acara, Rabu, 30 September 2026.
Percepatan ekonomi digital menjadi semakin relevan di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian. Gejolak pasar keuangan dan perkembangan ancaman siber menuntut adanya fondasi keamanan yang kuat, sehingga masyarakat maupun pelaku usaha dapat menggunakan layanan digital dengan lebih percaya diri.
Menurut Destry, semangat Sinergi Merah Putih perlu diwujudkan melalui kerja sama yang erat antarlembaga. Pengembangan inovasi digital juga perlu diimbangi dengan penguatan ketahanan sistem pembayaran dan perlindungan konsumen.
Ekonomi Digital Indonesia Punya Potensi Besar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital Indonesia mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan berada di kisaran USD180 miliar hingga USD340 miliar pada 2030.
“Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada 2030,” ujar Airlangga.
Proyeksi tersebut membuka peluang besar bagi dunia usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk memperluas pasar melalui kanal digital. Pembayaran digital, layanan keuangan berbasis teknologi, dan transaksi yang lebih cepat dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi kegiatan bisnis.
Namun, pertumbuhan ekonomi digital perlu dirasakan secara lebih merata. Kemudahan akses terhadap inovasi, peningkatan kemampuan digital masyarakat, serta penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar manfaat digitalisasi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah atau kelompok tertentu.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan inovasi bukan semata kecanggihan teknologi. Inovasi perlu memberi dampak bagi sektor riil dan masyarakat luas, dengan tetap berada dalam ekosistem yang aman serta inklusif.
Transaksi Digital dan QRIS Terus Bertumbuh
Bank Indonesia mencatat ekonomi dan keuangan digital hingga Agustus 2026 tumbuh 40,36 persen secara tahunan. Total aktivitasnya mencapai 6,11 miliar transaksi, yang menunjukkan semakin tingginya penggunaan kanal digital untuk beragam kebutuhan pembayaran.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang perluasan akseptasi Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Jumlah pengguna QRIS telah mencapai 69,32 juta, sedangkan merchant yang menerima pembayaran melalui sistem ini mencapai 47,11 juta.
Penggunaan QRIS memberi kemudahan bagi konsumen karena pembayaran dapat dilakukan melalui satu standar kode respons cepat. Bagi pedagang, metode ini menjadi pilihan tambahan selain transaksi tunai dan mendukung proses pembayaran yang lebih praktis.
Seiring meningkatnya transaksi digital, edukasi keamanan menjadi kebutuhan penting. Pengguna perlu memahami cara menjaga data pribadi, memeriksa tujuan pembayaran, dan berhati-hati terhadap upaya penipuan digital. Perlindungan konsumen dan ketahanan sistem pembayaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan inovasi keuangan.
Sinergi untuk Pertumbuhan yang Inklusif
FEKDI x IFSE 2026 Jadi pengingat bahwa transformasi digital harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia. Kolaborasi antara otoritas, pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat diperlukan agar inovasi mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ekosistem digital yang sehat tidak hanya bergantung pada teknologi dan besarnya transaksi. Tata kelola yang baik, keamanan siber, perlindungan pengguna, serta akses yang luas bagi masyarakat akan menentukan apakah digitalisasi benar-benar menciptakan manfaat ekonomi yang merata.
FAQ
Apa itu FEKDI x IFSE 2026?
FEKDI x IFSE 2026 merupakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia yang digelar bersama Indonesia Fintech Summit & Expo 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, regulator, industri, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekonomi serta keuangan digital Indonesia.
Mengapa QRIS penting bagi pelaku usaha?
QRIS memudahkan pedagang menerima pembayaran digital melalui satu standar kode respons cepat. Sistem ini dapat menjadi alternatif pembayaran selain uang tunai bagi konsumen dan pelaku usaha.
Bagaimana masyarakat dapat bertransaksi digital dengan aman?
Masyarakat perlu menjaga kerahasiaan data pribadi, memastikan tujuan transaksi sebelum membayar, serta waspada terhadap pesan atau tautan mencurigakan. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi risiko penipuan dalam penggunaan layanan digital.